WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


Pages: (2) 1 2  ( Go to first unread post )
Closed
New Topic
New Poll

 [FIN] Cogitus interruptus
Jang Jinjoo
 Posted: Dec 6 2017, 08:38 PM
Quote
send pm // Offline
160 posts
15 years old
taekwondo national athlete
ID: triple_j
happily in love
Citizen

1860 points
Awards: 2



Hari ini tanggal 24 Desember 2017. Malam Natal, benar. Dingin menusuk sampai ke tulang, membuat napas mereka sampai bisa dilihat sebagai kabut putih tipis setiap kali mulut mereka membuka. Mantel tebal dan syal rajut berlapis melindungi tubuh Jinjoo, tidak lupa dengan sebuah beanie berwarna biru ceria yang bertengger di kepalanya. Ia duduk meringkuk, memeluk lutut. Menatap kelap-kelip kota Seoul di bawah bukit dalam bungkam.

Jinjoo tidak sendiri, kok.

Di sampingnya ada Ahn Jaehwan—pacarnya. Tahu tidak sih, sampai sekarang mereka masih dalam status berantem, lho. Belum ada satupun yang mau maju duluan dan menyapa duluan. Mungkin sih. Soalnya selama ini Jinjoo selalu menghindar, like literally menghindar setiap kali melihat Jaehwan. Jinjoo tidak tahu kalau Jaehwan berusaha atau tidak, setidaknya sampai batang hidung pacarnya itu muncul di ambang pintu apartemen Ayaka, mengajaknya (memaksa) pergi sejenak.

Hatinya tidak tega menyuruh Jaehwan pulang saja, jadi Jinjoo turuti deh. Tapi dia bungkam di sepanjang perjalanan. Di bis, meski mereka duduk berdampingan, Jinjoo tetap mengunci mulutnya. Ketika turun dan harus berjalan mendaki sejenak, Jinjoo tetap memperhatikan ujung sepatu yang dipakai Jaehwan alih-alih wajahnya. Banyak pikiran bertumpuk di benak bocah ini.

Seperti apa, bagaimana, kapan, pokoknya semua 5w1h muncul di benaknya.

Angin dingin berhembus, meniup poni Jinjoo yang menyembul dari balik beanie. Udara makin dingin, ya. Oh, tadi Jinjoo sempat mengambil sesuatu yang cukup berharga—mama tidak pernah lupa mengingatkannya untuk membawa benda tersebut. Instant hot pack.

"Nih... dingin."

Disodorkan pada Ahn Jaehwan. Memecah keheningan, Jinjoo-ya?

*
*
*4. Drifting through winter; outskirts of the city

This post has been edited by Jang Jinjoo: Dec 6 2017, 08:40 PM
PM
^
Ahn Jaehwan
 Posted: Dec 11 2017, 08:07 PM
Quote
send pm // Offline
217 posts
16 years old
pemburu video xxxxx
ID: 1. ahnjae, 2. kimochi.sugoi
happily in love
Citizen

1950 points
Awards: 10



Malam natal ini, akhirnya ia memberanikan diri untuk menghampiri Jinjoo lebih dulu. Setelah berhari-hari lamanya membiarkan jarak di antara mereka, Jaehwan pikir nggak bisa begini terus. Jinjoo bisa jadi menghindar, tapi Jaehwan sendiri nggak melakukan hal apapun untuk menahan pacarnya itu agar tidak kabur setiap kali melihat wajahnya.

Di kelas, suasananya sudah begitu tegang sehingga kalaupun ada ia ataupun Jinjoo dalam kumpulan suicidesquad, yang lainnya pasti akan memilih untuk pergi atau diam di pojokan. Kentara sekali ada sesuatu yang terjadi di antara mereka, tapi jika anak suicidesquad tahu bahwa ada sesuatu yang salah, maka teman-temannya itu telah melakukan akting yang cukup baik untuk berpura-pura tidak tahu dan ikut campur. Barom juga tidak bertanya, mungkin menunggu Jaehwan menceritakannya duluan.


Berdiri di depan pintu apartemen Ayaka nuna dimana Jinjoo tinggal adalah Jaehwan, yang setelah memastikan bahwa Jinjoo nggak punya latihan dan nggak sibuk, bersikeras meminta anak perempuan itu mengikutinya ke suatu tempat. Jaehwan nggak langsung menyebutkan kemana, tapi ia membimbing langkah lebih dulu. Mereka berjalan bersisian tanpa banyak bicara. Padahal jika tidak sedang bertengkar pasti tangan mereka akan saling bergandengan dan topik perbincangan akan mengalir lancar tanpa seorang harus memancingnya lebih dulu.

Di atas bukit begini, anginnya terasa lebih kencang. Jaehwan tanpa sadar mengerlingkan pandang, khawatir jika Jinjoo sakit karena angin yang berhembus kencang baru saja lalu sampailah fokusnya pada beanie yang tengah dikenakan gadis itu.

Masih disimpan toh.... syukurlah.

Sadar cukup lama menatap, ia setengah terkejut saat Jinjoo menawarkan pak penghangat. "Kamu nggak pakai? Yang penting Jinjoo nggak kedinginan, aku nggak apa-apa."

--------------------
the legend & the myths and;
superman unrolls a suit before he lifts but i'm not the kind of person that it fits
PM
^
Jang Jinjoo
 Posted: Dec 14 2017, 08:50 PM
Quote
send pm // Offline
160 posts
15 years old
taekwondo national athlete
ID: triple_j
happily in love
Citizen

1860 points
Awards: 2



Jinjoo menggeleng, sebuah jawaban dari pertanyaan Jaehwan.

"Enggak," tambah Jinjoo pelan. Karena tampaknya Jaehwan tidak akan mengambilnya kalau tidak dipaksa, ia langsung menaruh hotpack tersebut di atas pangkuan si pemuda. "Nanti Jaehwannie sakit.. gak boleh."

Nanti malah Jinjoo semakin merasa bersalah gara-gara keluar bersama Jinjoo dan kedinginan. Sudah cukup merasa bersalahnya, menolak melihat wajah Jaehwan dan selalu dapat rasa sesak di dada seperti dibanting dengan posisi yang salah. Jinjoo gak suka. Jinjoo ingin kembali melihat Jaehwan tanpa harus selalu teringat kalau dia pernah bicara seenaknya dan membuat wajah Jaehwan sedih karenanya.

Tapi gimana caranya? Sewaktu bertengkar bersama Yerim pun, sahabatnya tersebut yang menariknya duluan. Sahabatnya yang membuat Jinjoo bicara. Sekarang, lalu.. dia harus gimana?

Matanya saja sudah berkaca-kaca melihat Jaehwan dari dekat begini. Hidungnya sudah mulai mampet karena menahan tangis; mulai kemerahan dan bukan karena dingin. Jemarinya terus meremas satu sama lainnya, seperti kebiasaannya kalau sedang gelisah. Biasanya dia cuma begini parah kalau mau bertanding...

"Aku gak boleh bikin Jaehwan punya alasan biar makin gak suka sama aku jadi.." Jinjoo kembali menyahut, suaranya mulai bergetar juga, "..pakai sama Jaehwan aja ya.. please?"
PM
^
Ahn Jaehwan
 Posted: Dec 15 2017, 03:19 PM
Quote
send pm // Offline
217 posts
16 years old
pemburu video xxxxx
ID: 1. ahnjae, 2. kimochi.sugoi
happily in love
Citizen

1950 points
Awards: 10



Pak penghangat itu diletakkan di pangkuannya seolah memberitahu bahwa Jinjoo nggak menerima kata tidak. Kalau mau bersikeras, Jaehwan bisa saja memberikan pak penghangatnya kembali pada Jinjoo tapi jangan, deh. Jinjoo sudah berbaik hati memberikan agar Jaehwan nggak kedinginan dan hubungan mereka juga bukannya sedang dibilang bagus sekarang.... jangan memperkeruh suasana, Jaehwan. "Gomawo, Jinjoo-ya." Akhirnya kata terima kasih yang diucap dan penghangat yang digenggamnya erat di antara kedua tangan yang diletakkan di atas pangkuan.

Sudah mendekati akhir Desember jadi Seoul pasti dingin. Tapi bisa-bisanya Jaehwan malahan ngajak Jinjoo naik ke atas bukit, malam-malam pula, entah apa yang dipikirkan. Di atas sini, mereka duduk berdua, bersampingan meski belum ada yang memulai pembicaraan lebih dulu. Jaehwan sibuk memainkan pak penghangat yang tadi Jinjoo berikan di pangkuannya, mengamati pemandangan kota Seoul yang hanya diterangi kerlap-kerlip cahaya namun bising bunyi kendaraang tak pernah mati.

Ada kemelut yang hadir di kepalanya, seperti benang kusur yang harus diuntai satu per satu untuk dapat mengeluarkannya melalui kalimat demi kalimat.

Jinjoo yang kembali membuka suara, ada getaran yang Jaehwan tangkap darinya entah karena dingin atau karena menahan tangis. Refleks Jaehwan menoleh ke samping, lihat Jinjoo dan malahan rasa bersalah yang menghinggapi diri sehingga kembali ditolehkannya perhatian pada pemandangan di depannya. "Jinjoo kok ngomongnya begitu," pelan ia memulai, "aku nggak pernah nggak suka sama Jinjoo."

Sekarang menatap pangkuannya pikir Jaehwan adalah, sudah susah payah dan jauh-jauh mengajak Jinjoo kesini, jangan sampai semuanya jadi percuma.

"Maaf ya, Jinjoo."


"Maaf karena yang waktu itu, maaf karena buat Jinjoo marah."

--------------------
the legend & the myths and;
superman unrolls a suit before he lifts but i'm not the kind of person that it fits
PM
^
Jang Jinjoo
 Posted: Dec 17 2017, 02:19 PM
Quote
send pm // Offline
160 posts
15 years old
taekwondo national athlete
ID: triple_j
happily in love
Citizen

1860 points
Awards: 2



Katanya Jaehwan, dia tidak pernah tidak suka pada Jinjoo. Namun di hati gadis kecil yang baru kali ini merasakan rasa seperti ini pada seorang pemuda sebaya, dia masih punya rasa ketakutan berlebih. Insecure. Merasa bahwa sedikit saja ada salah maka dia yang akan ditinggalkan lagi. Merasa kalau mereka melenceng sedikit saja dari jalan cerita yang biasanya ditampilkan di drama-drama, pasangan bahagia yang tidak punya beban, nanti Jaehwan akan kecewa dengan Jinjoo.

Jinjoo memeluk lutut semakin erat, bertumpu dagu di atasnya. Poni sedikit menutupi matanya dan dia agak berterima kasih atas kemalasannya memotong rambut di dahi. Setidaknya ia jadi tidak perlu melihat Jaehwan langsung karena Jinjoo pasti akan langsung tak bisa menahan tangis yang sudah membendung di mata. Malu. Nanti ia kehilangan momen. Seperti, siapa tahu, suara sesenggukan yang dikeluarkannya malah menutupi permintaan maaf Jaehwan.

Tapi kenapa Jaehwan yang harus minta maaf sih.. kan salah Jinjoo juga yang keras kepala tidak mau dijemput padahal 1) itu sudah malam dan 2) Jaehwan sudah sudi berjalan di tengah malam, di tengah musim dingin, hanya untuk bertemu Jang Jinjoo.

"Kenapa kamu yang minta maaf.." Jinjoo menyahut pelan-pelan, suara gemerisik daun di belakang mereka mengikuti karena semilir angin dingin bertiup ke arah mereka, "Aku kan yang salah.. Bilang hal-hal jahat sama Jaehwan.. ngomong kejam padahal gak tahu aslinya gimana.."

Kamu kan gak tahu rasanya gimana! - begitu kira-kira, padahal...

"Aku malu lihat kamu kemarin, rasanya tidak tahu diri banget.. Aku gak enak.. jadi takut menatapmu.. takut melihat ada raut kecewa di mukamu.."
PM
^
Ahn Jaehwan
 Posted: Dec 20 2017, 04:46 PM
Quote
send pm // Offline
217 posts
16 years old
pemburu video xxxxx
ID: 1. ahnjae, 2. kimochi.sugoi
happily in love
Citizen

1950 points
Awards: 10



Jaehwan melipat kedua kakinya kini. Dingin, tapi pak penghangat di pangkuannya yang diberikan Jinjoo dapat dirasakan mulai melakukan fungsi kerjanya. Sibuk menatapi pemandangan kota Seoul dan menggigit bibirnya adalah Jaehwan, yang berpikiran harus mulai darimana dulu setelah susah payah mengajak Jinjoo kemari. Keinginan untuk mengutarakan permintaan maaf pun sudah dilakukan meski dibalas Jinjoo dengan pertanyaan akan mengapa ia harus jadi orang yang berucap seperti itu. "Tapi aku juga salah, memaksa Jinjoo ini-itu kan...."

Intinya, mereka berdua sama-sama salah.

Tapi Jaehwan juga nggak keberatan menjadi pihak yang bersalah di sini. Asalkan Jinjoo mau berbicara lagi dengannya, nggak diam-diaman seperti yang sudah mereka lakukan beberapa minggu belakangan ini. Padahal Jaehwan sudah kangen berbincang dengan Jinjoo lagi, berjalan bareng pulang dari sekolah, melakukan kencan kecil-kecilan di sela waktu yang ada dan makan bekal buatan Jinjoo. Mau minta tolong dibuatkan lagi tapi mana bisa dalam keadaan yang seperti ini. Ayo cepat baikan, adalah resolusi yang hendak dicapainya sekarang ini jika memungkinkan.

Bukan mungkin, Jaehwan, tapi harus bisa.

"Kenapa malu," tawa pelan bisa didengar darinya, "dan aku nggak bakalan kecewa, hanya khawatir. Soalnya aku pernah lihat Jinjoo luka kan dari pertandingan sebelumnya...," beberapa bulan lalu, sewaktu Jaehwan pada akhirnya juga ngomong suka sama Jinjoo, "jadinya nggak mau lagi kalau Jinjoo sampai begitu." Ketahuilah, betapa takutnya Jaehwan ini, apalagi kalau sampai permanen (sepertinya.....), Jaehwan pasti nggak akan bisa memaafkan dirinya.

"Jinjoo.... mau dengar kenapa aku bilang begitu kemarin? Kenapa aku takut banget Jinjoo sampai luka dan cedera?"

Lebih baik diceritakan saja sekalian, lagipula Jinjoo berhak tahu kan.

--------------------
the legend & the myths and;
superman unrolls a suit before he lifts but i'm not the kind of person that it fits
PM
^
Jang Jinjoo
 Posted: Dec 21 2017, 10:42 PM
Quote
send pm // Offline
160 posts
15 years old
taekwondo national athlete
ID: triple_j
happily in love
Citizen

1860 points
Awards: 2



Jinjoo hanya bisa menggeleng lemah. Bukan, bukan salah Jaehwan, ingin sekali dia berkata begitu. Ini salah dirinya sendiri yang belum bisa membiasakan diri.

Begini, Jinjoo sudah merasa dirinya begitu terbiasa melakukan semuanya sendiri. Kebiasaan itu tidak jarang juga muncul ketika mereka berdelapan berkumpul bersama. Sedikitnya, peretelan kecil seringan membereskan barang-barang, atau yang lebih berat seperti memasakkan kudapan bagi teman-temannya. Ia selalu sendiri, merasa semuanya bisa ditanggungnya tanpa bantuan orang lain.

Seharusnya ia senang karena ada satu tangan terulur untuk membantu meringankan beban bersama, bukan harusnya digertak dan disuruh menjauh.

"Iya... sekali lagi Jinjoo minta maaf.."

Perihal luka, itu pun, meski ayah dan ibu kandungnya sempat repot dengannya, pada akhirnya Jinjoo juga bersikeras untuk tetap merawatnya sendiri, kan. Sudah sewajarnya ia meminta tolong, apalagi kali ini ada yang mau menolongnya. Ayolah, buka sedikit hatimu, Jang Jinjoo. Turunkan egois yang terlalu tinggi menjulang. Demi Ahn Jaehwan - bukan siapa-siapa lagi - dia adalah orang pertama, yang mau menganggap Jinjoo lebih dari seorang sahabat, lho.

"Jaehwan gak usah minta maaf lagi, soalnya.. gak ada yang harus dimaafkan, kok.."

The world doesn't revolve around her. Let her boyfriend shines too, for now, because not everything is about her.

"Mm...kamu enggak apa-apa menceritakannya padaku?" Jinjoo menatapnya lamat-lamat, pipinya agak kemerahan karena dingin mulai semakin menjalar, "Kalau terlalu berat, tidak pun tak apa-apa.. Mm, nanti, malah semakin, tidak nyaman.."
PM
^
Ahn Jaehwan
 Posted: Dec 23 2017, 09:21 AM
Quote
send pm // Offline
217 posts
16 years old
pemburu video xxxxx
ID: 1. ahnjae, 2. kimochi.sugoi
happily in love
Citizen

1950 points
Awards: 10



Mereka malah saling meminta maaf begini.

Ahn Jaehwan nyengir kecil, merasa akhirnya kondisi di antara mereka sedikit berubah menjadi sesuatu yang dirasa makin baik setelah satu sama lain saling meminta maaf seperti ini. Nggak langsung membaik yang membuat Jaehwan bisa ngomong sama Jinjoo kalau setelah ini, ayo di kelas pun kita kembali bersikap normal, tapi sudah cukup membuat dadanya terasa hangat akibat Jinjoo yang juga bersedia meminta maaf.

"Jinjoo juga nggak usah minta maaf kalau begitu. Kita saling meminta maaf, sudah dimaafkan, dan nggak usah minta maaf lagi saja." Anggukan kecil menyertai.

Jaehwan harusnya paham kalau Jang Jinjoo itu nggak seperti kebanyakan anak perempuan yang suka bermanja. Bahkan di antara mereka berdelapan, Jinjoo terlihat merupakan seorang yang cukup mandiri jika harus dibandingkan dengan Gongju, Jaehee, apalagi Yerim. Ia tahu sebagian dari latar belakang keluarga Jinjoo maka dari itu bisa mengerti mengapa anak perempuan berambut pendek itu terlihat kuat dan mandiri sewaktu-waktu.

Tapi Jaehwan malahan bersikeras begitu, bagaimana tidak marah Jinjoonya.


(Ya sudah yang itu, pokoknya sudah minta maaf kan.)


"Nggak apa-apa kok... kupikir Jinjoo juga harus tahu tentang itu." Sebuah helaan nafas, lalu mulai berpikir, sebaiknya cerita darimana dulu. "Kejadiannya sudah cukup lama, kok" tapi masih meninggalkan bekas yang kentara, seperti baru saja terjadi kemarin hari. "Aku dulu... dulu sekali juga atlet seperti Jinjoo-ya. Prestasiku cukup baik lho! Aku masih simpan beberapa medali yang kudapatkan dulu," tapi disembunyikan, sengaja, karena tidak ingin melihat.

"Sekarang sih sudah nggak lagi, ehe, soalnya....


aku cedera."

Cengirannya turun sedikit.

--------------------
the legend & the myths and;
superman unrolls a suit before he lifts but i'm not the kind of person that it fits
PM
^
Jang Jinjoo
 Posted: Dec 23 2017, 12:26 PM
Quote
send pm // Offline
160 posts
15 years old
taekwondo national athlete
ID: triple_j
happily in love
Citizen

1860 points
Awards: 2



Jinjoo sudah menyiapkan diri - untuk sesuatu yang bahkan dia juga masih belum terlalu mengerti apa. Dugaan jelas ada. Mau bagaimanapun, Jinjoo sempat menyadari beberapa fakta kecil yang cukup aneh dari kelakuan pacarnya tersebut (sekarang sudah boleh bilang itu lagi dengan bahagia, kan? Mereka baru baikan, bukan?). Seperti contohnya, kenapa Jaehwan yang sangat suka komentar dan memastikan semuanya ikut dalam urusan grup malah menjadi orang yang tidak ikut mencemplungkan diri ke laut saat di Busan waktu itu? Atau kenapa paniknya begitu luar biasa ketika Jinjoo tidak sengaja menepuk bahunya?

Dulu - ah, jangankan dulu, sedetik sebelum Jaehwan mencurahkan hatinya saja - Jinjoo kira mereka berdua tidak akan punya satu hal yang benar-benar bisa mengaitkan mereka bersama. Namun ia tidak mengira, kalau Jaehwan ternyata punya sesuatu yang pahit di belakang tawanya yang begitu lepas.

Jelas Jinjoo mengerti. Jinjoo sangat mengerti, apa artinya sebuah cedera bagi seorang atlet yang masih dalam kondisi prima, dengan usia yang masih terhitung muda, dan baru saja meniti karier seperti mereka. Rasanya masa depan itu seperti direnggut begitu saja. Ingin menyalahkan sesuatu, tapi tidak ada yang bisa dijadikan korban dan objek untuk disalahkan, lalu kemudian berakhir menyimpannya begitu saja di dalam hatinya.

Jemari Jinjoo perlahan menelusup, mengaitkan miliknya dengan milik Jaehwan. Dingin membuat jemari Jinjoo seperti baru memegang es, apalagi karena hot pack-nya tadi sempat diberikan pada Jaehwan. Tapi Jinjoo merasa genggam erat tangan ini dibutuhkan oleh keduanya. Bagi Jinjoo untuk tidak menangis sendiri dan merasa kasihan pada Jaehwan, dan bagi Jaehwan untuk.. sebuah dukungan.

"Jae-ya," gumam Jinjoo perlahan, sedikit membisik, "Kalau mau nangis boleh loh. Kamu sudah begitu kuat selama ini."

Jempolnya menggurat lingkar-lingkar kasat mata di atas punggung tangan Jaehwan.

"Maaf selama ini aku enggak tahu, tapi... sekarang aku ada di sini, kok.. Kamu boleh mengeluh sekarang. Aku tahu itu bikin sedih banget, Jae-ya. Aku gak akan bilang kamu pengecut kalau kamu nangis..."
PM
^
Ahn Jaehwan
 Posted: Dec 23 2017, 04:19 PM
Quote
send pm // Offline
217 posts
16 years old
pemburu video xxxxx
ID: 1. ahnjae, 2. kimochi.sugoi
happily in love
Citizen

1950 points
Awards: 10



Habis cerita itu harusnya lega, apalagi Jaehwan ceritanya sama Jinjoo lho. Orang yang penting baginya. Tapi cerita begini mau tidak mau membuatnya kembali ingat, dan sampai sekarang, masuk ke dalam kolam renang pun masih menjadi sebuah hal yang ditakuti olehnya. Takut berharap lebih, takut sekalinya masuk, Jaehwan nggak mau keluar lagi karena akui saja, berenang itu benar-benar menyenangkan! Ia tidak pernah merasa sebebas di air lantas porsi latihan seberat apapun yang dilakukannya dulu tak pernah menjadi sebuah hal yang memberatkan untuknya.

"Kata dokter sebenarnya aku sudah bisa coba berlatih... kalau mau, tapi....," takut. Nggak berhasil diucapkan, seolah menyatakan betapa pengecutnya Ahn Jaehwan ini dalam menghadapi ketakutannya sendiri. "Seperti Jinjoo, kupikir dengan latihan semakin banyak, aku bakalan jadi makin baik, bakalan berhasil merebut medali emas karena baru kali itu aku jadi kandidat turnamen nasional, ehe, nggak kalah sama Jinjoo-ya kan." Cengirnya masih ada tapi dibanding cengiran Jaehwan yang biasanya, ada sesuatu yang terlihat berbeda.

Seperti dipaksakan, seperti mengguratkan kepedihan yang sudah lama disimpan.

"Tapi ya... begitu..."

Jemarinya menggambar pola tidak beraturan di atas permukaan tanah bersalju, nggak tahu gimana caranya menatap Jinjoo karena mungkin dia kecewa pacarnya tidak terlihat sekeren yang diduganya?

Tidak sesuai dugaannya, Jinjoo malahan mengaitkan jemarinya dengan miliknya, lalu mengusap pelan di sana, seolah hendak menenangkan. Tangan Jinjoo dingin begini, memintanya untuk balas menggenggam erat dan mendekat lebih padanya. "Ng, aku nggak mau nangis," cengar-cengirnya perlahan turun sampai benar-benar nggak ada dan dibenamkannya wajah di pundak Jinjoo.

"Maaf ya Jinjoo-ya. Aku nggak keren sama sekali."

Ini pertama kalinya Jaehwan menangis di depan seseorang, tidak dengan Barom, Hyejung, bahkan keluarganya sekalipun.

--------------------
the legend & the myths and;
superman unrolls a suit before he lifts but i'm not the kind of person that it fits
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Pages: (2) 1 2 
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.