WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Heo Danbi, Citizen / Female / 1994 / Done
Heo Danbi
 Posted: Jan 17 2015, 10:52 PM
Quote
send pm // Offline
161 posts
24 years old
bachelor of science
ID: sweetrain94
..... I'm not talking about it
Citizen

2040 points
Awards: 4



HEO DANBI
CITIZEN, SEOUL 8 MARET 1994


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Danbi
tinggi/berat (cm/kg): 163/45
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: (sebenarnya ia sendiri bingung hobinya apa, tapi hal yang sering dilakukannya adalah: ) mendengarkan musik, membaca karya-karya fiksi, membaca komik, menonton anime, menulis fanfiksi (dulu), berselancar di internet
Hal yang disukai: buku diskon/murah, anime/manga, segala hal yang berbau psikologi; konspirasi; fantasi/mitologi; dan gore, kopi, teh, yoghurt, cokelat, warna pastel, warna hitam, kucing, sendirian di rumah
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: sangat membenci hewan-hewan sebangsa vermes (cacing-cacingan) dan gastropoda (siput-siputan), benci darah (yang banyak dan nyata), tidak suka udara panas, air putih, kacang-kacangan, durian, dan orang yang kemana-mana minta diantar—ke toilet sekalipun
Deskripsi sifat karakter: sanguine-phlegmatic type, moody like hell, ambivert, pemalu dan segan terhadap strangers, bukan tipe yang akan mengajak bicara terlebih dahulu namun pada orang yang sudah kenal dekat ia ceplas-ceplos dan cukup banyak bicara, suka bercerita namun menyimpan masalah dan hal-hal yang menyangkut pribadinya rapat-rapat, tidak suka dikekang, ekspresif, (katanya) supel, prokras, tipe orang yang ‘ya sudah, aku saja yang mengerjakan’, mengikuti suara mayoritas demi menghindari konflik, mandiri cenderung individualis, overthinking, insecure, super-low self-esteem, selalu menyalahkan dirinya sendiri terhadap apa-apa yang terjadi pada orang di sekitarnya, easily depressed and she is a cutter, btw

BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
Binernya memandang sudut ruangan, sejujurnya kurang paham dengan pertanyaan mengenai keadaan keluarganya. Ia tidak bisa menyebutnya baik, pun tidak bisa menyebutnya buruk. Namun sejujurnya rasa tidak sukanya lebih besar. Entahlah, semakin ia dewasa, semakin ia merasa bahwa keluarganya tidak terasa seperti ‘keluarga’. “Saya tinggal dengan Ayah, Ibu, dan satu orang adik laki-laki.” Ia menjawab sekenanya. Merasa tak perlu mengungkapkan lebih jauh tentang kehidupan pribadinya.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
“Hmm,” ia nampak berpikir, “Saya tidak begitu mengingat masa kecil saya tapi nampaknya senang-senang saja, sebagaimana umumnya. Saya bermain dengan teman-teman. Saya sering bermain karena saat TK dulu saya dititipkan di daycare sepulang sekolah. Orang tua saya keduanya bekerja, jadi mereka agak sibuk. Saya menghabiskan waktu bermain dengan teman-teman,” ungkapnya sambil tersenyum. Itu benar, ia tidak pernah ingat mengalami hal-hal buruk saat ia kecil. Hanya setelah beranjak dewasa ia kadang berpikir bahwa dirinya dulu benar-benar kurang mendapat perhatian orang tua—ah, sekarang pun masih begitu.

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
“…entahlah,” jawabnya setengah tertawa. Heo Danbi terkenal cepat berpindah ke lain hati, kau tahu? Ia bisa begitu cepat menyukai seseorang dan ia bisa saja menyukai lebih dari satu orang dalam waktu bersamaan. Namun perasaan suka itu biasanya tidak bertahan lama. Dan kau tahu, kebanyakan pemuda yang disukainya berusia lebih muda darinya. “Saya hanya pernah pacaran satu kali. Dia pemuda baik, namun sedikit terlalu protektif.” Ia berujar, sembari membayang-bayang sosok yang pernah menjadi kekasihnya di bangku kelas sembilan. Sekarang ia sendiri, sst, sepertinya masih belum seratus persen move-on dari seorang pemuda. Kali ini sepertinya ia benar-benar jatuh cinta karena dihitung-hitung sudah hampir tiga tahun perasaannya masih tersisa.

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
“Saat ini saya mahasiswi tingkat dua, akan segera naik ke tingkat tiga. Saya mahasiswi yang biasa-biasa saja. Nilai C masih sering muncul dalam transkrip nilai saya,” jawabnya sembari mengulas senyum timpang dan dengus kecil. Ia agak kurang suka jika ditanya mengenai kuliah atau nilai-nilainya.

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
Ia terdiam, nampak berpikir. “Apa… ya?” Pertanyaan tersebut justru dikembalikannya. Selalu bingung ia jika ditanya mimpi atau cita-cita. Ia dulu punya mimpi besar, menjadi penulis yang setara dengan J.K. Rowling atau Suzanne Collins. Namun sekarang tidak lagi. Sudah tidak tahu ia cara menulis sejak kesibukan kuliah membelenggunya. Sama halnya dengan cita-cita. Sudah kandas cita-citanya bersamaan dengan pengumuman suneung yang tidak sesuai harapannya. “Kalau boleh jujur…” ia menjeda, sedikit ragu untuk melanjutkan, “Saya masih ingin menjadi psikolog walaupun saya tahu sekarang mustahil.”


ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.

Seorang gadis—teman sekelasnya—menabrak bahunya ketika ia baru saja sampai di depan kerumunan yang mengelilingi sebuah papan pengumuman. Sontak ia menoleh, matanya mengikuti punggung gadis teman sekelasnya yang dalam waktu singkat lenyap di balik pilar tangga melingkar. Tak menaruh curiga sedikit pun terhadap gelagat sang teman sekelas, ia kembali meletakkan atensinya pada papan pengumuman yang masih didesaki kerumunan. Ia melangkah mendekat, menyelipkan diri di antara mahasiswa yang berdesakan. Beberapa dari mereka bubar setelah mengambil gambar dengan ponsel pintar. Beberapa terlihat kegirangan, yang lain berwajah apa adanya.

Ia berjinjit, berusaha mencari nomor induk mahasiswa atau namanya dalam daftar yang ditempel di papan pengumuman. Nilai ujian salah satu mata kuliah. Dosen mata kuliah yang satu itu memang lebih suka menggunakan cara tradisional, membiarkan seantero kampus tahu mana mahasiswanya yang cerdas, dan mana yang malas belajar. Nah, ia tidak belajar saat ujian lalu, maka ia takkan heran jika menemukan namanya di daftar yang diblok abu-abu—pertanda harus mengikuti ujian ulang. Namun setelah mencari, tak ia temukan namanya di sana melainkan di jajaran tengah, dengan nilai yang—lumayan. Sontak ia menertawakan keberuntungan yang lagi-lagi menyergapnya. Bisa dibilang ia nyaris tidak pernah belajar saat menghadapi ujian, namun entah mengapa hasil ujiannya selalu—setidaknya—cukup.

Masih sambil tersenyum bak orang menang undian, ia berbalik, hendak kembali ke kelas ketika satu konversasi merebut atensinya.

”Aku kasihan sama Minhwa….”

“Tadi kamu lihat nggak dia nangis terus ke bawah?”


Menyadari bahwa teman sekelas yang tadi menabrak bahunya adalah pusat pembicaraan, buru-buru ia menjeda, “Eh? Minhwa kenapa? Kenapa dia nangis?” tanyanya dengan nada khawatir. Minhwa bisa dibilang teman terdekatnya di kelas. Dan ketika mereka bertabrakan tadi, ia sama sekali tidak menyadari bahwa Minhwa menangis atau—apapun.

”Kamu nggak lihat nilainya? Benar-benar hanya satu poin di bawah batas nilai! Tanggung sekali! Seandainya jumlah mahasiswa yang lulus berkurang satu, dia nggak harus ikut ujian ulang….”

Mendengar penjelasan temannya, ia tertegun. Ia tahu sekali bagaimana Minhwa berjuang sangat keras untuk ujian ini. Ia sangat tahu karena Minhwa ada di depannya dua jam sebelum ujian dimulai dan terus mengoceh, menghafal. Sementara dirinya? Sibuk dengan permainan baru di ponsel pintarnya, juga sibuk tidur-tiduran sambil mendengarkan musik. Tak sekalipun ia mengulang apa yang dibacanya sekilas malam sebelumnya. Namun apa yang terjadi? Ia yang tidak belajar mendapat nilai cukup sementara Minhwa yang belajar begitu keras harus mengikuti ujian ulang?

Ia berlalu tanpa pamit begitu merasa ada sesuatu yang menusuk-nusuk jantungnya. Bukan ke bawah, bukan menuju Minhwa. Melainkan menuju toilet yang terletak di ujung koridor. Dengan kasar ia buka salah satu pintunya, berlindung di dalamnya, mengunci pintunya rapat-rapat. Salahku. Ia bersandar di balik pintu, menengadah. Minhwa ikut ujian ulang karena salahku. Dirogohnya saku jaket, meraih benda yang tak pernah lupa ia letakkan di sana. Seandainya aku nggak ada, Minhwa pasti lulus dan nggak perlu ikut ujian ulang. Ya, kan? Ia menarik lengan kiri jaketnya, sementara tangan kanannya sudah siap menggenggam benda itu.

Minhwa yang belajar keras sementara kau yang menikmati hasilnya. Puas, eh, Danbi? Puas kamu merebut hak orang lain? Harusnya Minhwa yang mendapatkannya. Bukan kamu.

Digoreskannya bilah cutter tajam yang digenggamnya pada permukaan kulit lengan kirinya. Tidak dalam. Tidak sampai mengalir darah dari lukanya. Hanya goresan cepat—dan banyak. Memenuhi lengan bagian dalam dari lipatan siku sampai pergelangan.

Karena ia telah menyakiti orang lain, maka ia juga harus merasa sakit. Dan hanya ini cara yang ia tahu untuk menebus kesalahannya. Hanya ini cara yang ia tahu untuk menghukum dirinya sendiri atas apa yang telah diperbuatnya pada orang lain. Membiarkan goresan-goresan baru menimpa bekas goresan-goresan lama. Dan satu goresan takkan pernah cukup baginya.

Maka ia berpindah ke lengan satunya. Terus menggores sampai puas.

--------------------
please deceive me this time
even though the medicine i take when i'm sick has no effect it still comforts me in another way
PM
^
Oh Sarang
 Posted: Jan 20 2015, 12:02 PM
Quote
send pm // Offline
71 posts
30 years old
-
ID: OhSarang
engaged
Citizen

710 points
Awards: 1



Menarik. biggrin.gif

Approved!

Selamat! Lembar karakter ini sudah DONE dan tidak ada lagi yang perlu dikritisi, maka tidak kami persilakan untuk diedit kembali. Karakter akan kami terima pada tanggal 24 Januari 2015.

Silakan kembali untuk melakukan klaim visualisasi. Klaim visualisasi dilakukan mulai 25 Januari 2015 pukul 06.00 sampai 28 Januari 2015 pukul 20:59. Sembari menunggu waktu klaim visualisasi, silakan bermain di Free Zone Roleplay untuk pemanasan karakter biggrin.gif
PMGTalkYIM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Jan 24 2015, 09:17 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


ACCEPTED

Terima kasih sudah bergabung dengan WBEnt X Seoul. Dalam waktu tiga hari, silakan melakukan klaim visualisasi di sini.

Karakter yang tidak melakukan klaim visualisasi tidak diizinkan memasang avatar dan signature, namun diizinkan bergerak. Karakter yang sudah memasang avatar/signature lebih dulu akan langsung dihapus avatar dan signaturenya tanpa persetujuan lebih dahulu. Untuk yang sudah terlewatkan waktu klaim visualisasi, diizinkan melakukan klaim visualisasi di periode berikutnya. Lewat periode tersebut, karakter akan diarsipkan.

Setelah itu kamu bisa mulai roleplaying, bisa dengan membuat open topic dan mempromosikannya di sini. Kami juga membuka media roleplaying via twitter yang dapat membantumu mencari relasi dan berkenalan dengan karakter lain. Silakan follow @WoSeoul untuk jelasnya. Kamu juga dapat membuat jurnal, buku harian, atau blog untuk karaktermu. Untuk info global, silakan follow @wbentrpg.

Untuk mempermudah karakter lain dalam melihat data lengkap karaktermu, kamu dapat mengedit profile info dengan data lebih rinci tentang karaktermu, juga link menuju aplikasi data dan halaman character development di sini.

selamat bermain!
regards, staff.

PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.