Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Park Jihee, Citizen/Female/1995/DONE
Park Jihee
 Posted: Jun 13 2017, 10:07 PM
Quote
send pm // Offline
1 posts
22 years old
mahasiswi
ID:
single
New Citizen

20 points
Awards: None


Park Jihee
CITIZEN, Seoul, 1 April 1995


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Jihee
tinggi/berat (cm/kg): 172cm/55kg
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: Semua orang mengenal Ji Hee sebagai gadis yang hobi bersenang-senang seperti clubbing, ke salon, karaoke, shopping dan pergi konser bersama teman-temannya. Ji Hee juga suka jogging pagi sekaligus cuci mata mencari pria tampan. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa gadis ini juga gemar membaca novel thriller dan misteri.
Hal yang disukai: Tantangan, kemenangan dan mengejar pria tampan. Semakin sulit untuk mendapatkan sang pria, Ji Hee semakin menyukainya.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci:
  • Hal yang tidak disukai: Pria yang terlalu mudah didekati. Pria kaya yang suka pamer harta orang tuanya.
  • Hal yang ditakuti: terperangkap di dalam lift sendirian. Pernah terjebak di dalam lift dan semenjak itu was-was jika tertimpa kejadian yang serupa saat berada di dalam lift.
  • Hal yang dibenci: Kekalahan.
Deskripsi sifat karakter: Tipikal happy-go-lucky girl, mudah tertawa, dan senang melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ambisius, jika menginginkan sesuatu seperti menyukai cowok yang menurutnya saat itu adalah cowok keren dan tipenya, Jihee akan berusaha untuk mengejar dan mendapatkannya. Meskipun berasal dari keluarga kaya, Jihee adalah gadis yang low profile terlepas dari hobinya yang suka bersenang-senang, Jihee tidak akan menyampaikan secara gamblang tentang keluarganya.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

"Keluargaku adalah adalah pemilik resort hotel di Busan, di kampung halaman ayah saya. Bukan hotel bintang lima, mungkin hanya sekelas motel." Jihee tertawa. "Hahaha, Appa akan mengamuk jika aku mengatakan hal tadi. Keluarga saya memiliki resort dan hotel di berbagai wilayah Korea Selatan. Salah satunya di Busan dengan kelas bintang lima.

Appa dan Eomma sejak aku kecil sering berpergian keluar negeri untuk berburu karya sendiri. Mereka adalah kolektor barang-barang seni dan memiliki galeri yang memajang hasil 'buruan' mereka. Aku dan Hyun Oppa terbiasa ditinggal oleh Appa dan Eomma."

Jihee pernah mendengar bahwa orang tuaku terlibat dengan orang-orang Kkangpae, tapi dia tidak percaya begitu saja. Maksudku, untuk apa mereka melakukannya? Appa dulunya memang miskin sekali, tinggal berdua saja dengan Halmeoni di Busan, namun kemudian memiliki karier yang sukses dan bertemu Eomma. Appa dan Eomma adalah orang baik. Mereka adalah orang yang taat hukum dan sukses.

"Dan sangat sibuk sekali…"

Wajah Jihee sekilas terlihat murung namun ia kembali seperti sedia kala.

Ji Hee tersenyum lagi. "Tapi, tidak apa-apa. Sesekali aku memang merindukan makan bersama dengan Appa dan Eomma. Tapi, Hyun Oppa sering membawa teman-temannya dan mengajakku main jadi aku tidak pernah kesepian. Hahaha. Hyun Oppa selalu memiliki stok teman-teman yang tampan dan cerdas."

"Sekarang bekerja sebagai dokter bedah di rumah sakit Seoul. Dia adalah kakak yang baik, sangat baik malah. Sering memanjakanku dan mengabulkan keinginanku. Dia juga anak kesayangan kedua orang tuaku karena kecerdasan dan prestasi yang sering diraihnya."


"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

"Masa kecilku sangat menyenangkan. Aku selalu memiliki banyak teman dan sahabat. Walaupun kenakalan juga telah berteman denganku sejak kecil. Aku pernah membuat menangis seorang anak perempuan saat aku berada di Youchiwon dan dia mengadu kepada orang tuanya. Ayahku sampai harus datang ke sekolah karena orang tua si anak perempuan meminta pertanggungjawaban. Meskipun tidak terlalu membantu banyak, aku senang dua anak perempuan lainnya membelaku dan sampai sekarang aku masih bersahabat dengan mereka. Aku tidak tahu apakah sahabat-sahabatku ini mengingatnya, tapi aku tidak akan pernah lupa dengan kejadian ini. Hahaha."

"Ada lagi, satu kejadian yang tidak pernah aku lupa..."

Jihee pernah terjebak di dalam lift sendirian di salah satu hotel milik keluargaku di Pulau Jeju selama dua jam. Dan sampai sekarang, ia tidak bisa naik lift sendirian tanpa merasa sesak napas dan pusing. Biasanya ia bersama seseorang dan mengajaknya mengobrol selama berada di lift.

"...bukan hal yang penting juga. Lanjut ke pertanyaan selanjutnya saja."


"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

"Aku tidak memiliki kriteria khusus. Yang penting sempurna tapi manusiawi. Agak membingungkan yah? Tidak terlalu sempurna, tapi bukan yang parah-parah juga. Baik oke asalkan tidak membosankan."

Jihee pernah berkencan dengan seorang dokter muda yang sedang menjalani pendidikan dokternya. Dia tampan, cerdas, ramah, tapi sibuk sekali. Pertama-tama, Jihee selalu menanti-nantikan bertemu dengannya. Tapi, yah, dia baik sekali. Sering meminta maaf pada Jihee karena kesibukannya dan meminta maaf untuk hal-hal tidak penting seperti Jihee yang dengan sengaja menumpahkan soju di celananya saat kami sedang berkencan. Kemudian, aku mencampakkannya. Ia bosan. Menurutnya pria ini terlalu baik dan tidak manusiawi.

Ji Hee juga pernah berkencan dengan seorang pialang saham. Dewasa, mapan, dan tampan. Tapi ia bosan mendengar pria ini memamerkan segala properti yang dimilikinya.

"Sampai saat ini aku belum menemukan seseorang yang berkencan terlalu lama denganku. Yang paling lama lima bulan dengan si dokter dan paling singkat hanya satu jam."

Ji Hee melotot. "Yhaaa? Kau tidak akan menanggap kisah cintaku menyedihkan, kan?"


"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

"Saat ini aku sedang kuliah di universitas swasta di Seoul jurusan hukum. Jika masuk penjara selama tiga jam kau sebut prestasi, ya, mungkin saja. Haha. Aku pernah dituntut oleh seorang cowok--yang ternyata anak mami--sebagai penguntit."

"Aku tidak pernah mendapatkan prestasi apa-apa. Hahaha. "


"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

"Apa yah? Hahaha aku belum terlalu memikirkannya. Orang tuaku mau aku menjadi seorang pengacara dan memiliki kantor sendiri atau meniti karier di bidang politik. Tapi, aku masih ingin bersenang-senang. Yang penting lulus kuliah dulu deh. Dan memiliki pacar yang tampan dan tidak membosankan."


ROLEPLAYING SAMPLE

Seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh keluar dari klinik itu tanpa mempedulikan sekelilingnya. Wajahnya merah dan hidungnya terlihat berair. Hanya ada Ji hee yang sedang menunggu di ruang tunggu dan seorang resepsionis yang terlihat terbengong-bengong menatap kepergiaan punggu sang wanita hingga menghilang dari pintu utama yang menyisakan bunyi bedebum pelan.

Lantas, Ji Hee bangkit dari tempat duduknya. Hanya ketukan bunyi stiletto merah yang dikenakannya bergema di lantai, meninggalkan resepsionis yang bahkan belum mempersilakannya masuk. Barangkali masih syok dengan pertengkaran antara ibu dan anak yang baru saja di dengarnya dari balik dinding ruang praktik dokter. Seolah tidak terpengaruh dengan pertengkaran tersebut, Ji Hee melangkah tenang dengan punggung yang ditegakkan menuju ruangan di mana si dokter bekerja.

Dokter muda yang biasanya dipanggil Jun Oppa itu menggaruk belakang kepalanya gusar. Dan tercengang tatkala Ji Hee menemukannya saat berantakan. Pertemuan pertama, Ji Hee dengan sengaja mendatangi kliniknya dengan alasan giginya yang ngilu jika makan pedas dan dingin. Hanya alasan tentu saja. Usaha yang cukup berhasil karena ia berhasil mendapatkan nomor hpnya. Pertemuan kedua, Ji Hee datang lagi dengan alasan ia berpikir untuk memakai kawat gigi saja dan meminta konsultasi cara merawat gigi yang baik. Pertemuan ketiga mereka berkencan. Dan pertemuan keempat, yah, mungkin ini pertemuan yang terakhir.

“Oppaa.” Ji Hee tersenyum. Manis. Ia menyibakkan rambutnya dan memperlihatkan bahunya yang terbuka.

Derap langkahnya mendekat. Wajahnya berubah datar dan tanpa ekspresi.

PLAK!!!

Sebuah tamparan diberikannya.
 
“Laki-laki yang membentak ibunya dan tidak bisa menghargai ibunya sendiri, bagaimana bisa menghargai seorang perempuan.”
 
“Selamat tinggal, Oppa.”
 
Ji Hee berbalik dan keluar dari klinik itu tanpa menoleh ke belakang.

--------------------
jazmine | joona
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Jun 15 2017, 01:30 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
37 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken
Administrator

840 points
Awards: None


Halo Jihee, namamu tidak sesuai dengan ketentuan registrasi. Silakan ajukan perubahan nama ke layanan karakter agar bisa sesuai.

Kemudian, pada bagian deskripsi karakter ada typo yang sebaiknya diperbaiki dan dilengkapi. Silakan dilengkapi, kemudian notifikasi staf via shoutbox agar staf dapat mengeceknya kembali.

Terima kasih!
PMEmailWebsite
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Jun 16 2017, 12:25 PM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image

PM
^
1 User(s) are reading this topic (1 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.