WBEnt x Seoul 2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Eun Joohee, citizen / female / 2001 / done
Eun Joohee
 Posted: Mar 21 2018, 06:31 PM
Quote
send pm // Offline
5 posts
16 years old
pelajar kelas 1.1 sma guro
ID: rl: hi.eunjoo, nw: chewwwy
single
New Citizen

60 points
Awards: None


EUN JOOHEE
CITIZEN, SUNCHEON 10 DESEMBER 2001


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Joohee, Jui, Eunjoo, Chewy (nama yang pernah digunakan untuk chatting via internet)
tinggi/berat (cm/kg): 155cm/43kg
Status: pelajar (belum menikah!)
Nama wali: -
Hobi: fotografi, mendengarkan musik k-pop dan menonton penampilan idola k-pop
Hal yang disukai: masakan ibu, traveling dan petualangan(!), semua jenis burung, plushies, shoujo manga
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: menunggu (benci sekali), kekangan (nggak suka kalau dilarang melakukan ini-itu), hantu (takut), dibohongi dan dikhianati orang
Deskripsi sifat karakter:
  • (+): berjiwa petualang! Sangat senang menjelajah tempat baru dan mempelajari hal baru, penuh dengan rasa ingin tahu, easy-going, enerjetik, optimis, berusaha melihat sisi baik dari segala sesuatu (walaupun tentu saja kadang-kadang sisi buruknya pun kepikiran, namanya juga manusia), antusiasmenya tinggi, open-minded, mau mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, berhati besar dan trusting.
  • (-): karena gampang percaya sama orang dan berhati besar jatuhnya jadi naif… tipe yang mudah dibohongi dan dikhianati. Nggak sabaran pakai banget dan gampang bosan! Makanya kalau mengerjakan sesuatu seringkali careless karena kalau sudah bosan pasti kerjaannya ditinggal, atau kalau harus banget dikerjain ya prinsipnya yang-penting-beres. Nggak konsisten, dan hampir setiap waktu impulsif.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
“Keluargaku terdiri dari Ayah, Ibu, dan aku. Kami tinggal bertiga di Suncheon, nggak pernah pindah. Tapi sekarang aku tinggal bersama Paman dan Oppa* di Seoul karena aku melanjutkan ke SMA di Seoul,” jawabnya mantap. Namun Joohee nggak bisa bercerita banyak tentang saudara karena ia anak tunggal. “Mmm… keadaan ya…” Joohee nampak berpikir, sejatinya kurang yakin keadaan seperti apa yang harus ia ceritakan. “Rumah kami nggak begitu besar. Bagian depannya dijadikan toko obat herbal sekaligus kedai galdaecha*. Aku nggak tahu apakah ibuku bisa dibilang ahli, tapi beliau memang jago sekali soal pemanfaatan tanaman terutama sebagai obat. Ayahku bekerja di Suncheon Bay tapi sampai sekarang pun aku nggak pernah tahu beliau bekerja tepatnya di bagian apa. Hidup kami nggak mewah-mewah amat tapi aku bisa katakan bahwa kami cukup bahagia.” Joohee menganggukkan kepala dan mengulas satu senyum manis.

(KDK: Oppa*: Kakak sepupu, anaknya Paman; galdaecha*: teh alang-alang khas Suncheon)


"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
“Hmmm,” Joohee mencoba mengingat-ingat, “sejauh yang kuingat, sih, cukup menyenangkan! Rumahku dekat dengan wetlands, jadi aku menghabiskan sebagian besar waktu bermain di sana bersama teman-teman. Bermain di mud flat, kotor-kotoran dan berpanas-panasan, mencari kepiting dan kerang.” Lalu pulang dalam keadaan kotor dan berlumpur. Sesuatu yang mungkin anak millenial Seoul nggak akan bisa relate. Oh, berbicara soal pengalaman kurang menyenangkan, sebenarnya Joohee punya. Namun ia nggak bilang karena lupa, lebih tepatnya ia memang nggak suka membicarakan soal hal-hal kurang menyenangkan. Salah seorang teman baiknya suka mengutil, Joohee pernah diajak tapi menolak. Setelah itu mereka nggak berteman lagi dan Joohee kadang-kadang diusili. Barang-barangnya hilang, bukan yang mahal tapi tetap saja, hilang. Sampah di kolong meja. Hal-hal seperti itu. Joohee memilih untuk nggak ambil pusing karena toh ia sudah akan lulus saat itu. Walaupun sebenarnya ia sedih karena kehilangan satu orang teman baik.


"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
Matanya membelalak. “E-ehh?? Te-tertarik…? Ke-kehidupan... cinta…?” Bingung. Berani sumpah pipinya mendadak terasa panas. “Ngg… ngg…” Entah kenapa rasanya sulit sekali untuk menjawab. Malu. Seumur hidupnya Joohee belum pernah membicarakan hal-hal semacam ini dengan serius. Sumpah. Ia hanya pernah main pacar-pacaran saat kelas 4 SD, itu pun tanpa pakai perasaan?? Betul-betul hanya main-main, saling traktir jajanan, jalan bergandengan. Pacarnya pindah sekolah saat kenaikan kelas dan mereka nggak pernah bertemu lagi. Setelah itu? Kering. Joohee terlalu sibuk bermain di mud flat, membantu ibu di kedai, dan mengamati burung-burung migrasi. Joohee baru menikmati membaca cerita romansa shoujo manga pertengahan kelas 3 SMP. Saat sedang sibuk-sibuknya belajar untuk ujian dan anak cowok di kelasnya juga nggak ada yang menarik. Sayang sekali. “Ngg… aku… belum punya pengalaman seperti itu jadi aku sepertinya nggak bisa menjawab… Maaf….” Ekspresinya apologetik, tapi Joohee jadi kepikiran. Ia diam-diam berharap memiliki kisah cinta seperti dalam beberapa shoujo manga yang dibacanya.


"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
“Aku pelajar kelas 1 SMA! Baru masuk, jadi belum punya prestasi apa-apa.” Nggak yakin bisa dapat prestasi juga, sih. Belajar sama sekali bukan fortenya. Padahal pengetahuannya tentang burung bisa dibilang eksepsional. Aneh memang, seolah otaknya hanya bisa (atau mau) menyimpan informasi tentang sesuatu yang disukainya. Oh iya, Joohee sekolahnya terlambat setahun, soalnya dulu keluarganya sedang sulit biaya saat Joohee mau masuk SD, jadi harus mundur setahun. “Kalau di sekolahku yang dulu-dulu, sih… aku selalu dapat ranking bontot… hehe….” Cengar-cengir inosen.


"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
Pertanyaan yang cukup sulit. Joohee punya banyak keinginan, dan ia nggak tahu pasti mana yang paling ia inginkan. “Keinginanku yang paling dalam… apa, ya…” Matanya menerawang jauh, kali ini mengambil waktu yang lebih panjang untuk berpikir. “Keliling dunia, mungkin? Dari banyak hal yang kuinginkan aku sering sekali berpikir tentang mengunjungi berbagai tempat di dunia. Jadi, ya, kurasa… keliling dunia adalah jawabannya?” Ia menganggukkan kepala, tapi raut wajahnya terlihat ragu. “Kalau berbicara dari segi ekonomi, sih… ya… siapa yang nggak mau jadi orang kaya? Kalau aku punya banyak uang otomatis aku bisa keliling dunia dengan mudah, kan? Tapi kalau ditanya apakah kehidupan yang sekarang sudah cukup….” Joohee nggak melanjutkan kalimatnya melainkan kembali menganggukkan kepala dan tersenyum. “Aku berusaha untuk selalu bersyukur atas apa yang aku punya,” ujarnya tulus. “Oh!” tiba-tiba saja ia berseru sembari mengangkat telunjuk. “Belakangan aku juga berkeinginan untuk menjadi fansite masternim. Aku baru saja membeli kamera pertamaku dengan uang hasil tabunganku sendiri. Hehe.”



ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.


”Yak. Jadi yang di sebelah sana yang tinggi itu adalah Namsan Tow━”

“Waaaahh!”

Pemuda itu menurunkan telunjuk yang sebelumnya mengarah pada puncak Menara Namsan. Satu tangannya masih berkacak pinggang. Mata-matanya menatap malas pada seorang gadis yang memandang sekeliling dengan ekspresi seolah menemukan tambang emas. Pupil yang membelalak lebar, pun mulut yang terbuka seolah-olah mau menghisap segala hal di sekitar. Lebay banget, pikirnya. Sang gadis nampak seperti manusia purba yang baru menemukan peradaban. Heran.

“Waaaah….”

Seumur hidupnya, Eun Joohee baru pertama kali ini mengunjungi Seoul. Secara teknis, ini hari keduanya di Seoul. Namun ia baru sampai kemarin malam, dan ia tertidur sepanjang perjalanan menuju rumah Paman. Ternyata inilah yang semalam ia lewatkan. Jalanan yang ramai, gedung-gedung tinggi, anak-anak muda dengan wajah cantik dan tampan, dan, oh ya, Menara Namsan. Suncheon memang nggak punya landmark seperti Menara Namsan, tetapi jalanan Suncheon nggak sesepi itu. Di sana juga banyak gedung tinggi dan anak-anak muda di sana juga cantik dan tampan. Harusnya Joohee nggak perlu terkesiap begini.

Tapi yeokshi, aura ibukota metropolitan memang berbeda.

Joohee menutup mata dan menarik napas sedalam mungkin, mencicipi aroma udara Seoul untuk kesan pertama sebelum ia mulai terbiasa. “Oppa!” Tiba-tiba saja ia menoleh dan berseru, memanggil kakak sepupunya yang terpaksa menemaninya keliling pusat kota Seoul hari ini. “Kalau Myeongdong sebelah mana? Katanya di sana banyak yang jualan macam-macam ya? Kalau Hongdae? Aku ingin ke Hongdae! Katanya anak-anak muda Seoul kalau main di sana ya? Aku pernah dengar juga kalau idol-idol suka nongkrong di sana! Wah, daebak....” Kalau sedang super semangat begini Joohee bicaranya memang nggak pakai koma. Bertanya, tapi nggak benar-benar mau dijawab. Jawaban yang paling benar adalah membawanya ke tempat-tempat yang telah ia sebutkan tadi. Tentu saja hal itu adalah tugas kakak sepupunya yang malang, hihi.

Yang bersangkutan menghela napas dan menoyor dahi sang adik sepupu. ”Heh, Konyal,” pemuda itu tahu soal nama internet yang Joohee gunakan━Chewy━dan ia memlesetkannya sedikit. Kenyal, Konyal, yah, pokoknya begitu deh. “Tadi di kereta kamu bilang mau ke Namsan, setelah sampai sini kamu bilang mau ke tempat lain. Konsisten sedikit coba. Aku nggak punya banyak waktu, ingat?” Jam makan malam nanti mesti ketemu pacar, maksudnya. Apes banget siangnya harus meladeni Eun Joohee yang gemar terbang kesana-kemari seperti burung.

Joohee manyun, tapi ekspresinya sama sekali nggak menunjukkan rasa menyesal. Matanya justru berbinar-binar. “Kalau begitu kita ke Namsan sekarang, setelah itu ke Myeongdong dan Hongdae! Kaja!” Gadis itu berlari kecil ke sembarang arah sesuai insting, tapi kakak sepupunya nggak mengikuti. “Oppa, ayo! Kita nggak punya banyak waktu, kan?” ajaknya sembari melambaikan tangan. Lagi-lagi kakak sepupunya hanya bisa menghela napas panjang dan mengacak rambut, frustrasi.

Menunggu kakak sepupunya menyusul, Joohee menyalakan kameranya. Impresi pertamanya terhadap pusat kota Seoul perlu diabadikan. Ia membidik. Shutter pun ditekan dan━klik!

--------------------
what is love?
Every day, I felt love only in the movies Or in books or dramas. Mmm, that’s how I learned love. My heart kept racing as if it was my story. My heart was pounding and fluttering. Mmm, I’m so curious, I’m going crazy. Ooh, some day, Will these things happen to me too? When will that be? Who will it be? I wanna know know know know What is love?
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Mar 21 2018, 10:49 PM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.