WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (2) 1 2  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] 크리스마스인 걸 아는데 제발 깨우지 마라 좀, spin&write
Do Daeryong
 Posted: Dec 5 2017, 10:30 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Do Daeryong sedang kembali jadi anak emas kesayangan mama (ya anak ibunya memang cuma satu, sih), dalam rangka libur resmi terakhirnya sebagai seorang prajurit sebelum kembali ke markas dan sungguhan bebas di bulan Februari. Tahun lalu, natalnya dihabiskan di barak, mengepel lantai sambil diiringi lagu natal lewat speaker hampir rusak entah milik siapa. Seperti biasa di tanggal merah, mereka yang tertinggal diberikan waktu bebas sebagai kompensasi. Seperti biasa pula, yang sungguhan ongkang-ongkang kaki seharian hanya para senior, karena para junior pasti diberi kerjaan sebelum bisa bebas malamnya.

Daeryong masih ingat betul bagaimana Changwook keburu senang mendengar desas-desus soal girl group yang katanya akan datang mengunjungi mereka di malam hari. Dia sih bodo amat; yang dia suka hanya Sistar, dan para noonanya (yang waktu itu belum bubar jalan) tidak mungkin datang manggung di tengah musim dingin menggigil begini. Benar saja kan, yang datang cuma grup paduan suara setempat, dan dia susah payah menahan tawa melihat ekspresi Changwook yang merasa dikhianati, juga senior mereka yang walau suaranya sumbang, ikut ber-Haleluya dengan penuh semangat.

Tahun ini dia dapat jatah. Ogah mengulangi natal penuh kesucian seperti tahun lalu, dia memilih untuk pulang. Daeryong bukan anak gereja, lagipula. Selama di gundae agamanya berotasi sesuai dengan tempat mana yang memberi choco pie paling banyak. Yoi, imannya semurah itu.

Which reminds him, ini natal pertamanya (dihitung dari tahun lalu) dia tidak ke gereja. Yah, tahun lalu juga cuma pergi demi satu boks choco pie sih.

Ah, gampang lah, nanti tinggal beli. Sekarang tidur lagi dulu, cuy.

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Hojo Kimiko
 Posted: Dec 6 2017, 08:14 PM
Quote
send pm // Offline
140 posts
21 years old
Mahasiswi Kedokteran Yonsei
ID: _kimchiko // paeoniatulipa_
not telling
Citizen

1890 points
Awards: 6



Hojo Kimiko lupa kapan terakhir kali ia bertemu dengan pemuda Do. Hampir satu tahun? Yang benar saja. Sepertinya lebih. Karena bahkan sebelum ia tahu kalau pemuda itu sedang dalam wajib militer, cukup lama juga ia tidak bertemu dengannya. Padahal kalau boleh ia mengingat, intensitas mereka bertemu saat kecil—katakanlah—cukup sering. Ia masih juga berharap kalau pertemuan mereka akan lebih sering terjadi sama seperti saat kecil dulu. Tidak seperti sekarang ini. Agak sedikit sulit, apalagi alasannya tak lain dan tak bukan adalah kesibukan mereka masing-masing.

Acap kali anak gadis Hojo kami menyesali keputusannya atas seluruh kesibukannya, karena ia selalu melewatkan hal-hal yang menyenangkan—kalau kata anak muda jaman sekarang—seperti hangout dengan karibnya, atau mungkin hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang tanpa dibebani oleh segala rutinitasmu. Walaupun sampai detik ini ia masih bertanya-tanya, bersenang-senang sesuai definisinya itu seperti apa.

Dan saat ia mendapat kabar kalau Daeryong-nii pulang di natal tahun ini, ia cukup senang mendengarnya. Ia langsung bergegas menambahkan mengunjungi Daeryong-nii dalam daftar kegiatannya dalam buku jurnalnya.

Tangannya menenteng sebuah paper bag berisi hadiah natal yang sudah ia persiapkan untuk pemuda Do, juga beberapa makanan ringan khas kue natal yang sudah ia buat sendiri dirumah dan sengaja ia persiapkan untuk keluarga pemuda itu. Kurvanya terulas sumringah juga saat bertatap muka dengan nyonya Do yang menyambutnya. Acara ramah tamahnya dengan nyonya Do pun terjadi, semakin membuatnya menyesal melewatkan waktu yang berjalan cukup cepat.

Lalu kini, ia hanya perlu menunggu pemuda Do yang katanya akan dibangunkan lebih dulu. Sedang tidur rupanya Daeryong-nii?

Apa ia salah waktu berkunjung?

PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 7 2017, 10:24 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Mimpinya aneh dan karenanya dia tidak bangun-bangun. Saat sedang zumba pagi bersama Bora-noona datang pendeta gereja yang menagih choco pienya kembali, padahal sudah terlanjur masuk perut. Setelah itu dia mendapat tugas untuk menyerang Santa Claus kebanyakan steroid yang ternyata adalah Kim Jongun dalam penyamaran. Yak, absurd luar biasa.

Dia sedang mengisi ulang amunisinya sambil lompat salto ketika dari kejauhan mendadak terdengar suara sang ibu yang memanggil-manggil namanya, lengkap dengan omelan sudah jam sepuluh kenapa tidak bangun-bangun, dan sesuatu soal entah siapa yang datang. Daeryong hanya mengerang, merapatkan selimut dan membalikkan badan, berharap dapat tidur beberapa menit lagi dan menyelasaikan misi, tapi sayang nasib berkata lain. Dalam satu gerakan cepat, ibunya menyibak selimutnya, membuatnya mau tak mau harus membuka mata dengan tampang kusut ingin protes.

Belum sempat buka mulut, dia keburu bungkam melihat tampang sang nyonya besar. Yaaaa Do Daeryong dengar tidak, ada Kimiko di bawah. Cepat bangun, sudah jam sepuluh,” ibunya jarang memanggilnya dengan nama lengkap, itu peringatan nomor satu. Peringatan nomor dua adalah kedatangan tamu yang gak diundang—err, terkesan salah, maksudnya tamu yang gak dia perkirakan akan datang—Hojo Kimiko.

Iya, si Mi-jjang. Harus bangun kalau begini caranya.

Buru-buru ia pergi ke kamar mandi, menggosok gigi dan mencuci muka supaya melek, sebelum akhirnya turun ke bawah. “Oi, maaf lama,” di ruang tengah ada ibunya (yang terlihat ramah seperti malaikat, tidak seperti ketika membangunkannya barusan), dan sosok yang rasanya sudah lama sekali tidak ia lihat. “Nah Daeryong sudah turun, Tante tinggal ke toko dulu ya, Kimiko.”

Lah, main pergi aja bos.


--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Hojo Kimiko
 Posted: Dec 8 2017, 08:07 PM
Quote
send pm // Offline
140 posts
21 years old
Mahasiswi Kedokteran Yonsei
ID: _kimchiko // paeoniatulipa_
not telling
Citizen

1890 points
Awards: 6



Kimiko mengedarkan pandangannya sekali lagi, mengingat lagi bagaimana terakhir kali anak dara mengunjungi kediaman keluarga Do. Sungguh, ia amat menyesal karena sudah terlampau lama ia mengingat hal itu—mengunjunginya. Anak dara menghela nafasnya pelan, sembari otaknya kembali merefresh ingatannya sendiri tentang bagaimana ia melewati masa kecilnya yang entah kenapa baginya cukup unik. Entah. Ia sendiri bingung jika ditanya, kenapa masa kecilnya bisa dikatakan unik. Namun ia tetap akan menyunggingkan kurva manis saat pertanyaan itu terlontar, sembari mengingatnya.

Masih dengan mempertahankan kurvanya, ia berterimakasih kepada Nyonya Do yang katanya akan membangunkan Daeryong-nii. Sekalian saja ia juga memberikan paper bag berisi kukis khas natal yang sudah dibuatnya sebelumnya. Menyisakan sebuah paper bag lagi yang berisi hadiah natalnya untuk Daeryong-nii. Ia tahu itu tidak seberapa, namun ini merupakan yang pertama kali lagi baginya setelah sekian lama melupakan untuk memberikan hadiah natal pada pemuda Do.

Bahkan saat natal tahun lalu, saat pemuda Do tidak pulang dari wajib militernya seperti tahun ini.

Niichan!.”

Nadanya senang. Kepalanya mengangguk ringan kepada Nyonya Do yang berpamitan, dan netranya kembali terfokus pada sosok pemuda yang sudah lama tak dilihatnya itu. “Sudah lama sekali sejak terakhir Kimi datang berkunjung. Maafkan Kimi ya tidak pernah berkunjung lagi.” Lagi-lagi hanya kurva yang bisa ia ulaskan. Ia memang tidak berharap kalau pemuda Do berlebihan menanggapinya. Bahkan ia yang merasa sedikit berlebihan disini. Tapi tidak ada salahnya juga ia meminta maaf ‘kan? Lebih baik malah, bukan begitu?

“Ah, ini untuk niichan. Selamat natal.”

Tangannya menyodorkan paper bag yang tersisa kepada si pemuda.


Hadiah natal
PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 8 2017, 10:47 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Terakhir kali mereka bertemu itu kapan ya? Dia sudah hampir menyelesaikan 18 bulannya sebagai budak negara, dan seingatnya pertemuan terakhir mereka terjadi bahkan sebelum surat panggilannya datang. Gila, lama juga. Saking lamanya dia sampai lupa. "Hahah, ngapain minta maaf. Aku juga sibuk terus sebelum berangkat wajib militer jadi gak sempat ajak ketemu, maaf ya," lucu, Kimiko ini. Dari cara bicaranya yang masih begitu...err, kawaii padahal sudah sekian lama tinggal di sini sampai panggilannya yang gak pernah berubah padahal Daeryong sudah bilang lebih dari seratus kali (gak lebay, ini sungguhan kalau dihitung dari waktu mereka kecil) untuk memanggilnya Oppa saja.

Dia mendudukan diri di sofa, masih dengan baju rumah sedangkan tamunya berdandan rapi. Kebanting banget, tahu. Dia juga jadi ingin mandi dan ganti baju yang lebih mendingan sedikit, tapi kalau begitu berarti Kimiko akan ditinggal sendirian lagi. Kasihan dong. Jadi tak apalah ya dia begini. Masih ganteng kok.

Mantap.

Si ganteng kemudian disodori kantong kertas yang kata Kimiko berisi hadiah natal. "Wah, makasih banyak," beruntung kali bocah ini, baru bangun langsung dapat hadiah. Padahal merayakan Natal aja enggak, apalagi menyiapkan kado balasan. "Repot-repot aja deh kamu," terharu sih, dianggap cukup penting untuk dapat kado natal, tapi jadi sedikit gak enak hati karena dia tidak punya apa-apa untuk diberikan sebagai ganti. "Aku baru balik Seoul kemarin nih, jadi gak sempat beli kado." Baca: aku gak tahu kamu akan datang dan ngasih kado jadi aku gak nyiapin.

"Kubuka sekarang atau nanti nih?" penasaran, tapi kalau disuruh bukanya nanti ya tidak apa-apa juga.

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Hojo Kimiko
 Posted: Dec 9 2017, 10:00 PM
Quote
send pm // Offline
140 posts
21 years old
Mahasiswi Kedokteran Yonsei
ID: _kimchiko // paeoniatulipa_
not telling
Citizen

1890 points
Awards: 6



Ei, daijōbu, niichan.

Apakah ini akan menjadi ajang permintaan maaf kedua anak adam hawa?

Tidak, tidak. Kimiko memang mengawalinya, namun ia tidak ingin kalau ini bermuara pada ajang mereka meminta maaf. Walaupun ia sungguh-sungguh dalam permintaan maafnya barusan, namun ia tidak ingin kalau ini jadi ajang permintaan maaf. Ia bersungguh-sungguh barusan karena memang ia tidak berusaha untuk menyempatkan diri untuk berkunjung. Minimal menyapa Nyonya Do yang sudah cukup mengenalnya meski pemuda Do tidak ada. Sesekali berkunjung untuk mempererat keakraban, atau setidaknya mereka masih bercengkrama kendati tidak sesering dulu.

Ya, minimal seperti itu.

Namun Kimiko tak bisa menampik kalau kesibukan menelan mereka berdua, apalagi ditambah dengan wajib militer si pemuda Do. Sudah sulit bertemu, ditambah dengan itu membuatnya semakin sulit menemui si pemuda. Mungkin sesekali mengunjungi Daeryong-nii ke tempatnya wajib militer bisa menjadi ide yang bagus untuknya.

Ucapan terima kasih diterimanya, dara bungsu Hojo semakin melebarkan kurva yang sudah terpatri di wajahnya. Cukup senang hadiah natalnya diterima dengan baik, bahkan langsung ditambahinpertanyaan apakah boleh dibuka sekarang atau nanti. “Terserah niichan, ingin buka sekarang silakan. Tidak juga tidak masalah,” ia menanggapi. Sedikit merasa tidak enak sebetulnya kalau Daeryong-nii berencana membuka hadiahnya sekarang, karena ia hanya bisa memberikan itu sebagai hadiah. Setelah sekian lama tidak bertemu dan hanya itu yang bisa diberikannya.

Hhh.

“Jadi niichan, apa kabar?”

Yah, pilihannya jatuh pada mengalihkan pembicaraan. Jika pada akhirnya pemuda itu membuka hadiahnya, ia tidak keberatan. Namun Kimiko tetap masih penasaran dengan kabar pemuda itu, setelah sekian lama mereka sedikit melupakan komunikasi dan pertemuannya.

PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 10 2017, 11:25 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Kata Kimiko terserah dia, dan Daeryong terjebak dalam dilema singkat buka-sekarang-atau-tidak. Sesungguhnya dia agak penasaran, dan dengan membukanya sekarang dia tidak perlu menebak-nebak apa isinya dan menunggu sampai gadis itu pulang untuk tahu jawabannya, tapi rasanya salah membuka kadonya hanya dengan alasan penasaran. Kalau ternyata dia tidak suka kadonya? Atau kalau kadonya mahal sekali sampai dia merasa tidak pantas menerimanya? (Ge-er sih, tapi kan bisa saja!)

“Kubuka nanti saja ya kalau begitu,” cengengesan, dia menyingkirkan kadonya agar tidak terus-terusan tergoda untuk mengintip. “Harusnya gak usah repot-repot loh kamu, beneran deh,” kedua kali, karena rasa tidak enaknya semakin lama semakin besar dan dia harus memastikan kalau Kimiko paham itu.

“Kabarku? Baik-baik saja sih,” jawaban otomatis, sebelum akhirnya dia perjelas lagi. “Wajib militer capek banget, tapi karena liburan ini dapat jatah pulang jadi lumayan lah,” dia tidak tahu berapa banyak yang Kimiko tahu soal wajib militer di sini karena baik ayah dan kakaknya tidak perlu wajib militer (beruntung, dia iri berat), tapi sepertinya fakta kalau militer itu tidak ada menyenangkan-menyenangkannya sudah diketahui semua orang.

Mungkin setelah dia resmi bebas nanti, dia akan jadi seperti para hyung-nya yang hobi menceritakan berbagai pengalaman asik dan manly mereka selama berstatus jadi prajurit, tapi Daeryong yang sekarang rasanya malas mengingat-ingat soal barak karena dia harus kembali lagi kesana beberapa hari lagi. Untuk apa pulang kalau sampai rumah malah memikirkan kerjaan? Oleh karena itu, selanjutnya dia memilih untuk bertanya soal kehidupan Kimiko. “Kamu sendiri apa kabar? Kuliah lancar?”

Yonsei kan ya? Anak pintar.

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Hojo Kimiko
 Posted: Dec 11 2017, 08:55 PM
Quote
send pm // Offline
140 posts
21 years old
Mahasiswi Kedokteran Yonsei
ID: _kimchiko // paeoniatulipa_
not telling
Citizen

1890 points
Awards: 6



Bungsu Hojo mengangguk ringan mendengar pilihan yang diutarakan pemuda Do. Sedikit merasa tenang dirinya ketika pemuda itu memutuskan untuk membuka hadiah natalnya nanti. Setidaknya ia merasa lega karena tidak melihat ekspresi pemuda Do yang tidak puas dengan hadiah yang diberikannya. Ya, ia memang takut kalau pemuda itu tidak menerima hadiah yang diberikan. Takut kalau hadiah natal yang diberikannya tidak sesuai dengan harapan atau ekspektasinya. Jadi ia merasa sedikit senang karena pemuda itu bisa menyembunyikan paper bagnya, dan kembali fokus pada percakapan mereka.

“Itu bukan apa-apa, niichan.”

Tangannya mengibas menandakan ia tidak mempermasalahkan hal itu. Berusaha menyudahi juga dengan percakapan mereka yang masih saja berputar dalam rasa tidak enak secara tidak langsung. Kenapa? Mereka seharusnya tidak perlu merasa seperti itu ‘kan? Ah, apa Kimiko lagi-lagi harus merasa menyesal? Tidak perlu ‘kan?

“Sehabis niichan wajib militer kita berlibur, yuk. Hitung-hitung ganti waktu pertemuan kita yang sudah jarang.”

Terlintas dalam benaknya harapan kalau pemuda Do itu menyetujui usulannya. Meskipun ia ucapkan secara spontan, namun kalau dipikir itu terdengar cukup menggiurkan baginya. Benar-benar mengganti rugi pertemuan mereka yang sudah hampir jarang terjadi. Sekalian untuk Daeryong-nii relaksasi juga. Karena Kimiko bisa menangkap kalau wajib militer yang dilakukan Daeryong-nii itu cukup melelahkan. Makanya ia ingin membantu pemuda itu melupakan wajib militernya yang melelahkan itu.

Niichan bisa lihat, Kimi baik-baik saja.” Ia terkekeh. Kenyataannya memang ia baik-baik saja meski tidak sepenuhnya sehat karena rutinitasnya. Masih sesekali ia merasa penat, kalau boleh dibilang. “Kuliahku bisa dibilang lancar juga. Masih dipenuhi sama tugas tiada henti.” Inginnya merengut saja.

PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 11 2017, 10:42 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Entah karena mereka sudah terlalu lama tidak bertemu atau karena dianya yang kelamaan berada di lingkungan militer hingga lupa cara bersosialisasi yang normal, tapi dia merasa agak salah tingkah sekarang. Alasan pertama kali ya? Sesungguhnya ketika masih kecil mereka cukup dekat. Kalau ibu mereka bertemu, pasti Daeryong akan ikut dan mengajak main Kimiko (sedangkan kembarannya akan memelototinya dari jauh—gak takut sih, bocah ini). Tapi menjelang masuk dan di tahun-tahun awal SMP, hubungan yang cukup dekat itu merenggang jauh luar biasa. Masuk SMP, dia mendapat banyak teman baru, sehingga perlahan-lahan kecengan masa kecilnya yang jadi terkesan bocah (karena masih SD ketika dia sudah SMP) itu pun mulai terlupakan (baca: digantikan dengan cewek baru).

Terdengar brengsek, aduh maaf. Tapi sekarang Kimiko itu tidak lebih dari sosok adik untuknya kok, tenang.

Mendengar ide liburan bersama yang mendadak dicetuskan si gadis, dia sungguhan bingung mau membalas apa. Dia saja belum memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah keluar nanti selain tidur dan makan enak yang banyak. Bakal ada waktu atau tidak untuk liburan, sebenarnya masih belum tahu.

“Kalau sempet ya,” dia tidak mau membuat janji palsu, jadi mending dipahitin dulu. “Harus mengurus urusan kampus soalnya. Kalau sempat mau langsung masuk lagi semester depan,” teman-temannya yang lain banyak yang memilih cuti satu semester lagi setelah keluar, tapi dia agak malas berbuat hal yang sama.

“Oooh, baguslah,” dia manggut-manggut sendiri. “Tugasnya ngapain sih, kedokteran? Bedah-bedah mayat?” Jurusannya semasa SMA bukan IPA, makanya dia tidak punya teman yang masuk FK dan tidak paham tugasnya ngapain aja.

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Hojo Kimiko
 Posted: Dec 12 2017, 08:59 PM
Quote
send pm // Offline
140 posts
21 years old
Mahasiswi Kedokteran Yonsei
ID: _kimchiko // paeoniatulipa_
not telling
Citizen

1890 points
Awards: 6



Sepenuhnya memang impulsif saat anak dara mengajak pemuda Do berlibur. Selain karena ia sendiri merasa penat dengan rutinitasnya, ia juga memang berkeinginan untuk mengajak pemuda itu berlibur bersamanya. Hitung-hitung ia mengfanti rugi waktu mereka yang terbuang karena jarang bertemu. Sekaligus ingin membuat pemuda itu sedikit lebih fresh dan tidak merasa lelah ketika wajib militernya selesai. Apalagi Daeryong-nii juga akan dihadapkan lagi dengan perkuliahannya yang tertunda karena wajib militernya.

Ia tahu bagaimana rasanya tidak bisa melepaskan diri dari rutinitas. Mengesalkan, memuakkan, melelahkan—semuanya bercampur menjadi satu.

“Tidak masalah. Kabari Kimi saja kalau niichan punya waktu kosong untuk berlibur. Tapi... jangan mendadak ya?”

Ia cukup senang meski pemuda itu tidak bisa berjanji akan berlibur dengannya, paling tidak ia memiliki sedikitnya lima sampai sepuluh persen jawaban positif. Tidak ada yang tidak mungkin. Siapa tahu Daeryong-nii tiba-tiba mengubah pikirannya dengan cepat jadi rencana liburan mereka terlaksana. Meski kepastian belum dekat dengannya, setidaknya ia sudah merasa senang. Walau hanya membayangkannya saja.

Bibirnya sedikit mengerucut ketika pemuda Do mempertanyaakn perihal kuliahnya. Tugas anak kedokteran, ya. “Ada beberapa praktek yang betulan seperti itu—membelah mayat. Tapi sejauh ini aku masih dicekoki dengan berbagai macam teori, niichan.” Dan dara bungsu Hojo cukup merasa mual hanya karena mengingat materi-materi yang selama ini sudah berusaha ia jejalkan kedalam otaknya. Kelewat banyak. Membuatnya sesekali menyesali keputusannya memilih jurusan kedokteran.

Tapi padahal tidak ada yang harus disesali ‘kan? Ini pilihannya dan ia harus bertanggungjawab.

Niichan sendiri kuliahnya sebelum wajib militer bagaimana?”

Tidak begitu membuat mual seperti dirinya selama ini ‘kan, niichan?

PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (2) 1 2 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.