WBEnt x Seoul 2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Eom Hael, citizen / female / 1996 / done
Eom Hael
 Posted: Nov 19 2017, 07:28 AM
Quote
send pm // Offline
31 posts
21 years old
siswi keperawatan orang lansia; Yonsei's pshycology major
ID: fireflies
heartbroken
Hiatus

310 points
Awards: None


Eom Hael
CITIZEN, Seoul, 24 Desember 1996


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Hael, Briel (Gabrielle)
tinggi/berat (cm/kg): 165cm / 46kg
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: Mengoleksi bunga kering dalam bentuk pembatas buku, membaca, memasak, travelling, mengumpulkan barang-barang yang ia anggap menyimpan memori indah untuk nantinya dilihat kembali saat menginginkannya, berendam dalam waktu lama (lalu memasukkan kepalanya ke dalam air hingga batas akhir nafas yang ia biasa, ini merupakan rahasianya).
Hal yang disukai: Teh darjeeling dan earl grey, warna pastel atau yang senada dengan musim semi, bunga baby's breath, gardenia dan dandelion, foto polaroid, novel klasik, perpustakaan, musik dengan alunan nada lembut, tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjunginya.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Ayahnya, kondisi bising, menolak permintaan orang lain, darah, ruangan yang sempit dan gelap, halilintar, almarhumah ibunya dibincangkan secara buruk.
Deskripsi sifat karakter: Seperti gadis normal sebayanya, hangat, ramah. Lingkungan tempatnya bertumbuh membuatnya tumbuh lebih dewasa lebih cepat sebelum waktunya, memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan melapisi ekspresinya di samping situasi yang tidak disukainya sekalipun. Statusnya sebagai putri tunggal pria pemilik perusahaan besar tak membuatnya congkak, malahan sebaliknya, egois merupakan hal terakhir yang akan terpikir olehnya. Rendah hati, sederhana, well-mannered. Kepekaan dan kepeduliannya tinggi, ia tak akan sungkan mendahulukan yang lain meski dengan itu mengorbankan dirinya sekalipun. Hal ini ikut membawanya dalam dampak negatif berupa; tak pernah dapat berkata tidak dan menyimpan sendiri kesedihannya.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
"Selamat pagi," agak sedikit bingung pandangannya memindai si penanya, tapi rasanya tidak sopan bertanya balik mengenai mengapa ia ditanya begini, "saya tinggal berdua saja dengan abeoji. Eomma sudah lama meninggal, sewaktu saya duduk di bangku sekolah dasar. Saya anak tunggal. Sepi? Benar, saya merasakannya sekali. Sebab itu saya suka berkunjung ke rumah saudara, tak pernah benar-benar berdiam di rumah."

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
Sejenak ia terdiam, meski senyuman tak pernah lepas dari bibirnya. "Menyenangkan. Seperti anak perempuan sebaya saya pada umumnya saja?"

(Sejak ia kecil, ia tahu bahwa ayahnya memiliki banyak affair dengan perempuan lain. Kedua orang tuanya menikah karena perjodohan, tapi ibunya, Jeon Haseul mencintai ayahnya bahkan sebelum mereka dijodohkan. Eom Jungjin tak pernah memberi perhatian yang pantas pada istrinya, selalu memberitahu sibuk meski sesungguhnya tengah menghabiskan waktunya dengan wanita lainnya. Haseul tak pernah sekalipun memprotes, bahkan mengeluh padanya. Hael mengenal ibunya sebagai sosok yang senantiasa tersenyum, bahkan saat beliau memotong nadinya di dalam bathtub kamar mandi.

Ia ingat malam itu tak dapat tidur, datang ke kamar ibunya untuk memintanya membacakan buku dongeng namun yang ditemuinya adalah air yang menggenang, membasahi karpet putih kamar tidur ibunya hingga berubah menjadi merah.)

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
"Saya," terlintas sosok seorang pemuda dalam benaknya, dan secepat itu pula ia memikirkannya, Hael berusaha fokus pada pertanyaan agar tak menunda waktu orang di hadapannya lebih lama karena lamunan bodohnya, "memiliki seseorang yang disukai," merah tipis mewarnai kedua pipinya, seperti kembali pada remaja saja ia ini, "agak terdengar memalukan, tapi mengingat dia saja sudah cukup membuat saya senang. Mm, sepertinya dia tidak tahu, biarlah. Cukup saya saja dan ah, mungkin anda?" Tawanya halus, dengan jari telunjuk yang diletakkan di depan bibir, meminta si penanya merahasiakan untuknya. "Sudah cukup bagi saya jika melihatnya bahagia."

(Untuk memperkuat bisnis ayahnya, sejak kecil ia sudah ditunangkan dengan seorang anak laki-laki lainnya. Akan tetapi sosok yang seharusnya menjadi tunangannya, Denise Park, tiba-tiba saja meninggalkan tanggung jawabnya dan pergi ke negara lain sehingga status tunangan itu kemudian diberikan pada adik dari Denise agar hubungan politik di antara kedua perusahaan tetap berlanjut. Hal itu baru saja diresmikan tahun ini.)

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
"Saya alumnus Yonsei di jurusan psikologi lalu saat ini saya sedang mengambil program khusus keperawatan untuk orang lansia. Di saat luang jika memang dibutuhkan, kadang kali saya akan membantu pekerjaan abeoji."

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
"Saat ini?" Ia berusaha berpikir dalam, apa ya... oh. "Travelling? Mengunjungi negara yang belum pernah saya kunjungi terdengar menyenangkan," masih banyak dalam daftarnya meski beberapa sempat disinggahinya sebelum ini, "bersama... seseorang..., " siapa, Hael? ".... Uh? Bicara melantur apa saya ini, sudah selesai? Terima kasih banyak atas kerja kerasnya."


ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.

Bangun pagi-pagi sekali Hael ini saat melangkah ke dapur dengan niatan mencoba resep yang diketemukan kemarin malam, bahkan pelayan rumah mereka masih lelap tertidur di balik selimut. Didapatinya salah seorang masuk ke dapur, bersiap menyiapkan sarapan pagi untuk tuan dan nona muda rumah sewaktu menyadari sosoknya di sana. Terkejut, pasti, lalu Hael takut punggung eonni itu akan berderik kesakitan dengan begitu banyaknya ia menundukkan tubuhnya.

"Tidak apa-apa, aku juga sudah hampir selesai kok."

Memang benar hanya panggangan terakhir ini saja lalu akan dibereskannya sedikit kekacauan yang ia buat sebelum ini. Namun, ia bahkan belum sampai menyentuh peralatan mencuci sewaktu Jihee eonni mendorongnya. Biar eonni yang melakukan, katanya. Terang saja ia hendak memprotes. Dapur jadi sedikit berantakan kan, karena ulahnya juga.

Kalah berargumen, ia pun kembali ke kamar setelah memasukkan satu per satu kue buatannya dengan hati-hati dalam sebuah plastik pembungkus. Nantinya akan dimasukkan ke dalam kotak agar terlihat manis. Tidak tahu apakah penerimanya akan suka tetapi sudah saja senyuman mampir di wajahnya. Senang karena memiliki alasan lain untuk kembali singgah ke kantor pemuda itu hari ini.



"Ah... sibuk, ya?"

Sayang, di meja sekretaris, penyataan itu lagi yang diberi. Lagi merupakan kata kunci di sini. Hingga saat ini Hael tak pernah benar-benar berkesempatan untuk bertemu dengannya. Entah karena alasan tak sedang berada di kantornya, atau sibuk, seperti sekarang.

"Kalau memang begitu, jangan diganggu. Saya hanya ingin memberikan ini, kalau tidak keberatan, tolong disampaikan?" Kotak biru muda kecil itu diletakkan di atas meja untuk disampaikan.


"Siapa?"

Dekatnya, didengar bisik-bisik gumaman tersebut. Mungkin mengira ia tak akan mendengarnya.

"Tunangannya, kudengar."

"Heol. Padahal sudah dibilang sibuk. Apa tak menangkap maksud kalau Nathaniel-nim pun nggak suka dia datang? Memaksa sekali."



("Briel, my Gabrielle. Eomma paling senang melihatmu tersenyum. Jadi, tersenyum lah, ya?")





"Terima... kasih." Senyumnya diukir, tulus.

This post has been edited by Park Minsu: Nov 20 2017, 06:47 PM

--------------------
you’re trying to patch up the holes in his heart
with trembling fingers and the blood keeps spilling you’re in love with a boy who is a prayer on your lips with no god to go to he’s golden as they come but he’s bleeding out and he’ll explode .
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Nov 22 2017, 04:15 PM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.