WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (2) 1 2  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] a christmas day without present, tutup.
Baek Ilseong
 Posted: Dec 5 2017, 04:39 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Natal sebentar lagi tiba.

Masih awal Desember dan sudah banyak saja orang-orang yang menjinjing kado berlapiskan kertas hias dengan tema natal di balik kepitan tangan. Ada seorang anak kecil yang dengan bersemangat menarik-narik ujung jaket ibunya untuk meminta hidangan natal mereka nanti dipenuhi dengan menu kesukaannya, dan sang ibu hanya balas tersenyum namun kentara sekali ikut senang karena putranya berucap antusias dan menggemaskan. Hal ini membuatnya berpaling, tak ingin lagi melihat lebih lama lantaran mulai merasakan iri memenuhi dirinya.

Ia ingat kejadian beberapa tahun silam saat pemandangan serupa didapatinya, namun bedanya, wanita yang berdiri beberapa meter jauhnya dari tempat persembunyiannya saat itu benar adalah ibunya sendiri.

Ibu yang telah membuangnya.

Ilseong mendengus. Merasa konyol karena harus mengingat hal tersebut. Natal memang tak pernah menjadi satu hari yang terdengar menyenangkan baginya, tidak untuk sekarang ini. Dulu di panti, ia mungkin akan mulai menuliskan daftar barang-barang yang akan dibeli untuk diberikan sewaktu natal pada adik-adiknya. Uang tersebut datang dari hasil tabungannya selama ini; kerja sambilan, tentu, di samping penolakan ibu panti untuknya berbuat demikian. Sederhana saja, bukan sebuah hadiah besar dan mahal.

Entah sudah berapa lama sejak ia mendapat kabar dari panti.

Mendengar helaan nafas seorang yang berdiri di sampingnya, tanpa sengaja ia menoleh lalu mendapati anak perempuan yang arah fokusnya juga terletak pada anak kecil dan ibunya sebelum ini. Ilseong tak ingin peduli, ia bahkan tak kenal gadis itu, namun tanpa sadar berucap, "ada rencana untuk memberi kado natal untuk keluarga juga?"


_________
Minggu. 3 Desember 2017. 07.15 pm. @Lim Juyeon
Prompt 9. holiday tradition; public transportation


This post has been edited by Baek Ilseong: Dec 7 2017, 01:03 PM

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Lim Juyeon
 Posted: Dec 6 2017, 12:04 AM
Quote
send pm //
0 posts
years old
ID:

points


Dulu, dulu sekali, ketika kakinya hanya bisa berlari kecil dengan langkah-langkah yang pendek, ibunya pernah menciumnya di pipi. Ayahnya akan meminta Juyeon untuk meniru ibunya dan mengecup pipi Lim Dongbin, sambil tertawa sambil menyatakan kalau itu adalah hadiah dari Juyeon untuk ayahnya. Juyeon, yang tidak terima, akan bilang kalau hadiah natal hanya berlaku kalau diberikan oleh Santa!

Umurnya empat tahun, kala itu.

Sebuah tradisi yang hanya akan terulang selama dua tahun sebelum mimpi buruknya mulai muncul dan dia disadarkan bahwa tidak ada yang namanya santa. Tidak ada yang namanya hadiah. Tidak ada yang namanya santa. Tidak ada kehangatan yang membuatnya menantikan datangnya perayaan natal.

Lima tahun lalu, ketika Juyeon dan ayahnya pertama kali merayakan natal hanya berdua saja, Juyeon memberikan ayahnya pin dasi berwarna perak. Kemudian ayahnya memberikan headset dengan kualitas baik, katanya untuk membantunya belajar. Juyeon padahal tau benar ayahnya menyadari dia hanya memakai headset itu ketika tidak mau diganggu. Perayaan itu berakhir dengan mereka makan kue natal seadanya dan menghidupkan acara tv yang menayangkan acara khusus natal.

Sudah. Tidak ada santa, tidak ada gereja. Tapi setidaknya, tidak ada juga mimpi buruk.

Namun ketika dihadapkan dengan apa yang dia lihat, seorang anak kecil meminta sesuatu kepada ibunya untuk merayakan natal, tetap saja rasanya ada yang menusuk di dalam hatinya. Teringat kenangan tigabelas tahun yang lalu. Juyeon hanya bisa menatap, rasa iri kembali berteriak di kepalanya minta diberikan perhatian. Tapi dia bisa apa? Masa iya meminta anak itu berhenti.

"ada rencana untuk memberi kado natal untuk keluarga juga?"

Juyeon menolehkan kepala ke sumber suara, kemudian mengerjap.

"Untuk bisa memberi kado natal pada keluarga," jawabnya, "harus ada faktor keluarga yang bisa diberikan kado dulu." Lanjut Juyeon, "sayangnya aku tidak punya faktor itu, kenapa? Kau mau memberikan hadiah padaku?"
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 7 2017, 01:18 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Coba bayangkan, akan bagaimana jadinya jika anak kecil itu merupakan ia; menarik baju ibunya, meminta mainan kesukaannya diberi sebagai hadiah natalnya nanti karena santa harabeoji tak akan pernah berbohong kan, lalu bersama mereka menyantap hidangan yang telah susah payah disiapkan ibu guna membuat senang putra-putri mereka. Natal yang seperti itu, sudah berapa lama sejak terakhir kali ia mendapatinya?

Rasanya lucu, mendapati bagaimana ia berpikir akan bisa mendapati hal itu saat pertama kali kabar adopsi diberikan. Sudah cukup besar Ilseong hingga dalam hitungan tahun selanjutnya jika masih belum ada yang menginginkannya, keluar dari panti dan hidup mandiri merupakan satu-satunya opsi yang dimiliki. Jadi bagaimana senangnya ia saat pertama mendapat kabar bahwa satu keluarga, memintanya tinggal bersama di samping usianya yang tak lagi semuda adik-adiknya. Bukankah mereka yang lebih muda yang kemungkinan terpilihnya akan semakin tinggi. Tapi ini dia, Ilseong, katanya.

Tak lama kemudian, marga Baek itu ia terima.

"Harus tahu dulu keluarga yang harus diberikan kado?" Baek Ilseong, betapa inginnya ia mencopot lepas marga itu sekarang, kontras sekali dengannya beberapa tahun silam, "kenapa itu terdengar tepat sekali untukku juga." Memberikan kado, entah bualan macam apa.

"Kau mau aku berikan kado?"

Ia balas bertanya, jauh sebelum menjawab milik anak perempuan itu.

"Memangnya apa yang kamu suka? Sudah lama sekali sejak aku melakukan itu, memilih dan memberikan kado natal." Dulu, ia mencatat kesukaan tiap anak, lalu berusaha mencari barang yang sedikit mirip lantaran hendak mencari yang murah.

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Lim Juyeon
 Posted: Dec 9 2017, 03:07 PM
Quote
send pm //
0 posts
years old
ID:

points


Mungkin tidak seharusnya helaan napas itu terlontar dari mulutnya.

Kalau dilihat, akan ada orang-orang yang menyatakan betapa Juyeon tidak bersyukur. Ibunya masih sehat, ayahnya juga begitu, hidupnya sendiri masih bisa dibilang terjamin. Apa yang membuatnya merasa kalau dunia tetap tidak adil untuknya?

(Yeah, dia sudah bosan mendengar ini semua, orang-orang dewasa yang mengabaikan perasaannya, menyatakan kalau dia hanyalah remaja labil yang hanya sedang mencari perhatian. Kadang dia ingin sekali menjatuhkan diri dari gedung yang tinggi, mungkin kalau dia mati dia bisa melihat apa yang orang-orang itu akan nyatakan tentang dirinya.)

Sementara sekarang, di dalam bus ini, dia masih melihat seorang pemuda asing yang terlihat sama pahit dan sama merindu dengan anak kecil yang tampak bahagia dengan ibunya itu. Pernyataan dan pertanyaan yang dilontarkan oleh orang itu sebenarnya juga membuatnya tertegun. Dia sempat membelikan sesuatu untuk ayahnya sebelum diberi tau kalau dia harus pergi mengikuti grup yang dia latih tur keliling Jepang.

Juyeon menolak mentah-mentah ketika diajak.

"Kira-kira begitu, kau tidak bisa memberikan hadiah kepada sesuatu yang tidak nyata," jawabnya, kemudian menaikkan alisnya mendengar pertanyaan yang selanjutnya terlontar dari orang asing yang sama.

"Tidak kok, tidak," tolaknya cepat, meringis, "itu hanya respon otomatis, aku tidak meminta siapapun memberikanku hadiah." Ujarnya lagi, tersenyum kecil.
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 10 2017, 12:45 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Entah hal apa yang mendorongnya untuk sampai bicara dengan seorang asing seperti ini. Mulai gila ia, sepertinya. Atau sebuah kebetulan yang didapat lantaran melihat sesosok anak kecil bersama dengan ibunya dalam transportasi umum, bersamaan dengan seorang lainnya yang turut memandang serupa dengan miliknya itu adalah sebuah faktor yang mendasari. Ilseong bisa saja asal menduga, pun bersikap sok tahu dengan mulai bertanya sebab helaan nafas itu terdengar begitu nyata di sampingnya. Posisi berdiri mereka cukup dekat sehingga ia yakin tak salah menangkap.

Balasan yang didapatkan pun, nyatanya benar. Gadis itu tengah meletakkan fokus pada sesuatu yang juga menarik perhatiannya beberapa saat yang lalu.

"Begitukah?" Baek Howon merupakan sesuatu yang nyata. Ia yakin akan satu hal itu. Meski tidak dengan sosok ibu yang didamba sejak dulu. Entah itu ibu yang membuangnya, maupun yang meninggalkannya, keduanya sama saja baginya. Pada akhirnya, ia tak dipikirkan baik-baik jikalau berakhir seorang diri. Tak ada yang peduli. Omong kosong dengan perkataan yang pernah didengarnya mengenai ibu tak akan mungkin membuang anaknya sendiri, lalu apa yang sedang dilakukan ibu kandungnya di luar sana.

Lee Minah saja melakukan hal demikian. Ada apa dengannya. Apa memang ia begitu mudah menarik keinginan untuk tak dipertahankan begitu lama di sisi seseorang.

"Kalau kau benar menginginkannya, aku tak keberatan memberikan satu," tawanya kecil. Tahu sedari awal perbincangan ini dimulai, semuanya hanya sekadar candaan belaka. "Jadi natal ini, kau tak akan mendapatkan hadiah dari siapapun juga?"


Juga. Dengar itu. Karena ia pun, begitu.

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Lim Juyeon
 Posted: Dec 12 2017, 09:34 PM
Quote
send pm //
0 posts
years old
ID:

points


Perhatian Juyeon sudah berpindah dari seorang anak yang meminta hidangan untuk natal kepada ibunya, ke arah pemuda yang berada dekat dengannya ini. Tentu saja Juyeon tidak tau namanya siapa, atau apa yang dia lakukan untuk menyambung hidup, atau bahkan tujuan akhir pemuda itu menaiki bus ini. Namun entah kenapa, rasanya Juyeon bisa merasakan simpati padanya. Seperti ada sesuatu yang mirip dari orang itu dengan Juyeon.

Entahlah, Juyeon juga bisa merasakan sedikit rasa marah dari pemuda dari ini, walaupun tidak tau bagaimana.

Ketika pertanyaan satu kata itu terlontar, dia teringat ibunya. Orang yang sama yang menyatakan banyak hal menyakitkan yang menghancurkan perasaannya. Orang yang sama yang setiap tahun memberikannya hadiah natal tanpa pernah Juyeon buka. Orang yang sama yang tidak pernah peduli. Apakah dia nyata? Tentu saja. Tapi Juyeon tidak mau memperhitungkannya.

Ayahnya, orang baik yang memang terlalu sibuk. Orang yang sama sekali tidak tau apa yang terjadi dengan hidupnya ketika setiap hari bagaikan neraka. Apakah dia nyata? Tentu saja. Juyeon memperhitungkannya; walaupun ternyata tidak cukup nyata untuk menemaninya tahun ini.

"Ya, kira-kira begitu," ujarnya, tersenyum pahit.

"Oh ya? Apa aku terlihat seperti seseorang yang butuh hadiah?" Kelakarnya, tersenyum kecil, kemudian memiringkan kepalanya sedikit ketika mendengar pertanyaan pemuda itu selanjutnya.

Dia mengangguk.

"Tidak ada hadiah, tidak ada perayaan, tidak ada siapa-siapa." Jawabnya, tersenyum lebih lebar.
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 18 2017, 07:59 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Tak lama, perhatiannya pun kembali dialihkan pada hal lainnya. Toh, menatap anak kecil dan ibunya itu terlalu lama tak akan membuatnya serta merta mendapatkan hal serupa juga; perhatian yang diinginkan dan kehadiran keluarga yang didamba. Ilseong belajar bahwa semua itu hanyalah sebuah omong kosong yang tak akan dapat diberikan padanya sebanyak apapun satu hal tersebut disebutkan dalam doa. Menghadapi kenyataan merupakan satu hal yang dapat, juga harus, dilakukannya saat ini.

Seperti menyambut natal seorang diri seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak ada lagi momen memberikan hadiah maupun mendapatkan satu, namun jika ia dapat memberikan satu untuk yang lainnya, mungkin tidak akan masalah? Seperti pada anak perempuan asing yang ditemuinya di bus ini. Yang baru saja menanyakan perihal apa hendak memberikan kado padanya namun kemudian menjelaskan bahwa tak benar-benar menginginkan kado juga. "Tapi kalau aku bersikeras memberikan, apa kau akan menerimanya?" Bercanda Ilseong ini. Kalaupun benar, berarti ia harus mulai mencari kado sekarang ini.

Belum lagi meminta alamat untuk diberikan, tapi kalau sampai begitu bukankah nantinya Ilseong akan berakhir dicurigai.

Modus memberikan kado natal malahan berujung pada kejahatan.

"Tidak juga." Begitupun dengannya, tak butuh hadiah. "Berarti kita sama ya, sama-sama tak butuh hadiah." Tidak ada hadiah, tidak ada perayaan, tidak ada siapa-siapa. Mengapa ia dapat bersimpati sekali terhadap hal tersebut?

Mendengus, ia menggenggam lebih erat pegangan bus, "natal kali ini pun sepertinya akan jadi membosankan ya," gumamnya.

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Lim Juyeon
 Posted: Dec 23 2017, 09:26 AM
Quote
send pm //
0 posts
years old
ID:

points


Sebenarnya kenapa Juyeon malah meladeni laki-laki yang berada dekat dengannya ini. Orang asing yang ternyata sama-sama tidak memiliki siapapun untuk merayakan natal bersama. Mungkin memang ada orang yang tidak merayakan hari tersebut, tapi baginya setiap melihat hiasan natal, pohon yang penuh dengan ornamen terang benderang, semua itu membuatnya sedih.

Mengingatkan kalau dirinya tidak pernah terlalu berharga untuk dijadikan seseorang yang pantas untuk sama-sama merayakan perayaan.

(Apakah jadinya tidak mengherankan kalau dia ternyata tidak punya teman?)

"Tapi kalau aku bersikeras memberikan, apa kau akan menerimanya?" Tanya pemuda itu.

Gadis Lim menatapnya lekat-lekat. Mencari apakah dia bisa melihat apakah pemuda yang tidak dia ketahui namanya sama sekali itu sedang bercanda dengannya. Atau lebih buruk lagi, sedang mengincarnya untuk melakukan sesuatu yang buruk padanya.

"Mungkin, tergantung apa yang akan kau berikan." Jawabnya, tersenyum kecil, pahit. Tidak paham apakah dia sudah menjadi semenyedihkan ini sampai menyatakan akan menerima hadiah dari seseorang yang sama sekali tidak dia kenal.

"Betul, lagipula memberi dan menerima hadiah sudah terlalu over-rated." Ujarnya tertawa. Walaupun tentu saja, dalam hati, dia juga mendambakannya.
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 23 2017, 12:34 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Entah mengapa bus yang dinaikinya kali ini lama sekali mencapai halte yang ia tuju. Seperti disengajakan berjalan dengan lambat hanya untuk membuatnya menderita dengan melihat sepasang anak dan ibunya terlalu lama. Beruntung mereka nampak hendak turun dalam halte pemberhentian setelah ini, jika tidak, ia pasti harus dipaksa melihat sesuatu yang tak diinginkan dan menyakitkan lebih lama. Meski sudah sedari beberapa menit yang lalu pandangannya dihantar menuju arah lainnya.

Menolak melihat terlalu lama, sama halnya seperti apa yang sedang dilakukan gadis asing tersebut.

Kalau dipikir lucu. Mereka bahkan tidak saling mengenal. Bermula dari mulutnya yang tak dapat berhenti bertutur kata saat melihat sesuatu seperti itu dan asal saja melontarkan opininya. Kalau saja penilaian Ilseong salah dan gadis itu nyatanya merupakan satu di antara sosok yang berbahagia benar untuk merayakan natal di akhir desember ini, harus berbuat apa kau ini karena sudah bertindak sok tahu begitu.

Ia bisa bertindak cuek setelahnya. Bukankah itu satu keahlian yang biasa ia lakukan selama ini? Berusaha bertindak tidak peduli pada sosok-sosok lain di sekitarnya.

"Aku hanya bercanda," soal hadiah itu, meski masih tak keberatan apabila diminta memberikan satu. "Yang ada kamu malahan takut karena diberi hadiah oleh seorang asing sepertiku dan malahan melaporkanku ke polisi nanti." Diajak bicara oleh seorang asing yang asal menebak seperti ini saja sudah termasuk menakutkan bukan, beruntung ia tak melakukan apa-apa setelahnya. "Aku setuju dengan itu." Tawanya menyusul.

"Berapa stasiun lagi untuk berhenti?" Mengganti topik pembicaraan.

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Lim Juyeon
 Posted: Dec 24 2017, 03:13 PM
Quote
send pm //
0 posts
years old
ID:

points


Matanya melirik ke arah tangan kanannya, melihat pendar jam digital yang diperlihatkan jam tangannya. Kemudian merengut sedikit. Dia akan sampai di rumah sebentar lagi, dan ketika pulang nanti, tidak ada ayahnya di sana. Juyeon lagi-lagi akan menghabiskan hari-hari ini sendirian.

Berbicara dengan laki-laki tadi membuatnya merasa sedih, walaupun sedikit lega. Mengakui kalau dia tidak memiliki siapapun untuk diberikan hadiah membuatnya sedih, memang. Tapi sekaligus juga lega, memberikannya sedikit ketenangan untuk mengakui bahwa memang hidupnya sudah harus dimulai untuk dijalani sendiri. Ayahnya hanya seseorang yang masih terikat padanya atas dasar tanggung jawab. Kalau sudah selesai nanti, dia sendiri yakin Lim Dongbin akan memiliki keberatan untuk berada bersamanya.

Bukan pikiran yang baik, memang. Tidak ada yang baik dari merasa kalau diri sendiri adalah sesuatu yang tidak berharga. Tak apalah, itu adalah fakta yang memang sudah dia masukan dalam pikiran semenjak kecil, kan.

"Tidaklah, kalaupun kau mau melakukan sesuatu yang buruk padaku, aku tidak akan melaporkanmu ke polisi." Ujarnya, tersenyum, "anggap saja itu hadiah balasan dariku, hehe." Lanjutnya, kemudian menyadari kalau pemuda itu sedang mencoba mengganti arah pembicaraan.

"Hm? Kira-kira empat pemberhentian lagi dari sini," jawab Juyeon.
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (2) 1 2 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.