WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (2) 1 2  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] what is christmas for you, tutup.
Baek Ilseong
 Posted: Dec 9 2017, 09:46 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Dikatai bawel, balasan darinya hanyalah sebuah dengusan. Selama berjalan hingga sampai pada mobil pemuda itu ia membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Tapi dipikir-pikir, hebat juga Ha Chanwoo ini, sudah punya kartu ijin untuk mengendarai mobil kah? Hingga sekarang, Ilseong bahkan belum berpikiran untuk belajar menyetir. Kedengarannya memang menyenangkan; bisa membawa diri kemanapun yang disuka tanpa harus khawatir kembali ke rumah. Kendati ingat Baek Howon, percuma, mana mungkin mendapatkan ijin, pun darimana mau mendapatkan mobil dengan uang yang belum seberapa.

Mungkin tahu, jika ia memiliki ijin mengemudi beserta mobil kemungkinan untuk pulang ke rumah akan semakin didapati lebih jarang lagi.

"Ilseong-ah. Mukamu kenapa?"

Pertama, panggilan akrab padanya itu meski mereka masih sesama asing yang kebetulan saling mengenal lantaran berada dalam satu universitas dan jurusan yang sama sehingga ia merasa pemuda itu masih belum cukup untuk melangkahi batas yang ada di antara mereka berdua. Lalu kedua, dia melihat. Melihat lebam yang mampir di satu sisi wajahnya, sialnya juga, sisi itulah yang tengah menghadap Ha Chanwoo sekarang ini. Pantas saja jika bisa dilihat jelas, menyembunyikannya sekarang pun dirasa sia-sia.

"Jangan sentuh." Memberikan peringatan, ia menarik mundur kepalanya saat lengan Chanwoo terjulur guna menarik turun syalnya dan melihat lebih jelas luka yang dimilikinya di sana. Pertanyaan mengenai kenapa dengan wajahnya sekaligus pendapat mengenai ia yang sedari tadi menyembunyikan itu di balik syalnya sengaja ia acuhkan.

"Tidak usah, genapi saja janjimu dan aku akan pergi. Tak perlu merepotkan diri dengan luka yang bahkan bukan milikmu, Ha Chanwoo."

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Ha Chanwoo
 Posted: Dec 9 2017, 11:47 PM
Quote
send pm // Offline
208 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil univ sejong
ID: foulwoo
having a crush on someone
Citizen

2420 points
Awards: 3



Baru kali ini rasanya Chanwoo melihat wajah Baek Ilseong dari dekat. Memperhatikan bagaimana wajah kurus pemuda itu memiliki tulang pipi yang lumayan tinggi. Hidungnya pun terlihat mancung dan lurus, sedikit berbeda dengan hidung Chanwoo yang bengkok. Namun lihatlah, ada bekas lembam di salah satu sisi wajahnya. Tidak seharusnya ada lebam di pipi Ilseong. Ia juga tidak tahu seberapa ceroboh pemuda itu, atau apakah dia benar-benar suka bertengkar seperti yang dirumorkan orang. Namun ketika ia melihat lagi apa yang terjadi pada pipi pemuda itu, Chanwoo mengerenyit.

Jangan sentuh, begitu pinta pemuda itu. ilseong pun menjauh hingga membuat Chanwoo membeku di tempat. Ia tidak tahu kalau hal itu akan membuat Ilseong menjadi defensif hingga Ha Chanwoo mengangkat sebelah tangan yang tidak memegang kemudi di samping wajah, pertanda menyerah. “Wow, oke. Oke, aku tidak akan sentuh,” ujarnya cepat.

Lalu penolakan selanjutnya ia dapatkan. Chanwoo heran, apa Ilseong tidak lelah marah-marah terus seperti itu?

“Kamu itu, ya,” Chanwoo yang sudah gatal ingin protes, akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya saat itu juga, “kenapa suka sekali menyiksa diri? Luka itu bukan untuk disembunyikan tapi untuk diobati. Aku nggak memaksa, tetapi setidaknya sayangilah diri sendiri. Kalau kau seperti ini, nanti tidak ada yang mempedulikanmu lagi.”

Mungkin kedengarannya seperti kesal. Namun Chanwoo sama sekali tidak bermaksud memarahi Baek Ilseong. Lagipula dia bukan siapa-siapa. Ilseong pun seolah tak menganggapnya teman. Chanwoo sudah berusaha bersikap baik, peduli padanya. Sementara Baek Ilseong tidak menginginkan perhatian itu. Ia sepertinya harus lebih bersabar.

“Ya sudah, coklat panas saja.”

Chanwoo akan menepati janji.

PM
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 10 2017, 12:26 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Dengan sengaja ia arahkan sisi wajahnya agar menjauh dari Ha Chanwoo. Alih-alih wajah temannya itu, adalah kaca jendela dimana ia meletakkan fokusnya, kedua alis senantiasa mengernyit dan tarikan mundur tangan yang hampir meraih wajahnya membuatnya seolah dapat bernafas kembali. Ingat siapa yang menorehkan lebam itu di atas pipinya, ia tak ingin memar itu disentuh siapapun sekarang ini. Ini baru satu, jumlah yang dirasa sedikit jika dibandingkan dengan begitu banyaknya bebas merah kebiruan yang sesungguhnya tertanam di balik lapisan pakaiannya.

Tapi pemuda itu tidak perlu tahu.

Lagipula apa gunanya kompres jika Ilseong membutuhkan hal lain. Sesuatu yang tak dapat ia pintakan bahkan pada orang-orang terdekatnya, bagaimana caranya Ha Chanwoo memenuhinya. Toh, keinginan itu sudah lama kandas jauh sebelum ia diijinkan memiliki keluarga miliknya sendiri. Sebab itu, pemuda itu tak pantas menyebutnya tengah menyiksa diri. Siapa yang suka, apa ia terlihat semenyedihkan itu hingga dilabeli suka sekali menyiksa diri bahkan disuruh menyayangi tubuhnya ini. Dia tak mengerti apa-apa, mana pantas menyebutnya demikian jika sisi destruktif inilah yang justru membuatnya tetap hidup hingga kini.

Refleks saja ia tersenyum getir. Peduli padanya? Siapa?

Tak ada. Tidak akan pernah ada.


"Untuk hal yang satu itu, kau benar." Tawaran cokelat panas terasa tak lagi menggiurkan, malahan Ilseong ingin sekali pulang. Tapi, pulang kemana? "Tak ada yang peduli denganku, jadi tak perlu susah payah berusaha melakukannya." Kenapa hari ini rasanya lelah sekali.

"Kau tak perlu membelikanku cokelat panas, turunkan aku saja. Aku akan pulang sendiri."

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Ha Chanwoo
 Posted: Dec 10 2017, 02:17 PM
Quote
send pm // Offline
208 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil univ sejong
ID: foulwoo
having a crush on someone
Citizen

2420 points
Awards: 3



"Untuk hal yang satu itu, kau benar."

Begitu ucapan itu terucap dari bibir Baek Ilseong, Chanwoo merasa seperti baru saja menelan empedu. Jantungnya mencelos di dada, merasakan sebuah degupan aneh yang entah kenapa membuatnya tidak nyaman. Ia menoleh untuk menatap pemuda di sampingnya, yang kini menyunggingkan senyum yang membuat Chanwoo menyesal telah bicara. Bibirnya terbuka, hendak menyampaikan sesuatu. Permintaan maaf? Kata-kata penyemangat? Ia rasa tak ada gunanya lagi sekarang. Tangannya yang memegang roda kemudi terasa berkeringat, licin. Kekhawatiran mulai melandanya.

Chanwoo tidak suka kalau ia membuat seseorang terluka karena ucapannya. Chanwoo ingin selalu berbuat baik pada orang lain dan membuat siapapun senang. Ia tidak menyukainya jika Ilseong merasa tersinggung dengan ucapannya.

“Tidak,” cepat-cepat Chanwoo berkata, kepalanya menggeleng. Sebelah tangannya berusaha meraih lengan Ilseong dan menggenggamnya cukup erat, merasa khawatir jika pemuda itu nantinya nekat melompat dari dalam mobil. Ia sampai harus mengecek pintu mobil untuk memastikannya terkunci. Tatapannya terarah lurus pada Ilseong sekilas sebelum kembali menatap jalanan. “Jangan turun sekarang.”

Lampu merah di depannya membuat Chanwoo menghentikan mobil. Namun tangannya masih mencoba menggenggam pergelangan tangan temannya. Sejenak pemuda itu menghela napas sebelum menoleh pada Ilseong, sorot matanya penuh penyesalan.

“Maaf, Ilseong-ah. Aku tidak bermaksud…,” ia mengacak rambutnya dengan sebelah tangan, lalu menghela napas untuk kedua kalinya, “maaf. Aku tidak tahu dan tadi itu…aku hanya kesal karena kau selalu menolak niat baik orang lain.”

Chanwoo bergumam, nadanya sendu.

“Aku hanya ingin berteman denganmu.”

PM
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 11 2017, 12:38 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Ia tak butuh dihibur, pun diberi kata penyemangat yang dibubuhi pemanis. Apa gunanya. Itu tak akan merubah kenyataan bahwa hak asuhnya masih dipegang oleh Baek Howon dan melepaskan diri darinya merupakan sebuah hal yang didapati mustahil untuk dilakukan. Sebab itu membenarkan ucapan Ha Chanwoo sebelum ini dilakukannya tanpa banyak kendala, tak ada yang peduli sehingga tak perlu takut melakukan sesuatu yang berdampak destruktif pada diri sendiri sekalipun. Ha Chanwoo boleh merasa beruntung karena nasibnya jauh lebih baik dan memberi bantuan didasari rasa simpatik.

Biasanya toh, seperti itu kan.

Begitu menyadari tangannya tiba-tiba saja sudah digenggam, lantas ia mengerjap terkejut. "Apa yang....," uh, Ilseong memang meminta agar diturunkan dari mobil saja sekarang ini, tapi tak senekat itu juga untuk melakukannya sendiri sewaktu kendaraan ini tengah berjalan dan bukannya berhenti, "arasseo, aku nggak akan tiba-tiba saja turun jadi bisa tolong lepaskan tanganku." Pemuda ini suka sekali menahan orang lain dengan menggenggam tangannya, tadi itu mengajaknya paksa untuk ikut membantu membawakan barang sementara sekarang meminta untuk tetap tinggal.

Pandangannya dibawa naik guna membalas, namun tak bertahan lama dan kembali Ilseong mengalihkannya pada hal lain sewaktu menemukan penyesalan di balik wajah pemuda itu. Apa ia memang begitu menyedihkannya untuk dikasihani.

"Tidak perlu meminta maaf karena aku memang tak mau dibantu," tangan yang digenggam kini mengepal erat. "Aku bisa melakukannya sendiri," kalau tidak bagaimana caranya ia bertahan selama ini.

"Hah...?" Berteman, jangan bercanda. "Apa untungnya berteman denganku?"


Tawanya menyusul. Omong kosong macam apa...

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Ha Chanwoo
 Posted: Dec 11 2017, 02:24 PM
Quote
send pm // Offline
208 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil univ sejong
ID: foulwoo
having a crush on someone
Citizen

2420 points
Awards: 3



Ha Chanwoo baru menyadari kalau ia menggenggam tangan Baek Ilseong erat-erat.

Ketika Ilseong memperingatkannya, ragu-ragu Chanwoo melepaskan genggamannya. Wajahnya sedikit memerah karena malu, tetapi saat ini yang lebih mendominasinya adalah rasa bersalah. Chanwoo menghela napas, tidak menyadari kalau sedari tadi ia menahannya cukup lama. Tidak tahu kenapa jantungnya terasa berpacu kencang, seolah khawatir. Terlalu banyak orang nekat di dunia ini, Chanwoo sampai cemas sendiri jika Ilseong pun seperti itu.

Kata-kata yang terucap dari mulut sang pemuda masih terdengar menyakitkan. Chanwoo menelan semuanya; pahit dan getir dalam setiap ucapan Ilseong. Yang Chanwoo rasakan barangkali memang merupakan rasa simpati. Namun ketahuilah bahwa ia berbuat begini karena benar-benar peduli. Ilseong bersikap terlalu skeptikal dan Chanwoo ingin menyadarkannya bahwa dunia tidak seburuk itu.

Permintaannya lantas dijawab dengan tawa oleh pemuda itu. Chanwoo menggenggam kemudi mobil erat-erat ketika mendengar ucapannya yang cukup miris. Keuntungan berteman, tanyanya? Chanwoo bahkan sama sekali tidak pernah memperhitungkan itu ketika ia memutuskan untuk berteman dengan seseorang. Baek Ilseong ini benar-benar…ah, Chanwoo tidak ingin memarahinya lagi. Namun ia kesal.

“Kalau kau menganggapku berteman karena ada maunya, kau salah,” bergumam dengan nada dingin sembari menatap jalanan di depan. Kedua alisnya berkerut di antara kening, berusaha mengabaikan rasa tertohok ketika mendengar Ilseong mengatakan hal itu.

“Jangan samakan aku dengan orang lain.”

Mobilnya kemudian berbelok, berhenti tepat di salah satu café favorit Chanwoo. Setelah memarkirkan mobil, ia menoleh pada Ilseong sebelum berkata. “Apa aku pernah berbuat salah padamu? Tolong katakan sesuatu atau balaskan kekesalanmu sekarang. Berhentilah untuk bersikap sok kuat.”

Ia merentangkan tangannya.

“Kalau aku membuatmu kesal, pukul saja. Aku tidak akan marah.”


PM
^
Baek Ilseong
 Posted: Dec 11 2017, 10:33 PM
Quote
send pm // Offline
152 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil universitas Sejong
ID: antebellum
complicated
Citizen

1910 points
Awards: 7



Banyak orang yang biasanya berpura-pura peduli. Melakukannya semata-mata guna mendapatkan sorotan. Tulus jelas bukan sesuatu yang menyertai dan kalaupun ada, Ilseong begitu diyakinkan bahwa mereka akan meminta hal lainnya setelah sekali menawarkan kebaikan. Sekali juga cukup, namun ini kedua, sampai tiga kali. Wajar saja jika ia menolak untuk menerima bahwa di antara beribu orang yang tinggal di Korea, ada seorang yang cukup berbaik hati memberikan sesuatu yang selama ini dicari namun tak pernah diketemukan olehnya.

Ha Chanwoo jelas bukan salah satu di antaranya. Ilseong masih tak ingin meletakkan kepercayaannya dengan begitu mudah. Takut kejadian sama akan terulang lagi, pada akhirnya hanya ia yang berakhir sakit dan ditinggalkan.

Tangannya dilepas dan setelah itu ia dapat melepaskan nafas yang entah sejak kapan ditahan. "Memang apa yang membuatmu berbeda dengan orang lain?" Bibirnya meliuk naik. Lucu sekali Ha Chanwoo ini, mereka baru saja mengenal, darimana pemikiran bahwa Ilseong akan dapat meletakkan kepercayaannya dengan mudah terlintas dalam benak pemuda itu. Bahkan orang terdekatnya saja (ibu kandungnya, misalkan) telah gagal memberikan kepercayaan itu padanya.

Omong kosong, semua hal itu. Dan ia bersikeras tak mau arah pikirnya diubah hanya karena sebuah penawaran untuk menjadi temannya.

"Kau itu....," ia tidak sedang berusaha kuat, tapi ia memang kuat, bukan begitu? "lucu sekali ya? Kita baru bertemu dua kali dan sudah saja kau berpikir macam-macam mengenai hal yang belum tentu benar." Disuruh pukul, perlukah Ilseong menyarungkan tinju sungguhan agar membuatnya sadar?

"Kau bisa seenaknya bicara karena tak tahu apa-apa."


"Jadi, tinggalkan aku sendiri. Tak usah ikut campur."

--------------------
but in the end
Leave me alone I was alone anyway I have no one, everything is meaningless I scream and get dizzy I start fights for no reason I used to believe in you alone and I was happy But like a joke I am left alone You used to promise me with your pinky finger But in the end Nothing ever lasts forever - LEE JUNGHAN
PM
^
Ha Chanwoo
 Posted: Dec 12 2017, 12:09 AM
Quote
send pm // Offline
208 posts
19 years old
mahasiswa teknik sipil univ sejong
ID: foulwoo
having a crush on someone
Citizen

2420 points
Awards: 3



Ia mendongak dan bertatapan langsung dengan Ilseong yang tersenyum. Chanwoo sudah nyaris kehabisan kata, berusaha meyakinkan Ilseong. Entah apa yang terjadi di masa lalu sang pemuda hingga pemikirannya menjadi sedangkal itu terhadap dunia. Chanwoo yakin masih banyak orang baik di dunia ini. Meskipun seseorang tersebut bukan yang terbaik, tetapi ia yakin tidak ada yang benar-benar jahat. Sepositif itu memang, Ha Chanwoo.

Sebab itulah ketika ia mengetahui isi pikiran Ilseong, pemuda itu berusaha untuk mengubahnya.

"Sudahlah, Baek Ilseong."

Chanwoo mengusap wajah, menghela napas panjang mendengar penuturan pemuda itu. Kalau menjawab pertanyaan itu, Chanwoo tidak bisa. Ia tidak berani menilai dirinya sendiri karena Chanwoo bukanlah seseorang yang memiliki percaya diri tinggi. Ia hanya merasa senang jika orang lain membutuhkannya. Namun Ilseong baru saja mematahkan satu-satunya semangat yang ia punya untuk mengajak pemuda itu berdamai dengannya.

Setelah ini Chanwoo hanya ingin merenung, memikirkan kembali apa yang harus ia perbaiki dari sikapnya agar Ilseong tidak menganggapnya hanya menunjukkan kebaikan yang palsu padanya.

Mendengar ujaran sang pemuda, ia hanya terdiam. Kata-kata itu membuat dadanya terasa seperti diremukkan dari dalam. Mungkin sebelum ini Ilseong itu bukan siapa-siapa, tetapi mendengarnya berbicara seperti itu membuat Chanwoo merasa semakin ingin membantunya. Membantu Ilseong keluar dari pemikiran skeptis yang melingkupinya saat ini. Saat itulah terpikir olehnya untuk menantang dirinya sendiri, membuat Ilseong pada akhirnya menerimanya sebagai teman. Kalau ia berhasil, akan sangat menyenangkan bukan? Kalau untuk seorang teman, bahkan yang tak dekat dengannya pun, Chanwoo tidak akan keberatan untuk membantu.

"Tidak perlu memaksakan diri menjadi kuat. Tidak perlu tersenyum di depanku."

Chanwoo mengedikkan bahu.

"Kalau kau terus begini, jangan salahkan aku karena merecokimu terus, ya," ia turun dari mobil dan melenggang santai ke dalam cafe, membelikan minuman untuk mereka berdua seperti yang dijanjikannya tadi.

Dia tidak akan menyerah untuk membuat Baek Ilseong berubah menjadi pemuda yang lebih baik.





FIN.
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (2) 1 2 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.