WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (3) 1 2 3  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] Ain't nobody hurt you like I hurt you, © ed sheeran. closed // wsw #10-#8
Shin Hyosang
 Posted: Dec 5 2017, 12:24 AM
Quote
send pm // Offline
55 posts
19 years old
Mahasiswa Bisnis Yonsei
ID: hyosangyaki
just wanna have fun
Citizen

1250 points
Awards: 2



Friday, 22/12/17
Banpo Hangang Park
17:33


Shin Hyosang sebenarnya bukan orang yang senang berolahraga. Terlebih di musim dingin seperti ini, ia masih lebih menyukai bergelung di balik selimutnya sambil gitaran atau menonton film dan serial televisi di laptop—jangan lupakan cemilan dan kopi. Untuk apa ia merelakan semua itu hanya untuk main basket di cuaca sedingin ini, ha? Karena hasutan teman-teman jahanamnya, tentu saja. Ia tidak suka olahraga, tetapi kebetulan saja tubuhnya tinggi dan ketahanan fisiknya bagus. Teman-temannya sejak zaman sekolah selalu menginginkannya berada di tim mereka walau skill-nya standar.

Berada di lapangan basket Banpo sore ini pun juga bagian dari rutinitasnya tiap hari Jumat, yakni main basket dengan mantan teman-teman seasramanya dahulu. Walau sudah tidak berbagi gedung tinggal, mereka masih sering mengajaknya kumpul-kumpul untuk berolahraga bareng, lalu lanjut minum-minum di bar terdekat setelah itu. Hyosang mau menolak pun sudah keburu diseret sehingga ia tidak bisa kabur ke kosannya, tsk.

Ada pohon natal besar yang dipasang di taman ini, membuat suasana semakin ramai dikunjungi orang yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan. Hyosang mengenakan tiga lapis kaus di balik mantel hitamnya, dan bergerak secara konstan untuk mengejar bola membuat tubuhnya lebih hangat di tengah cuaca musim dingin sore hari ini.

Ia baru saja mencetak angka melalui layup ketika ada temannya yang menegur. "Hyosang."

"Apaan?" Tanyanya tak acuh sambil mengambil bola yang terjatuh di dekat kakinya.

"Ada cewekmu, tuh."



Bersamaan dengan teman-temannya yang semakin heboh bersiul sekaligus memberi ledekan, tubuhnya berbalik menunjuk arah yang ditunjuk.

This post has been edited by Shin Hyosang: Dec 8 2017, 12:32 PM

--------------------
its you
you who gave me a smiling face, Don't hide your sadness behind a laughing face anymore, Don't separate those injured hands anymore, Because all the twinkling stars will shine on you
PM
^
Seo Jinsol
 Posted: Dec 5 2017, 09:42 AM
Quote
send pm // Offline
71 posts
19 years old
Mahasiswi Yonsei, Beauty Enthusiast
ID: jinsoliseo
waiting to be taken
Citizen

1610 points
Awards: 6



Jinsol tidak suka sendirian. Sejak kapan ia memutuskan untuk keluar rumah meskipun tidak ada teman yang menemani? Tentu saja sejak diam di rumah malah membuatnya semakin tidak karuan. Ia tahu terlalu banyak sendirian di rumah hanya akan membuatnya teringat lagi akan seseorang yang seharusnya tidak ia ingat. Maka dari itu, dengan berbalut mantel tebal dan syal yang melilit leher, Jinsol berjalan menyusuri sungai Han seorang diri. Iya, gila memang. Tetapi justifikasinya, beberapa jam lagi toh temannya akan datang menemani.

Ada pohon natal yang cantik menjulang disini. Dan ini jujur saja membuatnya bergerak mendekati sambil menatap kagum ke arahnya. Ah, betapa menyenangkannya rasanya jika ia bisa jalan bergandengan dengan Shin Hyosang sambil menikmati suasana natal begini. Bergandengan tangan dan mengobrol sepanjang perjalanan. Lalu duduk berdua sambil menatap pohon natal dan pemandangan indah senja di sungai Han.

Namun, semuanya hanya khayalan yang tak bisa diwujudkan.

Jinsol menghela napas lalu menoleh ke arah sekumpulan lelaki yang sedang bermain basket di temperatur rendah ini. Seketika matanya terkunci saat ia melihat sosok familiar disana yang kini berbalik menatap ke arahnya. Ia bisa merasakan dingin yang menjalar di seluruh tubuhnya. Ingat pertemuan terakhir mereka? Jinsol menangis hebat sampai akhirnya ia turun dari bus. Matanya sembab sekali dan kepalanya terasa seperti dihantam beban hebat. Maka dari itu, kini ia berbalik—berjalan cepat ke lain arah untuk menghindari pemuda itu. Namun langkahnya yang cepat kini malah membuatnya jatuh tersungkur. Jinsol meringis, lalu mengambil sepatu haknya yang tidak disangka patah karena insiden tadi.


Ih, kenapa harus pake patah segala, sih?!

This post has been edited by Seo Jinsol: Dec 5 2017, 09:42 AM

--------------------
I keep wanting to show you Every little thing, each and every one. In that small screen I want to look the prettiest. But I’m still hiding these feelings in my heart. Getting all dolled up Is so annoying. But I can’t just be careless. Every day, you make my heart race. But you can’t find out, So I’ll blatantly.
twice // likey
PM
^
Shin Hyosang
 Posted: Dec 5 2017, 12:12 PM
Quote
send pm // Offline
55 posts
19 years old
Mahasiswa Bisnis Yonsei
ID: hyosangyaki
just wanna have fun
Citizen

1250 points
Awards: 2



Yang pertama tertangkap matanya adalah Seo Jinsol, dan ketika pandangan mata mereka beradu, gadis itu pula yang pertama kali melengos dan berbalik. Itu tanda untuk Hyosang bahwa mantan kekasihnya masih dalam fase sebal habis-habisan padanya, dan ia bisa sepenuhnya menerima itu.

"Nggak usah bawel." Gerutunya sambil berusaha mengalihkan perhatian teman-temannya agar tidak melulu menengok ke arah Jinsol. Ia tidak mau gadis itu berpikir Hyosang hendak mengganggunya lagi atau membuatnya merasa tidak nyaman.

"Boleh aku deketin, nggak?"

"Pas banget dia lagi sendirian, aku temenin boleh, kan?"


Shin Hyosang salah gaul selama di Seoul, fix.

Ia memaki pelan di bawah napasnya sementara teman-teman jahanamnya semakin keras menertawakannya. Dasar kutu kuda, sudah tahu temannya baru putus dan masih saja menjadikan itu bahan ejekan. Seo Jinsol masuk dalam never list-nya dan mereka tahu itu. Tsk, sebenarnya tidak bisa dihitung baru juga jika mengingat sudah hampir sebulan lebih mereka berpisah. Tetapi, entahlah, mungkin karena ia sendiri belum merasa ingin mencari gadis lain dan Jinsol adalah pacar terlamanya sehingga semua ini terasa masih canggung.

"Hyosang nggak bakal marah lah, kan dia ada cewek lain. Si Nam Seolhee."


Gelak tawa yang terdengar semakin keras.

ARGH.

Hyosang melempari salah satu kawannya yang tertawa dengan bola basket tepat di muka, yang sayangnya berhasil ditangkap dengan sempurna. "Masih mau lanjut main atau sekarang mau ngegosip, hah?" Tantangnya dengan nada campuran bete dan gusar.

Tetapi kalimatnya tidak dihiraukan, teman-temannya malah sibuk menunjuk ke arah Jinsol sambil menyebutkan, 'Eh, eh, jatuh, tuh', 'Samperin, gih, kasihan', 'Mau aku atau kamu yang nolongin?'. Selagi ia menulikan diri dari rentetan kalimat teman-temannya yang paling hobi menggodanya menyangkut ini, ia kembali berbalik dan menemukan Seo Jinsol memang tengah jatuh tersungkur. Insting pertamanya tentu saja langsung berlari untuk menghampiri. Peduli setan dengan teman-temannya yang makin heboh menyorakinya, peduli setan dengan Jinsol yang sudah bilan dengan jelas bahwa mereka sebaiknya tidak usah bertemu lagi. Jika gadis itu terluka, ia perlu tahu, seegois apa pun kedengarannya.

"Jinsol!" Panggilnya sambil berjalan mendekat. Ia membungkukkan badan untuk mengecek keadaan gadis itu lebih jelas, tanganya otomatis terulur. "Kamu kenapa jatuh begini? Mana yang sakit?"

--------------------
its you
you who gave me a smiling face, Don't hide your sadness behind a laughing face anymore, Don't separate those injured hands anymore, Because all the twinkling stars will shine on you
PM
^
Seo Jinsol
 Posted: Dec 5 2017, 02:07 PM
Quote
send pm // Offline
71 posts
19 years old
Mahasiswi Yonsei, Beauty Enthusiast
ID: jinsoliseo
waiting to be taken
Citizen

1610 points
Awards: 6



Sakit.

Jinsol meringis sambil terduduk di aspal dingin. Sambil masih di posisi yang sama, satu tangannya meraih sepatunya yang lepas. Ingin merutuk kemudian ketika ia melihat hak sepatunya yang lepas itu patah. Ia menghela napas panjang sambil menahan malu karena beberapa pasang mata melihat ke arahnya saat ini. Belum lagi, posisinya masih belum jauh dari sekumpulan lelaki yang salah satunya adalah mantan pacarnya sendiri. Shin Hyosang. Ah, semoga saja ia tidak melihat ke arah sini karena ia tidak ingin lagi-lagi dilihat menyedihkan.

Gadis Seo itu mencoba untuk bangkit ketika ia menemukan lututnya lecet dan berdarah. Ankle sebelah kanannya juga terkilir sehingga ia sulit untuk berdiri tanpa merasakan sakit. Jinsol mengaduh tetapi masih berusaha untuk bangun. Sampai ada suara yang familiar menyahut namanya lalu mengulurkan tangannya.

Ia mendongak lalu menemukan wajah Hyosang dengan peluh yang membasahi. Sebagian dari dirinya merasa ingin tersenyum karena saat ini ia seperti pangeran berkuda putih untuk Jinsol. Namun tidak, buru-buru ia menggelengkan kepala dan menunduk untuk melihat ke arah lututnya yang berdarah. Satu tangannya menggenggam sepatu haknya yang patah. Lagi-lagi, rasanya ingin merutuki diri sendiri.

"Aniya, aku nggak apa-apa." Jinsol tidak menyambut tangan yang mengulur untuknya itu. Walaupun satu bulan sudah berlalu, ia tak yakin dirinya mampu bersentuhan lagi dengan Hyosang. Perasaan rindu itu masih ada, dan ia tidak inginn sampai menangis lagi untuk Hyosang karena ia pun lelah. "Aku bisa berdiri sendiri," gadis itu bersikukuh untuk bangkit lagi meskipun sambil meringis karena sakit yang ia rasakan.

"Aduh sakit," tertatih-tatih ia berusaha berdiri. "Ankle-ku sepertinya terkilir."

Sial.

This post has been edited by Seo Jinsol: Dec 5 2017, 02:07 PM

--------------------
I keep wanting to show you Every little thing, each and every one. In that small screen I want to look the prettiest. But I’m still hiding these feelings in my heart. Getting all dolled up Is so annoying. But I can’t just be careless. Every day, you make my heart race. But you can’t find out, So I’ll blatantly.
twice // likey
PM
^
Shin Hyosang
 Posted: Dec 5 2017, 06:44 PM
Quote
send pm // Offline
55 posts
19 years old
Mahasiswa Bisnis Yonsei
ID: hyosangyaki
just wanna have fun
Citizen

1250 points
Awards: 2



"Yakin bisa berdiri sendiri?"

Setidaknya kalau tidak mau lagi menerima pertolongan darinya, jaga dirimu dengan lebih baik, Seo Jinsol.

Uluran tangannya diabaikan, dan itu sebenarnya tidak mengagetkan jika mengingat hubungan mereka belum sepenuhnya membaik sejak putus. Atau apa akan pernah membaik? Entahlah, Jinsol mengatakan lewat chat beberapa waktu lalu bahwa gadis itu selamanya mungkin akan sebal padanya, dan mungkin ia berhak mendapatkan itu. Melihat Jinsol seorang diri di taman seperti ini membuatnya teringat betapa gadis ini benci sendirian, dan awalnya Hyosang tidak pernah mengerti mengapa. Hingga kemudian ia berpikir bahwa, bukankah semua orang benci kesepian?

Ia melirik tangan Jinsol yang menggenggam hak sepatu gadis itu yang patah, dan ia hanya bisa geleng-geleng kepala. Benar-benar ceroboh, selalu bikin repot. Hyosang bukan orang yang bisa mengurus diri sendiri dengan benar, tetapi ketika bersama Seo Jinsol, ia selalu merasa ingin menjaga gadis itu. Itu alasan mengapa awalnya begitu berat baginya untuk angkat kaki dari hidup mantan kekasihnya, karena ia tidak tahu apa Jinsol bisa baik-baik saja seorang diri tanpanya.

"Lututmu berdarah, pergelangan kakimu terkilir, dan kamu masih nggak mau menerima pertolonganku?" Tudingnya sambil berdecak. Hyosang tahu ia orang terakhir yang diharapkan Seo Jinsol untuk datang menolong, tetapi mana bisa ia diam saja dan lanjut bermain basket di lapangan melihat gadis ini terluka. Akhirnya, pemuda jangkung ini berjongkok, "Pilih, naik ke punggungku atau aku yang menggotongmu sendiri?"

Dengan keadaan seperti itu, ia bahkan ragu Jinsol bisa berdiri tanpa bantuan, apalagi berlari kabur sejauh-jauhnya darinya.

--------------------
its you
you who gave me a smiling face, Don't hide your sadness behind a laughing face anymore, Don't separate those injured hands anymore, Because all the twinkling stars will shine on you
PM
^
Seo Jinsol
 Posted: Dec 5 2017, 09:25 PM
Quote
send pm // Offline
71 posts
19 years old
Mahasiswi Yonsei, Beauty Enthusiast
ID: jinsoliseo
waiting to be taken
Citizen

1610 points
Awards: 6



Jinsol ingin marah. Ingin marah dengan dirinya sendiri karena bertindak begitu ceroboh sampai membuatnya terkilir dan hak sepatunya patah. Kejadian tadi terjadi sepersekian sekon sehingga tidak bisa ia pastikan benar apa yang membuatnya jatuh. Sepertinya karena ia berjalan terlalu terburu-buru memakai sepatu dengan hak cukup tinggi. Sayangnya, Jinsol tidak bisa lepas dari sepatu hak dan rok atau terusan. Memakai sneaker dan celana biasanya hanya karena ia mau berolahraga dan berada di lab berjam-jam.

Gadis itu hanya bisa mendengus ketika Hyosang membeberkan fakta tentangnya saat ini. Lututnya berdarah, pergelangan kaki terkilir—ah ya dan satu lagi, sepatu haknya yang patah itu juga menambah ke daftar kenapa ia membutuhkan pertolongan Hyosang saat ini meskipun enggan. Ia mungkin harus menurukan egonya sedikit agar membuat semuanya mudah saat ini. Apalagi, cederanya ini juga cukup membuatnya merintih kesakitan.

Bodoh sekali memang, Seo Jinsol.


"Pilih, naik ke punggungku atau aku yang menggotongmu sendiri?"

Ia melihat Shin Hyosang berjongkok dan raut wajahnya langsung menunjukan ekspresi terkejut. Ya, gila apa! Kalau Jinsol naik kepunggungnya berarti secara tidak langsung ia memeluknya dari belakang, kan. Mukanya sewot tetapi ia juga sudah tidak tahan menahan sakit berdiri begini. Haruskah ia menurut saja? Tetapi, ah...

Bagaimana kalau usahanya selama ini untuk melupakan dia berubah sia-sia?

HIH.

"Ah, yaudah!" aku akan menganggapmu bukan Shin Hyosang pokoknya. "Yang benar gendongnya, aku berat." ujar Jinsol ketus sambil mengalungkan kedua lengannya di leher si pemuda. Badannya ia biarkan menyentuh punggung Hyosang. Jinsol menelan ludah. Kapan terakhir kali ia sedekat ini dengannya? Jinsol rindu sekali.

--------------------
I keep wanting to show you Every little thing, each and every one. In that small screen I want to look the prettiest. But I’m still hiding these feelings in my heart. Getting all dolled up Is so annoying. But I can’t just be careless. Every day, you make my heart race. But you can’t find out, So I’ll blatantly.
twice // likey
PM
^
Shin Hyosang
 Posted: Dec 6 2017, 02:17 PM
Quote
send pm // Offline
55 posts
19 years old
Mahasiswa Bisnis Yonsei
ID: hyosangyaki
just wanna have fun
Citizen

1250 points
Awards: 2



Ini mungkin jarak terdekat di antara mereka berdua sejak putus awal November lalu, bahkan lebih dekat dari saat di halte bus beberapa minggu silam. Rasanya aneh merasakan sentuhan Seo Jinsol lagi setelah beberapa lama, kehangatan yang harusnya familier tetapi kini begitu jauh. Ketika gadis itu mengalungkan tangan di lehernya, ia baru menyadari ia merindukan semua ini. Aroma tubuh mantan kekasihnya kini memenuhi indra penciumannya, dan tanpa sadar ia menelan ludah. Tsk, padahal bukan pertama kalinya juga Hyosang menggendong gadis di punggungnya ini, untuk apa pakai canggung segala? Karena mereka sudah bukan pasangan lagi, yep, itu informasi yang tidak ia lupakan.

Ia berdiri setelah memastikan Jinsol sudah memegangnya dengan benar untuk memastikan gadis itu tidak terjatuh, atau membuatnya cederanya malah makin parah. Teman-temannya yang masih di lapangan semakin menyorakinya ketika melihat Shin Hyosang kini tengah menggendong mantan pacar di punggungnya, dan pilihan terbaik yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah mengabaikan makhluk-makhluk hina di depan sana.

Hyosang membawa mereka ke bangku bertenda di pinggir lapangan tempat ia dan teman-temannya menaruh tas. Ia bukan orang yang sigap dan penuh persiapan, tetapi salah satu temannya pasti ada yang membawa peralatan P3K di dalam tas untuk jaga-jaga. Dengan hati-hati, pemuda Scorpio ini membungkukkan tubuhnya di dekat salah satu bangku untuk menurunkan Jinsol.

"Diam dulu di situ, lututmu perlu diobati." Ujarnya tanpa memandang lawan bicara karena sibuk mengaduk-aduk tas temannya untuk mengambil P3K. "Kamu ke sini sendirian saja?" Mungkin kedengaran basa-basi, tetapi daripada hening dan hanya membuat suasana semakin canggung.

--------------------
its you
you who gave me a smiling face, Don't hide your sadness behind a laughing face anymore, Don't separate those injured hands anymore, Because all the twinkling stars will shine on you
PM
^
Seo Jinsol
 Posted: Dec 6 2017, 06:24 PM
Quote
send pm // Offline
71 posts
19 years old
Mahasiswi Yonsei, Beauty Enthusiast
ID: jinsoliseo
waiting to be taken
Citizen

1610 points
Awards: 6



Tidak pernah ia sangka sebelumnya bahwa kesempatan ini akan terjadi lagi pada hidupnya. Memeluk Hyosang sekali lagi, berada sedekat ini dengan pemuda yang sejak awal november lalu selalu membuat bantalnya basah karena menangis akibat rindu. Jinsol kini tersenyum dengan kedua lengannya mengalung di leher Hyosang. Ia ingin mengeratkan pelukannya lalu berkata agar Hyosang tidak pergi lagi lalu kemudian berjanji bahwa ia tidak akan membawa-bawa obrolan perihal Seolhee lagi. Tetapi tidak, harga dirinya masih membentengi dirinya.

Ada perasaan kecewa yang ia rasakan ketika pemuda itu melepas gendongannya agar ia bisa duduk di salah satu bangku taman. Namun, raut wajahnya tidak banyak berubah karena Seo Jinsol sebenarnya mahir berakting di hadapan orang lain. Kecuali saat di halte bus itu—ya, itu pertama kalinya ia mengobrol lagi dengan Hyosang setelah putus sehingga membuatnya terlalu emosional.

Ia hanya diam lalu mengintip luka lecet di lututnya. Kali ini Jinsol memakai terusan selutut berwarna hitam dengan sebuah mantel tebal berwarna karamel. Luka dilututnya terasa perih apalagi saat angin berhembus melewati lukanya. Ia meringis tetapi tetap menunjukan perangai yang ketus kepada Hyosang. Ia belum bisa bertindak sebiasa itu karena ia pun masih berjuang sendiri untuk lepas dari pemuda ini.

"Iya sendiri," ia menjawab singkat lalu mencoba menggerakan pergelangan kaki yang terkilir. "Tapi nanti mau ketemu temen," Jinsol menoleh ke arah Hyosang. "Aku males kelamaan diem di rumah, jadi aku keluar duluan." helaan napas lolos dari sela-sela bibir. "Ah tapi, hak sepatuku patah. Aku beli ini limited edition padahal, ck." Ditatapnya sepatunya, rasanya lebih sakit melihat hak sepatu patah daripada lukanya sendiri.

--------------------
I keep wanting to show you Every little thing, each and every one. In that small screen I want to look the prettiest. But I’m still hiding these feelings in my heart. Getting all dolled up Is so annoying. But I can’t just be careless. Every day, you make my heart race. But you can’t find out, So I’ll blatantly.
twice // likey
PM
^
Shin Hyosang
 Posted: Dec 6 2017, 08:09 PM
Quote
send pm // Offline
55 posts
19 years old
Mahasiswa Bisnis Yonsei
ID: hyosangyaki
just wanna have fun
Citizen

1250 points
Awards: 2



Telinganya mendengarkan sambil tangannya masih sibuk mencari-cari obat-obatan di tas salah satu kawannya yang ia buka tanpa izin—chill, begini hal biasa di antara mereka. Tipikal Jinsol, pikirnya, tidak pernah suka sendirian, tidak bisa diam, hobi belanja; gadis itu tidak berubah banyak dari terakhir kali Hyosang meninggalkannya. Ada satu yang berbeda, sikap Jinsol padanya, tentu saja. Di masa lalu tingkah manja gadis ini kadang membuatnya sebal, tetapi mungkin ia kena batunya ketika kini mulai merindukan Jinsol yang bawel dan tidak memperlakukannya seperti pihak antagonis.

Right, Shin Hyosang memang pihak antagonisnya di cerita ini.

"Kalau hak sepatumu gampang patah, berarti kualitasnya perlu dipertanyakan." Komentarnya sambil mengedikkan bahu. "Buat apa limited edition tapi bikin kamu celaka." Bikin kamu terjatuh dan harus kembali lagi ke belakang punggungku, Hyosang menahan kalimat itu sambil mendengus. Dipikir-pikir, masih ada bagusnya yang patah hanya hak, setidaknya masih bisa dipakai lagi. Walau mana mungkin juga seorang Seo Jinsol yang fashionista mau mengenakan sepatu dengan hak yang tidak utuh lagi, perempuan memang makhluk yang senang merepotkan diri sendiri.

Ketika akhirnya menemukan obat-obatan yang ia butuhkan, Hyosang berjongkok sedikit di hadapan mantan kekasihnya untuk mensejajarkan diri dengan lutut yang terluka itu. Dari posisinya saat ini, ia mendongak untuk menatap mata Jinsol. "Aku akan membersihkan lukanya dulu, kalau sakit bilang." Tangannya meraih botol air dari dalam tas, sementara tangan satunya memegang kain kasa. "For the record, aku nggak jago merawat luka. Tapi kamu nggak punya pilihan lain." Nadanya final dan agak maksa, peduli amat.

Pelan-pelan, ia mengucurkan air ke atas luka Jinsol.

--------------------
its you
you who gave me a smiling face, Don't hide your sadness behind a laughing face anymore, Don't separate those injured hands anymore, Because all the twinkling stars will shine on you
PM
^
Seo Jinsol
 Posted: Dec 6 2017, 09:25 PM
Quote
send pm // Offline
71 posts
19 years old
Mahasiswi Yonsei, Beauty Enthusiast
ID: jinsoliseo
waiting to be taken
Citizen

1610 points
Awards: 6



Seo Jinsol mendengus kesal mendengar reaksi dari Hyosang. Lelaki memang tidak pernah mengerti betapa berharganya barang limited edition dari brand kesukaannya. Itu artinya barangnya tidak akan pasaran sehingga tidak akan banyak orang yang punya sepatu sama sepertinya. Jinsol sih tipikal perempuan yang akan langsung pulang jika ia datang ke sebuah pesta dan ada orang yang memakai gaun percis sama seperti yang ia kenakan. Barang limited edition itu berharga buatnya.

Tetapi kalau disuruh memilih mengantri barang limited edition atau menghabiskan waktu bersama Hyosang, ia akan memilih opsi kedua.

Pemuda itu lebih berharga dari apapun, soalnya.

"Iya-iya, tapi kan ini karena model haknya nggak tebel." Ia banyak bicara karena ia tidak mau memikirkan hal yang macam-macam seperti, `ah, Hyosang mengomel artinya ia masih peduli. Kalau begitu apa ia masih sayang Jinsol?` Huh. Tidak deh, daripada pada akhirnya ia harus menelan harapan itu mentah-mentah, lebih baik ia mendistraksi pikirannya sendiri. Kini ia melihat ke arah Hyosang yang berlutut di hadapannya. Sudah siap dengan segala hal perentelan untuk membersihkan luka. Jinsol menghela napas, bukan karena ia takut dengan rasa sakit dari lukanya, tetapi karena ia bisa menatap wajah itu dari jarak sedekat ini.

"Aw!" Ia merintih, satu tangannya refleks meremas bahu sang pemuda karena perih yang ia rasakan saat air itu menyentuh lukanya. Ia memejamkan mata dan remasan di bahunya belum ia lepas. Di momen ini entah mengapa ia merasa bersyukur karena insiden ini. Setidaknya, ia bisa melampiaskan rindu meskipun harus membuatnya terluka. Tidak apa, Seo Jinsol sudah familiar dengan rasa sakit sejak pemuda itu pergi, kok.

--------------------
I keep wanting to show you Every little thing, each and every one. In that small screen I want to look the prettiest. But I’m still hiding these feelings in my heart. Getting all dolled up Is so annoying. But I can’t just be careless. Every day, you make my heart race. But you can’t find out, So I’ll blatantly.
twice // likey
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (3) 1 2 3 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.