WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (3) 1 2 3  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] 내게 대답 하나 해줄 누군가?, Spin & Write, prompt #4. private.
Park Yoonseok
 Posted: Dec 7 2017, 09:55 PM
Quote
send pm // Offline
196 posts
19 years old
SNU's international relations.
ID: jjamseok
heartbroken
Citizen

3260 points
Awards: 11



19/12/17




Sebenarnya dia tidak pernah mengenal rencana untuk pergi kemari tanpa siapapun yang menemani. Pertengahan desember dan pinggiran kota adalah sesuatu yang tidak begitu menarik untuk digabungkan, Yoonseok tidak memahami esensi untuk pergi ke luar di saat salju telah turun dan yang melindungi kepalanya kini hanya beanie hitam, sedang hoodienya sedang diturunkan. Tebal pakaiannya, meski sebenarnya dia merasa membutuhkan kain lebih banyak untuk menyimpan hangat.

Dingin, pikirnya sambil memasukan tangannya semakin dalam pada saku mantel tebalnya. Beberapa menit yang lalu sebuah telepon diterimanya, dari nomor yang sangat familiar meski sudah berpuluh-puluh hari absen dari kontak terakhir yang dia hubungi. Bukan perkara yang mudah baginya, menuruti semua ucapan dengan nada suara sang ibu yang lebih terdengar gusar. Mungkin ia kecewa dengan apa yang terjadi, lantas ponselnya dimatikan. Permintaan untuk pulang ke rumah lebih cepat itu ditolaknya.

Ini adalah kali kesekian dia mengeluarkan tangannya untuk mengusap pipinya, dingin itu terasa kurang nyaman di pipi dan hidungnya saat ini. mungkin pilihan untuk pergi ke suatu tempat asing alih-alih apartemen Minseok adalah pilihan yang buruk. Kini dia yang merasakan kesulitan akibat ulahnya sendiri.


(ah, begitu kah?)


Kemudian, sesuai dengan tujuan awal; mendinginkan kepala, Yoonseok memutuskan untuk tetap menyusuri tepian jalan. Tapi langkahnya terhenti sebentar, dia mendongakan kepalanya, memejamkan mata sejenak. Lelah… rasanya, benar-benar melelahkan.



__________________
#4, drifting through winter; outskirt of city.

--------------------
I feel like I’m alone ;
I don’t want to make it obvious to you I’m used to just holding it in
PM
^
Han Woojin
 Posted: Dec 11 2017, 10:08 PM
Quote
send pm // Offline
23 posts
28 years old
photographer
ID: wolframx
not looking
New Citizen

430 points
Awards: 1



Sudah beberapa bulan Woojin lepas dari rutinitas nerakanya, yang hanya berkutat di runway gelap dan bandara. Tapi kali ini tidak ada lagi jadwal-jadwal padat yang membuatnya lupa esensi kenapa dia memegang kamera sejak awal, hanya ada dirinya dan sepasang lensa sederhana yang dibawanya ke berbagai tempat. Alam selalu membuatnya kembali tenang, foto-foto yang hanya ada untuk memanjakan matanya sendiri tanpa perlu menunggu persetujuan editor lain. It feels good.

Hari ini pun bukan pengecualian, dengan kamera yang hampir tidak pernah lepas dari wajahnya, Woojin mengambil setiap sudut. Dia bahkan lupa sudah berapa lama dia berkelana, atau berapa jauh dia berjalan dari rumahnya. Yang dia sadari hanya pemandangannya sedikit berbeda, lebih jarang orang-orang berlalu lalang, dan rasanya suhu terasa sedikit lebih dingin. Ah, bodohnya dia, hanya memakai sweater dan jaket yang tidak cukup menghalau dinginnya suhu Seoul di akhir Desember. Tapi sejak kapan Woojin peduli hal sekecil itu?

Sesosok manusia lain memasuki fokus kameranya, satu-satunya yang Woojin lihat sejak beberapa menit lalu. Sosok berdiri mematung, matanya terpejam dengan kepala yang mendongak ke arah langit, dan jari Woojin bergerak—menyiapkan fokus, mengambil gambar, bahkan tanpa tahu siapa orang di hadapannya. Setelah dua take, barulah dia beranjak pada orang tersebut dengan pegangan mantap di kameranya.

There's something intriguing about the man—boy?—in front of him.

"Permisi, boleh saya mengambil foto anda sebentar?"

--------------------

the truth is you're helpless
The worse part is you can't see that you are flawed

PM
^
Park Yoonseok
 Posted: Dec 11 2017, 10:43 PM
Quote
send pm // Offline
196 posts
19 years old
SNU's international relations.
ID: jjamseok
heartbroken
Citizen

3260 points
Awards: 11



Dia pernah mendengar orang bicara mengenai betapa hangatnya saat matahari menerpa, kemudian mata dipejamkan sejenak untuk beristirahat dan menikmati suara-suara yang ada. Sayup-sayup suara kendaraan bermotor terdengar dari kejauhan, juga suara burung yang entah bagaimana mash bisa hidup di suhu sedingin ini di alam liar, dan suara langkah kaki seseorang yang kemudian masuk ke dalam timpaninya.

“Eh...?,” maaf, rasanya seperti salah dengar. Yoonseok menatapi orang yang terlihat sangat asing di matanya itu dengan agak bingung, keningnya berkerut dengan alis bertaut. Bertanya-tanya. Dalam cuaca dingin seperti ini apa kiranya yang dilakukan seorang laki-laki dengan kamera, sweater dan jaket yang tidak terlihat setebal miliknya. Ujung hidung miliknya sudah agak memerah dan cukup mati rasa, udara dingin Seoul tidak pernah menjadi ramah untuk mereka yang seolah menantang alam pada cuaca seperti ini. Hitam adalah warna favorit yang sedang mendominasi pakaiannya, hitam juga adalah warna yang menyerap hangat lebih mudah, sebab itu dikenakannya hari ini.

Kemudian, ia mengangguk, memberikan jawaban, “Boleh...,” meski sebenarnya dia masih tidak tahu apa esensinya. Yoonseok tidak merasa memiliki fisik yang menarik, meski beberapa orang meyakinkannya kalau dia pantas ikut dalam casting film indie yang sempat dijalaninya beberapa bulan yang lalu. Tapi tetaplah insecure, rasa percaya diri atas dirinya sendiri itu jauh lebih rendah dari ukuran sol sepatu olahraga yang selalu dikenakannya.

“Saya harus—bagaimana?,” bertanya hati-hati, dia ini, sungguh, awam dalam hal seperti ini. Dimintai fotonya untuk diambil, rasanya canggung sampai tangannya yang bersembunyi di dalam sakunya itu mengepal karena gugup.

--------------------
I feel like I’m alone ;
I don’t want to make it obvious to you I’m used to just holding it in
PM
^
Han Woojin
 Posted: Dec 11 2017, 10:56 PM
Quote
send pm // Offline
23 posts
28 years old
photographer
ID: wolframx
not looking
New Citizen

430 points
Awards: 1



Butuh waktu beberapa lama bagi Woojin untuk menyadari bahwa permintaannya bukanlah sebuah permintaan yang awam diucapkan oleh orang asing di jalan. Terbiasa dengan model-model di studio membuatnya mengira bahwa setiap orang dapat mengikuti perkataannya dengan mudah, walau tidak begitu adanya. Raut bingung di wajah pemuda di hadapannya lah yang membuatnya tersadar.

"Maaf ya, saya hanya butuh beberapa gambar," ujarnya, walaupun dia tidak yakin apakah kalimat itu bisa membuatnya terdengar lebih... tidak membingungkan. Untung saja diperbolehkan, Woojin tidak tahu dia harus membalas apa kalau pemuda ini menganggapnya laki-laki aneh. Pakaiannya sama sekali tidak membantu menurunkan kecurigaan pula.

"Tidak perlu apa-apa, seperti biasa saja. Tapi saya tetap harus mendapat izin anda untuk foto saya," tambahnya lagi. Kode etik yang masih dipegangnya, dia ingat beberapa koleganya yang sempat mendapat protes karena mengambil foto dari model yang tidak terima menjadi subjek karyanya. Walaupun ini bukan untuk bahan publikasi, tapi Han Woojin tetaplah orang kaku yang terlalu patuh pada prinsip sendiri.

Dia mengambil beberapa langkah mundur pada posisinya semula, dengan lensa yang masih terfokus pada pemuda asing. "Kalau anda nanti merasa cukup atau keberatan, anda juga bisa meminta saya untuk berhenti."

Sudah cukup dengan perilaku aneh Han Woojin, jangan sampai dia dikira camera freak yang hanya memakai tiga lapis pakaian di bulan Desember.

--------------------

the truth is you're helpless
The worse part is you can't see that you are flawed

PM
^
Park Yoonseok
 Posted: Dec 11 2017, 11:21 PM
Quote
send pm // Offline
196 posts
19 years old
SNU's international relations.
ID: jjamseok
heartbroken
Citizen

3260 points
Awards: 11



“Ah, tidak apa-apa... saya senang kalau bisa membantu.”

Sebenarnya Yoonseok tidak banyak menaruh curiga pada laki-laki di hadapannya, tidak juga takut tersirat dari sorot matanya. Baginya yang berdiri di hadapannya bukanlah orang yang benar-benar sanggup melukainya. Meski pakaiannya sungguh amat membuatnya khawatir, Yoonseok hanya berpatok pada sebuah kamera di tangannya. Tidak mungkin orang jahat, kamera di tangannya itu setahunya adalah kamera yang sangat mahal. Orang iseng semata tidak akan sanggup beli benda seperti itu. Karenanya Yoonseok akan sedikit menaruh percaya, sambil sedikit-sedikit ia mencoba menghapal lekuk wajah sosok asing di hadapannya.

“Hanya itu?,” Yoonseok kemudian membenarkan posisi scarf hitam yang dikenakannya menutupi hampir pada bibir tingginya. Dinginnya cuaca Seoul hari ini seharusnya adalah pelajaran baginya dari hari-hari sebelumnya, bahwa setiap hari akan bertambah dingin tanpa ampun. Kemudian agak dibetulkan supaya tidak ada yang aneh posisi pakaiannya, dan Yoonseok mulai menarik napasnya agak dalam. “Tapi, tidak masalah kalau ingin mengarahkan saya harus kemana dan seperti apa,” begitu ucapnya, menyetujui segala ucapan si orang asing.

Dengan langkah mundur yang diambil, Yoonseok mulai berusaha menyesuaikan dirinya dengan teritori kecil yang seolah dijadikan studio foto darurat. Melirik cahaya yang datang dan apa yang bisa dilakukan, Yoonseok menarik napas lebih dalam lagi, mencoba untuk lebih tenang dalam menanggapi urusan seperti ini.


Ini adalah kali pertamanya, tapi kamera tentu bukan yang pertama.

Tidak lupa tersenyum, Yoonseok mengiyakan permintaan sosok asing itu lagi, “Baiklah, thank you for your concern.”

--------------------
I feel like I’m alone ;
I don’t want to make it obvious to you I’m used to just holding it in
PM
^
Han Woojin
 Posted: Dec 11 2017, 11:40 PM
Quote
send pm // Offline
23 posts
28 years old
photographer
ID: wolframx
not looking
New Citizen

430 points
Awards: 1



Sebuah senyum tipis diberikannya atas tawaran dari pemuda asing di hadapannya, diikuti sebuah gelengan pelan. Woojin tidak ingin ada arahan darinya kali ini. Jika dia memang menginginkan subjek foto tertentu, dia sudah memiliki beberapa tawaran klien dan model yang siap diberdayakan. Tidak, Woojin hanya ingin sebuah foto dengan makna yang mengalir tanpa perlu diarahkan. Foto yang mampu menangkap dinginnya salju yang turun tanpa perlu titahan darinya.

Hal kedua yang disadari Woojin adalah betapa biasanya orang-orang akan terlihat kikuk di depan kamera. Biasanya manusia tidak terlihat alami saat menyadari bahwa dirinya diawasi dan pergerakannya direkam. Model kawakan pun membutuhkan beberapa detik untuk membiasakan diri dengan lensa, terlebih lagi orang awam. Kendala yang muncul setiap kali dia menegakkan prinsipnya itu, dan pemuda di hadapannya pun bukan pengecualian.

Tapi apalah, Woojin tidak akan bisa menghindari hal semacam ini. Sekali lagi, kalau dia memang menginginkan seorang profesional, dia sudah punya beberapa baris tawaran dan model yang siap menjadi subjeknya.

Kameranya kembali di depan wajah, pada sudut dengan penerangan cukup dan fokus yang mengarah pada subjek barunya hari ini. Tidak ada lagi kata-kata yang ditawarkannya, hanya diam yang ditawarkan diselingi suara semilir angin musim dingin dan suara tombol yang ditekan beberapa kali.

--------------------

the truth is you're helpless
The worse part is you can't see that you are flawed

PM
^
Park Yoonseok
 Posted: Dec 11 2017, 11:51 PM
Quote
send pm // Offline
196 posts
19 years old
SNU's international relations.
ID: jjamseok
heartbroken
Citizen

3260 points
Awards: 11



Pinggiran kota kelahiran tidak pernah menawarkan pemandangan yang terlalu indah, tapi tidak seburuk dengan apa yang bisa ditemukan di salah satu pelosok daerahnya. Mungkin itu yang menarik orang asing itu datang kemari, dengan berbekal jaket yang tidak tampak sanggup melindunginya dari cuaca dingin bulan desember. Yoonseok tidak akan menyebut kalau laki-laki di hadapannya sedang cari mati, mengingat bagaimana raut wajahnya, Yoonseok yakin sekali kalau dia adalah orang dewasa yang paham apa saja yang tubuhnya bisa lakukan.

Termasuk berjalan di hari dingin dengan salju di bahu jalan, termasuk yang berada di bawah kakinya saat ini.

Mungkin mereka tidak adalah bedanya. Barangkali keduanya sama-sama berada di sini karena alasan yang sama: berlari. Yoonseok kembali memejamkan matanya, berusaha mengusir isi kepalanya yang sedang menerka-nerka identitas orang asing tersebut. Meminta dirinya untuk diambil fotonya, kadang, orang-orang yang datang kehadapannya punya preferensi yang agak aneh. Kwon Soohyun adalah satu diantaranya, dia tidak lantas lupa dengan bagaimana memaksanya Soohyun agar Yoonseok mengikutinya pergi ke suatu restoran di tengah area terlarang bagi anak-anak seusianya. Berbahaya benar, tapi Yoonseok tidak bisa menolak sama sekali.

Hari ini pun, si orang asing, tidak jadi yang pertama, sama halnya dengan kameranya.

Udaranya dihirup, perlahan. Yoonseok tahu sebuah kamera sedang di arahkan padanya, kemudian dia bergerak senatural mungkin seraya perlahan meraih scarfnya untuk membetulkan posisinya lagi, melirik ke arah lain yang bukan kamera. Mungkin hanya sebentar, atau masih lama, Yoonseok tidak berani bertanya, sosok asing itu sudah mengunci mulutnya duluan sebelum dia bisa bertanya.

--------------------
I feel like I’m alone ;
I don’t want to make it obvious to you I’m used to just holding it in
PM
^
Han Woojin
 Posted: Dec 12 2017, 12:03 AM
Quote
send pm // Offline
23 posts
28 years old
photographer
ID: wolframx
not looking
New Citizen

430 points
Awards: 1



Woojin tidak sadar berapa lama dia berdiam di tempat yang sama, sesekali mengubah sudut kameranya atau bergerak selangkah-dua langkah untuk mengambil perspektif berbeda, dan bibirnya terkunci rapat seperti biasanya setiap kali dia bekerja. Subjek dadakannya kini diperhatikannya baik-baik, pada setiap postur maupun gestur kecil yang bisa ditangkap kameranya. Ada sebuah cerita di baliknya, dan Woojin ingin mengetahui cerita itu dari bidikannya. Woojin ingin tahu apa yang bisa dibeberkan sang pemuda hanya dari sorot mata dan bahasa tubuhnya.

Mungkin sudah cukup lama dia berdiam diri, yang jelas begitu dia menurunkan kameranya dengan puas kakinya terasa cukup pegal. Jelas, yang jadi sandarannya bukan lantai studio dengan penghangat melainkan aspal yang ditutupi salju tipis. Woojin pun baru menyadari dinginnya udara, karena ujung-ujung jarinya mulai mati rasa. Pemuda asing itu saja masih terlihat kedinginan dengan baju setebal itu, apalagi Woojin.

Ah well. The thing he does for art.

"Maaf menunggu lama," ujarnya sembari berjalan pada si pemuda, menawarkan senyum tipis. Tidak enak juga, mungkin dia sebelumnya tidak menyangka ada orang yang akan secara tiba-tiba menawarkannya untuk jadi model dadakan. Kalau sehabis ini dia meminta imbalan upah, sepertinya Woojin harus memberikannya.

"Terima kasih sudah mengiyakan permintaan saya. Anda mau lihat hasilnya? Kalau ada gambar yang rasanya tidak puas atau apa, akan saya hapus segera."

--------------------

the truth is you're helpless
The worse part is you can't see that you are flawed

PM
^
Park Yoonseok
 Posted: Dec 12 2017, 12:19 AM
Quote
send pm // Offline
196 posts
19 years old
SNU's international relations.
ID: jjamseok
heartbroken
Citizen

3260 points
Awards: 11



Yoonseok masih kurang paham bagaimana caranya berdiri di depan kamera. Satu kali pernah mendengar, mereka bilang, ceritakan saja apa yang mau kau ceritakan lewat gestur tubuh, ekspresi, dan sorot mata. Tapi dia masih tidak mengerti, sedikit yang ia pahami adalah bagaimana kemudian semuanya terlihat seperti tidak setengah-setengah. Karenanya kalau kemudian sikap yang diberikan adalah bagaimana kata kesepian itu menelusup lewat sorot mata dan tangan yang tadi membantunya memperbaiki letak scarfnya. Beberapa gerakan lagi, dan yang berusaha Yoonseok tidak sadari adalah keberadaan si orang asing dengan kamera yang senantiasa mengikuti pergerakannya.

Meski demikian, dia sanggup untuk mendapati sosok laki-laki asing itu memberikan gerakan lagi yang membuahkan atensinya. Yoonseok menoleh, mendapati sosok asing itu bergerak mendekat dan tersenyum tipis padanya. Dengan canggung dia membalasnya, lengkap dengan tundukan kepala yang dilakukan secara impulsif. Apalah dia ini, hanya seorang yang dimintai bantuan oleh orang yang sama-sama lewat di tempat yang sama. Ia pikir ini semua hanya kebetulan.

Benar, kan?

“Ah, boleh kah?,” melihat hasilnya. Melihat bagaimana dia terlihat dari sudut pandang orang asing di tadi memotret dirinya. Yoonseok beranjak mendekat, tidak terlalu dekat namun cukup bagi mereka berdua untuk berbagi kata lagi. Tangannya lantas masuk ke dalam saku mantelnya, ponselnya di dalam diam-diam dinyalakan kembali olehnya. Bukan karena dia mulai waspada, hanya saja rasanya dia sudah... harus berhenti berlari.

Sudah cukup jalan-jalannya?...


Omong-omong, apa dia boleh meminta hasil fotonya ya...?

--------------------
I feel like I’m alone ;
I don’t want to make it obvious to you I’m used to just holding it in
PM
^
Han Woojin
 Posted: Dec 12 2017, 12:31 AM
Quote
send pm // Offline
23 posts
28 years old
photographer
ID: wolframx
not looking
New Citizen

430 points
Awards: 1



Gambar yang diambilnya tidak mengecewakan. Woojin memang memiliki rasa bangga tersendiri pada bakatnya, namun tentu saja setiap karya tidak lengkap tanpa subjeknya sendiri. Untuk standar orang awam yang diminta menjadi model dadakan, Woojin mendapatkan beberapa gambar menarik. Jika dia masih aktif di bidang fine art, dia bisa saja menaruh foto-foto ini dalam portofolionya.

Tapi sudahlah, anggap saja ini karya iseng-iseng untuk mengasah kemampuannya.

Dia tertawa menanggapi pertanyaan si pemuda, yang jika dilihat lebih dekat tampak jauh lebih muda darinya, bahkan mungkin lebih muda dari adik perempuannya sendiri. "Tentu saja boleh, ini kan foto anda juga," ujarnya dengan nada setengah becanda. Cerita yang dia sampaikan di foto-foto ini mungkin berbeda dari kenyataan yang dipikul dari pemuda asing di hadapannya, atau mungkin mendekati kenyataan, dan Woojin ingin tahu pendapatnya mengenai cerita yang didapatnya.

"Kalau anda mau, saya mungkin bisa mencetaknya dan memberikannya untuk anda... ah, maaf," tangannya kemudian disodorkan, menyadari kelancangannya belum memperkenalkan diri. Terlalu impulsif jika memegang kamera memang, Han satu ini. "Saya sampai lupa memperkenalkan diri. Nama saya Han Woojin. Anda?"

--------------------

the truth is you're helpless
The worse part is you can't see that you are flawed

PM
^
1 User(s) are reading this topic (1 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (3) 1 2 3 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.