WBEnt x Seoul 2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Lim Juyeon, citizen/female/2000/done
Lim Juyeon
 Posted: Nov 19 2017, 10:03 AM
Quote
send pm // Offline
34 posts
N/A years old
ID:
single
Citizen

540 points
Awards: 1



LIM JUYEON
CITIZEN, SEOUL, 21 DESEMBER 2000


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Juyeon, Juju
tinggi/berat (cm/kg): 163/42
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: debat, main overwatch, main gitar, belajar bahasa inggris, baca buku, cafe-hopping, nonton film.
Hal yang disukai:
  • hujan
  • ayahnya
  • buah apel (yang manis)
  • gitarnya
  • komputer dan perangkat main gamenya
  • pelajaran bahasa inggris
  • stand-up comedy
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci:
  • ibunya (dulu)
  • musim panas
  • orang yang hanya berani bicara omong kosong
  • laki-laki yang meremehkan perempuan
Deskripsi sifat karakter: Pendiam namun passive-aggressive, sejak kecil merupakan korban emotional abuse oleh ibunya sehingga membuatnya terlatih memberikan perlawanan walaupun hanya dengan kata-kata. Sebenarnya rapuh dan naif, suka dengan lawakan receh tapi akan sangat marah kalau mendengar lawakan kasar tentang perempuan. Keras kepala, tapi bukan kepala batu.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
"Ibu dan ayahku bercerai ketika umurku sekitar... duabelas tahun? Ibuku tampaknya stress setelah keguguran ketika umurku tujuh tahun, dan ayahku yang selalu bekerja membuatku jadi sasaran empuk frustrasinya beliau. Aku tidak pernah dipukul sih, tapi yah, ada kalanya mulut meninggalkan luka lebih dalam dari pukulan apapun kan. Aku tidak punya saudara kandung, tapi ibuku sudah menikah lagi dan aku punya saudara tiri yang belum pernah kulihat. Sekarang masih tinggal dengan ayahku sih."

(Juyeon kecil adalah anak yang selalu mencoba membanggakan orangtua, apalagi ibunya, tapi semenjak keguguran, Juyeon menjadi tempatnya melampiaskan kemarahan dan kesedihan. Lima tahun kemudian, ayahnya mengetahui apa yang ibunya perbuat selama ini, kemudian bercerai. Juyeon tidak pernah merasa kehilangan ibunya.)

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
"Yang menyenangkan sebenarnya banyak kok, sebelum ibuku hamil misalnya, aku kan anak satu-satunya, jadi aku cukup dimanjakan. Tapi setelah hamil dan keguguran, aku nggak pernah mau mengingat masa kecil. Eh, setelah orangtuaku bercerai aku dan ayahku sedang sama-sama mencoba membuat memori baru, berdua saja. Kalau ada lagi yang menyenangkan aku laporkan disini deh."

(Ayah Juyeon yang merasa bersalah karena tidak pernah mengetahui apa yang terjadi padanya mengajarkan banyak hal baru pada Juyeon, mengajarkan gitar, misalnya. Atau mengajaknya mengunjungi cafe-cafe yang tersebar di Seoul, mengajak gadis itu minum kopi atau sekedar mengobrol. Mengajaknya nonton stand-up atau menemani gadis itu main game.)

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
"Aku... cuma pernah pacaran satu kali, dan itupun tidak berjalan baik (ketawa kecil), teman SMPku, yah mungkin karena aku yang juga tertekan karena ibu, jadi aku merasa aku butuh perhatian. Tapi pacarku itu lebih senang bersama dengan sahabatnya, daan aku semakin merasa kalau aku tidak diinginkan. Sekarang tidak ada sih, selain ayahku aku tidak merasa ada laki-laki yang pantas dijadikan pacar."

(Ketika SMP, Juyeon pacaran dengan teman satu kelasnya, dulu dia pikir pacaran berarti diberikan perhatian, maka dia mengharapkan perhatian dari pacarnya karena dia tidak diberikan perhatian yang baik di rumah. Namun pacarnya lebih perhatian kepada sahabatnya dan kakaknya, Juyeon sampai terpikir kalau dia bukan orang yang pantas diberikan perhatian. Setelah orangtuanya bercerai, dia belum pernah pacaran lagi, tidak juga merasa ada temannya, laki-laki maupun perempuan yang pantas dijadikan pacar)

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
"Pelajar, SMA Guro kelas 2. Prestasiku biasa saja, aku bagus di bahasa inggris, soalnya banyak stand-up comedy bagus, jadi aku berusaha belajar sendiri terus aku juga ikut klub debat bahasa inggris, sekalian. Tapi aku lemah di pelajaran Fisika, mungkin kalau kuliah nanti aku akan coba jurusan bahasa inggris atau yang semacam itulah."

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
"Mati," (tersenyum "tapi itu dulu sih, sekarang... aku mau belajar jazz pake gitar, terus aku mau naikkin level dulu, expku belum cukup. Terus, aku... mau jadi translator, mungkin buku, atau jadi translator buat grup-grup luar yang datang ke Korea."

ROLEPLAYING SAMPLE

"he said; 'why are you here'
so I said, well, I have, I have a plan, I'm gonna... I'm gonna... killmyself'
'okay great,' and then he said 'what do you do for a living?'

I answer, 'I'macomedian'"
(x)

Juyeon, di depan komputernya, dengan tab jendela menampilkan situs pemutar video, sedang memasang headset di kepalanya. Buku catatan di tangan, kamus di sebelah kiri. Kegiatan yang jauh lebih mengasikan dibandingkan membuka buku pelajaran dan belajar tentang gaya tarik atau gravitasi atau gaya lempar. Semua gaya itu membuatnya pusing.

Lebih baik dia melakukan hal yang dia sukai, menonton stand up comedian favoritnya sekaligus belajar bahasa inggris. Tidak ada yang akan memarahinya atau membuatnya merasa tidak berharga hanya karena tidak bisa fisika. Juyeon menatap langit-langit kamarnya, seminggu yang lalu, ayahnya menempelkan beberapa stiker yang menyala dalam gelap. Berdua, mereka menempelkannya di atas tempat tidurnya dan persis di atas kursi belajarnya.

(Juyeon belum memutuskan apakah dia suka atau tidak, tapi dia tidak sampai hati menyatakan itu pada ayahnya.)

Ketika dia melihat ke kanan, dia melihat jendela kamarnya yang sedikit terbuka. Memang bodoh sih, ditengah bulan November yang sedingin ini, bukannya menghidupkan pemanas, malah membuka jendela. Tapi dia suka dingin, toh dia tidak akan membukanya terlalu lama; ayahnya bisa saja datang kemudian menasihatinya panjang kali lebar.

Omong-omong, katanya hari ini salju pertama sudah turun, Juyeon tidak sabar untuk segera melihatnya. Membuat manusia salju adalah aktifitas wajib yang dia lakukan bersama sang ayah sejak orangtuanya bercerai. Kemudian di sebelah kirinya, ada tempat tidur, lemari dan rak buku. Kamarnya tidak besar, tapi dia memang tidak butuh kamar yang besar.

Juyeon, menghela napas, kemudian kembali menghidupkan video yang muncul dari layar di hadapannya.

This post has been edited by Lim Juyeon: Nov 20 2017, 10:09 PM

--------------------
she wasn't sad anymore
but numb is so much worse
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Nov 23 2017, 01:30 PM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.