WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (3) 1 2 3  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] 니꿈꿔, wsw; prompt.1
Goo Yeeun
 Posted: Dec 5 2017, 11:45 PM
Quote
send pm // Offline
85 posts
21 years old
tukang prokras
ID: 9yeeun
too young to understand love
Citizen

1250 points
Awards: 2



홍대 로컬 카페 (cafe Local)
2017년 12월 24일. 10.04오전.




Sudah pernah dapat cerita, soal ponsel Yeeun yang mulai berulah baterainya, awal tahun lalu? Nah. Belum ada setahun sejak itu, kualitas baterai ponselnya sudah mengalami penurunan drastis dan Yeeun sedang giat-giatnya berdoa supaya dapat ponsel baru sebagai hadiah natalnya tahun ini. Nanti malam, acara tukar kadonya.

(Doakan Yeeun!)

Tapi lupakan dulu soal harapan dan ponsel baru. Ponselnya yang sekarang sudah benar-benar tidak tertolong lagi, deh, serius. Waktu Yeeun berangkat dari rumah tadi, Yeeun bersumpah baterainya masih terisi lebih dari separuh kapasitasnya. Tapi sekarang, baru ditinggal sebentar untuk menempuh perjalanan ke Hongdae saja, ponselnya sudah menunjukkan angka tidak lebih dari lima belas persen. Parah. Dia belum selesai komunikasi dengan Sori, ini.

Sori minta ditemani beli hadiah buat pacarnya (suka oon memang; beli hadiah natal di H-1 begini) dan tempat yang disepakati mereka untuk bertemu adalah Hongdae karena Sori tinggal di daerah dekat-dekat sini.

Dan musibah betulan datang ketika Yeeun mendapatkan pesanan minumnya dan hendak menjawab telepon dari Sori. Tombol hijau untuk menerima telepon sudah dipencet dan Yeeun tidak mendengar apa-apa dari ponselnya sewaktu didekatkan ke telinga. Dicek lagi, layarnya sudah berwarna hitam dan tidak mau diapa-apakan. Mati.

Tidak bawa powerbank (orang oon memang hanya berteman dengan orang oon), Yeeun bersyukur masih bawa charger. Matanya yang jeli tiap mencari stop kontak belakangan langsung menangkap satu. Di dekat meja yang sudah diduduki orang...

"Maaf," tukasnya kikuk usai menancapkan pengisi daya di sana—nekat, "boleh numpang duduk sebentar, ya."

This post has been edited by Goo Yeeun: Dec 6 2017, 08:37 AM

--------------------
I don’t even know my own heart
Seeing leaves fall makes me sensitive, why?
PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 6 2017, 08:53 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Akhirnya libur, saudara-saudara.

Do Daeryong bangun pagi-pagi buta, menjejalkan barang ke dalam ransel dan bergerak cepat menuju terminal bus. Termasuk yang paling pagi, semata-mata karena ogah naik bus siang yang pasti jauh lebih ramai. Separuh barak pulang ke Seoul hari ini, dan dia ogah berdiri sepanjang perjalanan. Sayangnya, sudah capek-capek pulang ternyata ibunya sedang pergi mengantar bunga untuk acara di hotel di Gangnam. Kunci kamarnya ada pada beliau dan tanpanya Daeryong tidak bisa masuk kamar. Ransel sih bisa ditaruh di ruang tengah, tapi sampai ibunya pulang dia harus betah berada dalam seragam.

Nasib.

Karena keinginan untuk bertemu pacar (baca: kasur), berganti baju dan tidur kembali tidak bisa diwujudkan, dia memilih untuk keluar rumah. Jodohnya pagi ini kalau bukan bantal ya berarti kopi. Soal rasa, dia lebih suka kafe gang sebelah, tapi dia terlalu malas untuk jalan sampai ke sana dan toh yang ini suasanya lebih enak untuk jadi tempat menunggu lama. Setelah memesan segelas americano, dia duduk di meja untuk dua dan segera mengeluarkan ponselnya, berusaha mengontak bocah-bocah lain kali-kali ada yang bisa diajak makan siang.

Sangsi ada yang bisa sih, semuanya pasti sibuk pacaran.

Dia sedang sibuk mencari ‘orang yang sedang tidak pasang foto profil dengan pacar’ di antara daftar kontaknya ketika ada perempuan yang mendadak datang dan menyolok charger di stopkontak dekat mejanya. Numpang duduk, katanya. “Oh iya, gak apa-apa,” maaf, dia agak terpana dengan kemunculan teman semeja yang ajaib begini.

Terpana karena hal lain juga gak, nih?


—sebentar, tadi dia sudah scroll sampai siapa?

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Goo Yeeun
 Posted: Dec 9 2017, 09:21 PM
Quote
send pm // Offline
85 posts
21 years old
tukang prokras
ID: 9yeeun
too young to understand love
Citizen

1250 points
Awards: 2



Dia hanya butuh cepat-cepat menancapkan pengisi daya ponselnya pada stop kontak yang ada. Duduk di kursi kosong terdekat, minta izin pada yang sudah di meja itu lebih dulu, dan memerhatikan benar-benar yang dimintai izin adalah sederet hal yang baru dilakukan anak perempuan itu kemudian usai memastikan daya sudah terisi lancar ke ponselnya dan kini dia tinggal menunggu ponselnya menyala. Yeeun lantas mendapati mukanya memanas, menyebar hingga ke seluruh bagian kepalanya. Sadar, hingga akhirnya malu.

(Karena dia sudah bertindak sembarangan, kok, bukan karena apa-apa.)

Seorang laki-laki, penghuni asli meja itu. Entahlah, Yeeun kurang yakin tapi kelihatannya tampak seumur dengannya—atau lebih tua. Tidak mungkin lebih muda karena mukanya terlihat dewasa, sih. Mukanya, ya. Dan bagian menariknya adalah ini: laki-laki itu mengenakan seragam militer.

Takjub, anak perempuan itu.

"Eh..., maaf," bukan maaf biasa karena sudah lancang duduk di sana.

"...maaf. Ini tempat duduk pacarmu, ya..?"

Mendadak berdiri, Yeeun kemudian meraih ponsel yang kabel pengisi dayanya masih tertancap di stop kontak dekat situ dan vanilla latte-nya turut serta. Ditoleh, diperhatikan bolak-balik sejumlah orang yang masih mengantre di konter sana dan pemuda yang ada di depannya itu. Mencocokkan apakah memang salah satu perempuan yang masih berdiri di depan konter sana adalah pacar tentara yang pasti sedang ingin menemui pacarnya di sini selagi mendapatkan hari liburnya.

This post has been edited by Goo Yeeun: Dec 9 2017, 10:17 PM

--------------------
I don’t even know my own heart
Seeing leaves fall makes me sensitive, why?
PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 9 2017, 10:14 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Sebentar, butuh penjelasan supaya dia tidak terdengar seperti cowok yang hobinya jelalatan. Pemandangannya setiap hari adalah tuyul-tuyul botak atau bapak-bapak galak, lihat cewek paling-paling ibu-ibu sukarelawan yang ada di gereja/vihara, atau foto pacar teman sekompinya yang sering ditempel di care package dari rumah. Seleranya masih normal, jadi jelas dia tidak bereaksi apa-apa melihat para wanita paruh baya dengan rambut keriting mereka yang seragam, dan dia masih cukup bermoral untuk tidak melirik pacar rekan-rekannya sendiri. Jadi ya, kalau sudah pulang ke Seoul begini, jangan salahkan radar ceweknya yang jadi super sensitif.

Penjelasannya selesai sampai di sini. Dan iya, barusan dia terpana karena teman semeja dadakannya itu cantik. Bukan tipe orang cantik yang otomatis membuatmu menekuk lutut macam Bora-noonanya memang, tapi boleh lah. Mirip kalau dilihat-lihat (dengan kacamata manusia yang bernasib jadi pertapa selibat selama 18 bulan).

Untuk menjaga image, dan karena memang dia tidak senorak itu untuk langsung mengajak kenalan atau apa, dia berlagak melihat hp. Gak lama, tapi, karena rupanya cewek itu duluan yang mengajak bicara....untuk pergi pamit karena dia dikira punya pacar. Pandangannya langsung beralih secepat kilat dari layar ponsel menuju sosok si gadis yang mulai sibuk mau beranjak.

“Hah, enggak kok,” buru-buru dia menyergah. Kemudian, barulah dia sadar kalau dia baru saja mengakui status jomblonya pada orang yang sama sekali tidak dia kenal. Yak, kerja bagus Do Daeryong. Tidak apa-apa. Paling-paling cewek-agak-cantik ini akan mengasihani kamu yang sudah berstatus kacung negara, jomblo pula padahal besok hari natal. “Duduk aja dulu, gak apa-apa. Harus ngecharge hp kan?”

Alus.

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Goo Yeeun
 Posted: Dec 12 2017, 08:55 PM
Quote
send pm // Offline
85 posts
21 years old
tukang prokras
ID: 9yeeun
too young to understand love
Citizen

1250 points
Awards: 2



Jangan mentang-mentang Yeeun bicara separuh gagu begitu, lantas kalian menyebut Yeeun sebagai anak perempuan yang manis dan pemalu, ya. (Meski kadang memang ada beberapa yang menyebutnya manis—cie, iya, cie—tapi itu sama sekali tidak bisa dijadikan referensi.) Yeeun hanya sedikit panik karena dia sudah bertindak tanpa menggunakan otak dulu sebelumnya. Iya, bagian itu memang salahnya. Cuma karena ponsel yang mati, kenapa dia bisa dengan sembarangan duduk di meja yang sudah berpenghuni begitu hanya karena salah satu kursinya dekat dengan stop kontak, coba.

Sekarang, setelah anak perempuan itu berhasil menguasai kondisi, merunut pelan-pelan situasi di sekitarnya, dan mengelaborasikan semuanya, dia gugup sendiri begitu jadinya.

“Hah, enggak kok.”

Di situ Yeeun memutar otak. Enggak apanya, nih? Bukan pacarkah orang yang punya tempat duduk ini? Atau, memang tempat duduk ini tidak ada penghuninya? Dia disuruh duduk lagi, tapi Yeeun agak sangsi. Nanti belum ada lima menit dia duduk, yang punya kursi ini datang, bagaimana, dong?

(Ya tinggal berdiri dan menyingkir saja, sih, Eun...)

Gadis itu kemudian setuju dan menganggukkan kepalanya pelan, usai menimbang-nimbang selama sekitar lima detik. Duduk sebentar memang tidak ada salahnya, sih. Kita coba percaya saja pada apa yang pemuda itu bilang, tidak apa-apa. Nanti kalau memang pacarnya benar datang dan melabrak Yeeun, ya..., tinggal salahkan lelaki berseragam militer ini saja gantian. Tadi katanya boleh duduk di sini. Iya, kan?

"Ya... numpang sebentar, ya... aku cuma perlu telepon temanku sebentar setelah itu bisa pergi, kok. Nunggu di luar," lanjutannya setelah itu hanya berupa gumaman, "atau di manalah."

--------------------
I don’t even know my own heart
Seeing leaves fall makes me sensitive, why?
PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 12 2017, 09:49 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Dia sukses membuat anak perempuan itu duduk kembali, tapi habis itu ya sudah. Daeryong kembali sok melihat hp-nya sampai dia mendengar gadis itu berbicara lagi. “Udah bayar minum mahal-mahal rugi amat nunggu di luar,” komentarnya sambil nyengir kecil, berusaha terlihat ramah karena baru sadar selama ini tampangnya datar-datar saja—ya kalau dari awal sudah tersenyum terlihat seram juga sih.

Pemuda itu meletakan ponselnya di atas meja, sebelum meraih cangkir kopi dan menyesap americanonya sedikit. Dia melirik ke depan, gadis itu masih terus memegangi ponselnya tapi setidaknya tidak lagi menoleh-noleh ke belakang macam orang yang sedang dalam pelarian takut ketahuan dan dikejar. Tidak mau pandangan mereka beradu dan ketangkap basah sedang memerhatikan, seusai minum dia kembali fokus ke layar—sampai mana dia tadi? Bang Juhyuk. Loh dia punya pacar sekarang? Kurang ajar, semua orang saja pacaran.

Semakin bawah dia menyusur, hasilnya tetap sama saja. Bahkan Limlim-nya saja sudah memasang foto cowok di SeTalknya. Yi Hyerimnya, yang dulu kerjanya keluyuran bareng dia dan Haeil, sekarang sudah bisa punya pacar. Men. Daeryong jadi teringat dia belum mengabari mereka kalau dia sudah di Seoul, dan baru saja mau berbuat demikian ketika mendadak ada telefon masuk.

Eo, Eomma. Iya, udah sampai, tadi pulang rumah naruh tas, sekarang lagi di kafe ujung gang,” dari ujung satunya terdengar suara ibunya yang agak panik. “Masih satu-dua jam lagi baru beres? Gak apa kok,” gak bisa masuk kamar lagian. “Hati-hati nyetir baliknya,” pesannya sebelum menutup telefon. Yah, setidaknya dia jadi tahu sekarang berapa lama lagi harus menunggu.

This post has been edited by Do Daeryong: Dec 12 2017, 10:28 PM

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Goo Yeeun
 Posted: Dec 13 2017, 05:54 PM
Quote
send pm // Offline
85 posts
21 years old
tukang prokras
ID: 9yeeun
too young to understand love
Citizen

1250 points
Awards: 2



Ponselnya sudah menyala, tapi belum dapat sinyal sempurna. Sembari menunggu, Yeeun cuma menatapi layar ponselnya karena tidak tahu mau apa lagi. Latte-nya sudah disesap juga guna membunuh waktu. Sampai habis setengah, saking waktu yang kepingin dibunuh ada cukup banyak. Satu kakinya digoyang-goyangkan di bawah meja sana. Yeeun sebenarnya canggung.

(Iya, semua orang juga bisa melihat itu, kok...)

Karena, bagaimana, ya. Dia sudah telanjur duduk di depan orang asing begini. Dan Yeeun sesungguhnya tidak secuek itu meski tampilannya bilang demikian. Duduk satu meja dengan orang tidak dikenal bukan sesuatu yang akan dilakukan Yeeun kalau memang tidak kepepet sekali. Sekarang dia harus dan diam saja melakukan aktivitas masing-masing seharusnya adalah wajar, ya. Tetapi Yeeun tidak bisa begitu. Adalah sebuah perasaan bersalah, malu, dan juga keingintahuan yang bercampur jadi satu yang membuat gadis itu resah kalau terus-terusan diam saja begitu.

"Baru pulang dari barak, ya."

Tidak tahan lagi, Goo Yeeun akhirnya menginisiasi satu tanya ringan, usai pemuda itu menutup telepon. Yeeun sebenarnya tidak berniat menguping. Tapi dari jarak sebegini dekat dengan Yeeun yang tidak ada kegiatan apa-apa selain menunggu itu, bisa apa dia selain bolak-balik memerhatikan dan mengalihkan tatapan dari lelaki itu (ya... tentu saja sambil mendengarkan juga) ketika berbicara dengan ibunya di telepon?

Ternyata bukan mau menemui pacar, di sini. Rumahnya dekat kafe ini dan sepertinya dia ke sini karena ibunya tidak ada di rumah.

Sepertinya, ya.

--------------------
I don’t even know my own heart
Seeing leaves fall makes me sensitive, why?
PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 13 2017, 08:09 PM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Dia tidak tahu berapa lama lagi teman semejanya itu akan ada di sini, tapi selagi masih ada lumayan lah. Dia jadi punya hal lain untuk (diam-diam) diperhatikan selain deretan nama dan foto yang makin mengukuhkan status jomblonya. Setidaknya kalau dilihat orang lain yang masuk ke kafe, kesannya dia punya pacar gitu.

(Padahal kenal nama aja enggak, mblo.)

Pembicarannya dengan sang ibu negara baru saja beres, ketika ada suara perempuan lain yang terdengar di telinga. Wah, diajak ngomong nih? Ya tidak mungkin orang lain sih, yang pakai baju tentara di ruangan itu hanya dia seorang. “Haha iya,” pakai ketawa dulu karena ada yang bilang dia kalau sedang tertawa manis (halah). “Kamar dikunci dan kuncinya dibawa pergi, makanya nunggu di sini,” penjelasannya antara penting tak penting sih, tapi dia lakukan saja, kali-kali gadis itu penasaran.

Berhubung dia sudah menjawab satu pertanyaan, gantian boleh dong ya?

“Itu, temannya,” dia melirik ke arah ponsel si gadis yang daritadi masih belum menempel ke telinga juga, padahal tadi bilangnya mau menelpon, “belum terhubung juga?” Bukan bermaksud mengusir kok, jangan salah paham. Dia cuma tidak tahu mau bertanya soal apa, karena yang dia tahu soal si anak perempuan adalah dia sedang mengecharge hp agar bisa menelpon. Pertanyaan yang bisa ditanyakan sedikit, tahu.

Ya kali dia bertanya temannya cewek atau cowok, mau kemana sama temannya, atau hpnya kenapa belum dicharge padahal mau ketemuan. Creepy amat bos. Ntar yang ada dia dicap prajurit kesepian anak mama yang tidak bisa bersosialisasi dengan benar. Tragis amat.



--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
Goo Yeeun
 Posted: Dec 16 2017, 11:59 PM
Quote
send pm // Offline
85 posts
21 years old
tukang prokras
ID: 9yeeun
too young to understand love
Citizen

1250 points
Awards: 2



Oh, orangnya tertawa. Waktu Yeeun tanya soal pulang dan barak. Maksudnya, pemuda itu tidak melihat Yeeun aneh atau bagaimana hanya karena anak perempuan itu mendadak melontarkan tanya.

Ya tidak mungkin juga, sih, dilihat aneh lagi. Soalnya Yeeun memang sudah aneh dari awal, kan. Ini sih tidak seberapa dibandingkan dengan kelakuannya yang mendadak duduk di meja lelaki itu tadi.

Malah, pemuda itu menjelaskan dengan lengkap detail yang terjadi di rumahnya hingga dia bisa berakhir duduk di sini alih-alih beristirahat di rumah sepulangnya dari menjalankan tugas negara. Caranya menjelaskan pun terlihat santai seperti mereka itu teman lama yang baru bertemu lagi setelah sekian tahun. Membuang rasa canggung dan takut-takut Yeeun, menggantikannya dengan rasa rileks juga yang tergambar lewat tawa kecil yang ikut lolos melihat lelaki itu tertawa. "Tidak capek memangnya, baru pulang langsung keluar lagi? Tidur-tidur di ruang tamu begitu kan juga bisa padahal..."

(Memangnya kamu, Eun, harus diiming-imingi traktiran dulu baru mau keluar rumah.)

"Hah?" Diingatkan soal telepon teman, Yeeun langsung mengecek ponsel dan sepertinya sudah bisa digunakan benar-benar perangkat itu. "Iya, maaf, sebentar aku telepon dulu."

Panggilan tersambung dan Yeeun mendekatkan ponselnya ke telinga. Nada sambung terdengar dan dia menunggu. Sekian detik, sekian lama, tidak diangkat juga. Sampai akhirnya terdengar suara operator bilang si pemilik nomor tidak merespons panggilannya.

"Tidak diangkat..."

--------------------
I don’t even know my own heart
Seeing leaves fall makes me sensitive, why?
PM
^
Do Daeryong
 Posted: Dec 17 2017, 12:32 AM
Quote
send pm // Offline
51 posts
23 years old
홍익법대 14학번
ID: ddaeryong
single
Citizen

1410 points
Awards: 4



Rupanya gak berubah jadi bego-bego amat dalam membuat konversasi, Do Daeryong ini. Dia kira keluar dari barak, dia akan jadi robot yang hanya tahu cara berbicara pakai jondaetmal, tapi ternyata masih punya sense berbicara. “...dan selingkuh dari pacarku si kasur?” Pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya takzim. “Gawat itu, tidak boleh sampai terjadi,” tambahnya sebelum mengakhirinya dengan cengiran kecil. “Di barak tidurnya di atas dipan, masa pulang ke Seoul juga harus tidur lantai, kan gak lucu,” ini alasan sungguhannya. Lebih baik duduk sambil minum kopi dan cuci mata daripada tidur di lantai, pakai seragam pula.

Gadis itu buru-buru mengecek ponselnya seusai Daeryong bertanya. Dia mengangguk mempersilahkan ketika yang bersangkutan izin menelpon sebentar, dan supaya terkesan sopan dan tidak berniat menguping, kembali pula lah atensinya ke ponsel milik sendiri. Mana jendela chat? Dengan cepat dia mengetikan pesan singkat (“oi udh balik hongdae nih. jadinya mau hari apa jam brp???”) dan mengirimkannya ke grup yang isinya dia, Hyerim dan Haeil.

Sesungguhnya sambil mengetik bocah ini memasang telinga, menunggu gadis yang ada di hadapannya itu berbicara dengan temannya supaya dia punya sesuatu yang baru untuk diketahui. Tapi yang ditunggu-tunggu tidak terdengar, dan malah suara agak sedih yang keluar alih-alih jejeritan khas anak perempuan kalau sedang telfonan.

“Gak diangkat?” tanyanya. “Masih tidur kali temennya,” ini bukan sekadar asal bunyi, tapi sepenuhnya berasal dari pengalaman pribadi. Teman-temannya yang kurang ajar selalu begitu, soalnya. Lupa jam janjian dan baru datang 30 menit sampai satu jam setelahnya dengan alasan ketiduran—datangnya gak pakai mandi dulu pula. Najis luar biasa.

--------------------
ain't even trying
we gon drown drown yeah
user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (3) 1 2 3 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.