WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 In Boram, Citizen/Female/2001/Done
In Boram
 Posted: Nov 19 2017, 07:07 AM
Quote
send pm // Offline
36 posts
17 years old
Bendahara kelas 2-3 SMA Guro
ID: talisman | boraboram
happily dating myself
Citizen

1060 points
Awards: 2



In Boram
CITIZEN, SEOUL, 10 April 2001


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Boram.
tinggi/berat (cm/kg): 163cm/46kg
Status: Belum menikah.
Nama wali: -
Hobi: Mengurus urusan rumah tangga (awalnya terpaksa karena keadaan), mengoleksi post card dari luar negeri.
Hal yang disukai: Barom (ssst, diam-diam saja ya!), post card, teman-temannya, kelopak bunga yang berjatuhan di akhir musim semi.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Terlihat lemah, berutang, bully-ing.
Deskripsi sifat karakter: Despite her soft appearance, Boram is very independent, sassy, and stubborn. Keadaan keluarganya membentuk Boram menjadi mandiri meski prosesnya sangat tidak mudah. Sewaktu SD teman-temannya mengejek keadaan keluarganya, Boram memilih memendam dan mendendam. Perlahan, akhirnya sekarang dia akan membuka mulut untuk membela dirinya sendiri alih-alih Barom. Dia selalu ingin terlihat kuat agar tidak membuat Barom khawatir karena sewaktu kecil dia hanya bisa menangis di depan Barom. Dia sangat rajin dan ulet. Kepergian ibunya memaksanya untuk mengurusi urusan rumah tangga. Dibandingkan menjadi saudari kembar Barom, dia terlihat seperti pengganti ibunya yang sering mengatur Barom. Tipe pemimpin (ENFJ-natural born leader). Selalu overthinking dan mudah tersinggung. However, despite her rough interior, at her core, Boram is devoted and loyal to those she loves.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
"Selamat siang," sapanya lebih dulu sembari mengangguk. "Sekarang aku tinggal bersama dengan Abeoji dan Barom. Kami tinggal di flat di pinggiran Guro. Bertiga." Dia tidak ingin menceritakan kepergian Eomonni. "Nggak terlalu mewah, tapi sangat cukup.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
(untuk karakter dengan orientasi seksual tidak umum, jelaskan juga latar belakangnya di sini.)
"Masa kecil, ya?" Dia tersenyum manis. "Baik-baik saja. Buktinya aku baik-baik saja, kan, sekarang?" Dia berbohong. Untuk apa juga menceritakan sesuatu hal yang membuat orang mengasihani? Toh, Boram bisa melalui itu semua. Untung ada Barom. Jadi, dia memiliki alasan untuk selalu terlihat kuat. Dia tidak ingin terlihat lemah hanya karena masa kecilnya buruk sewaktu Abeoji yang didatangi penagih utang. Sama sekali bukan ingatan yang menyenangkan. Pun dia mencoba menggantikan peran sang ibu untuk mengurus rumah tangga pada usianya yang baru saja sembilan tahun. Juga kejadian sewaktu SD dimana banyak yang sering mengolok-oloknya, dia hanya menangis karena hal itu di depan Barom.

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
(karakter dengan orientasi seksual tidak umum, jelaskan dengan rinci di sini.)
"Yang mapan dan nggak menyusahkan?" Dia tergelak pelan. "Kehidupan cinta, ya? Hmmm ... belum kepikiran sama sekali." Tepatnya, tidak ada waktu untuk suka-sukaan seperti itu. "Rasanya lebih baik waktu digunakan untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan dewasa, kan? Berat dan harus bisa tanggung jawab sendiri, kan?" Dia tidak ingin mengulangi kesalahan orangtuanya.

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
"Aku pelajar di SMA Guro bareng dengan Barom." Kemudian dia mendengus dan tersenyum penuh kemenangan. "Jangan samakan aku dengan Barom dan prinsipnya itu. Aku lebih rajin dan nilaiku lebih tinggi." Dia sebal dengan Barom yang kadang menggunakan alasan lahir lebih dulu agar Boram tidak dapat mengaturnya. "Sayangnya, aku nggak sekelas dengan Barom." Lega juga sebenarnya, jadi pemandangan tidak perlu diisi Barom lagi dan Barom lagi.

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
"Aku nggak mau hidup susah. Nggak mau ditindas dan diremehkan orang lain. Ya... nggak perlu kaya yang macam-macam. Realistis aja. Selama nggak merepotkan keluarga lainnya, itu sudah cukup." Sumpah. Boram tidak ingin mengikuti jejak Abeoji yang berutang dan dihantui penagih sampai membuat istri sendiri pergi meninggalkannya. Yang menjadi korban? Tentu saja anak-anaknya.

ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.

Sesungguhnya semalam ia sudah berencana untuk tidur cepat sehingga mendapatkan kuantitas delapan jam tidur, bahkan ia sudah memasang alarm pada ponselnya nanti pagi. Sayangnya, kebiasaan buruknya datang tanpa diundang. Tiba-tiba saja benaknya berbisik apakah tugas yang harus dikumpulkan minggu depan, minggu depan, itu sudah selesai dikerjakan atau tidak. Atau, memastikan bahwa ia sudah melipat rapi jemuran. Juga membayangkan apa yang harus dimasaknya keesokan harinya. Semuanya membuat In Boram terjaga sampai akhirnya keinginan untuk tidur cepatnya hanya ilusi semata.

Maka, pagi hari ini, tampangnya kusut bukan main. Rambutnya yang lurus pun sama kusut. Ia menyeret kedua kakinya sembari tangannya menggaruk-garuk perutnya, kaus tidur gombrang bagian bawahnya terangkat mengekspos kulit pucatnya sedikit. Matanya masih terlalu berat untuk terbuka sepenuhnya. Kini tangannya mengambil helai rambut poninya untuk dikucir, terlihat seperti antena. Tujuan utamanya adalah kamar mandi. Untuk membasuh muka dan hal lainnya.

Tidak seperti biasanya pintu kamar mandi terkunci. Ada orang di dalamnya. Padahal, Boram selalu bangun paling pagi untuk menyiapkan semuanya. Itu perannya semenjak ibunya angkat kaki dari keluarga ini. Kesalahan ayahnya yang ditanggung ramai-ramai sampai Boram dan Barom terkena getahnya.

"Barom?" Ia mengetuk pelan pintu kamar mandi. Kenapa ia bisa tahu yang di dalam sana adalah saudara kembarnya alih-alih ayah mereka? Suara dengkuran yang selalu menembus tembok itu milik sang ayah. Itulah mengapa Boram tahu. "Buruan dong! Aku mau pakai kamar mandinya juga!"

Barom, kan, hanya perlu waktu sekejap dan laki-laki itu sudah siap berangkat sekolah. Berbeda dengan Boram yang harus membersihkan, merapikan diri dan menyiapkan bekal. Lebih hemat bawa makanan dari rumah daripada jajan di sekolah. Uangnya lebih baik ditabung supaya nanti tidak menyusahkan. Boram tidak berminat hidup susah sampai tua. Setidaknya, ketika ia sudah mulai beranjak dewasa dan keluar dari rumah ini, ia sudah memiliki uang yang cukup.

Pagi-pagi, hidupnya sudah menjadi cobaan. Untungnya, ia menyadari adanya satu kartu pos di meja tertumpuk koran. Ia mendapatkan kartu pos dari luar negeri! Salah satu hiburan sekaligus hobinya adalah mengumpulkan kartu pos dari mereka yang tinggal di luar Korea Selatan secara acak. Siapa tahu dengan mengoleksinya, Boram bisa mengunjungi tempatnya satu per satu.

--------------------
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Nov 20 2017, 02:08 PM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.