WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Gyeon Bongcha, Citizen/Female/1995/Done
Gyeon Bongcha
 Posted: Sep 6 2015, 12:38 AM
Quote
send pm // Offline
170 posts
22 years old
Mahasiswi Psikologi SNU & Isarang Child Care part-timer
ID: bbongieya
complicated
Citizen

1700 points
Awards: 3



GYEON BONGCHA
CITIZEN, Daejeon, 21 Oktober 1995


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Bongcha, Bbong-bbong, Bongcha-ya, Bong-ie
tinggi/berat (cm/kg): 158 cm / 45 kg
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: membaca buku, menulis, wisata kuliner, mendengarkan musik (meskipun perempuan, genre-nya biasanya agak ke-laki-lakian seperti rock, pop-punk, atau alternatif), dan nonton film (kecuali film horor).
Hal yang disukai: Buku-buku (fiksi/novel, self-help, biografi), warna hitam, jam tangan, artikel-artikel yang menurutnya menarik di internet, serta orang-orang dengan pola pikir yang luas dan terbuka.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Lebah, hal-hal kotor dan tidak rapi, film horor, tempat yang kelewat ramai, sosialisasi dengan orang baru, public-speaking, penunda-nunda waktu, orang yang judgemental dan pemikirannya pendek.
Deskripsi sifat karakter: Kasual dan ramah, namun terkadang terlihat jutek jika belum mengenal. Memiliki tendensi yang tinggi untuk menutup kehidupan pribadinya dan memilih untuk menjadi pendengar dan membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah. Kadar perfeksionisnya lumayan tinggi, sehingga ia tidak menyukai hal-hal yang tidak tertata dan lebih menyukai rencana dalam setiap situasi dan kegiatan. Seorang gadis introvert yang lebih menyukai kegiatan rumahan ketimbang kegiatan di tempat ramai. Lebih memilih perkembangan jadwal rilis buku baru ketimbang fashion dan sering terlihat all-black dalam berpakaian. Sangat peka, peduli, sensitif, serta mudah insecure, terlebih pada orang-orang yang dianggapnya dekat. Pemikir berlebihan. Cukup picky karena punya sifat perfeksionis tadi. Tidak pandai berbicara di depan umum, apalagi dengan orang-orang yang tidak dekat dengannya.

Bongcha punya masalah dengan kehidupan sosial karena pernah menjadi target bully ketika ia SMP. Walaupun sekarang kehidupannya terlihat biasa saja dan ia selalu mengaku ia bisa memposisikan diri secara sosial, Bongcha sebetulnya menjadi lebih tertutup dan hati-hati secara sosial karena takut kejadian yang sama akan menimpanya dua kali.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

Hmmm. Keluargaku sampai sekarang masih tinggal di Daejeon, aku merantau ke Seoul demi melanjutkan pendidikan. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahku adalah seorang arsitek dan ibuku adalah seorang desainer di Daejeon. Adikku sekarang masih di Daejeon bersama orang tua. Keluargaku secara umum berkehidupan layak dan cukup, sehingga aku sendiri nggak pernah menuntut materi ataupun memiliki masalah keuangan. Hanya saja, dengan aku yang merantau ke sini, nampaknya perlu untuk mencari penghasilan tambahan untuk keperluan di luar tujuanku merantau. Aku tinggal sendirian di sebuah apartemen di Seocho, biayanya masih dari orang tuaku. Aku nggak begitu dekat dengan saudaraku meskipun beberapa ada yang tinggal di Seoul. Kenapa? Karena aku agak kerepotan dalam dunia sosial. Aku nggak bisa berbicara dengan baik dengan orang-orang yang nggak dekat denganku. Daripada mereka kecewa, lebih baik aku nggak dekat sama sekali, kan?

Orang tuaku mendukung sekali keputusanku pindah ke Seoul, tapi mereka jadi sangat protektif dan cenderung mengatur kehidupanku di sini. Aku agak kurang menyukai itu, tapi sebagai anak yang sampai sekarang masih dibiayai, kurasa aku harus menahan diri. Lagipula aku tahu maksud mereka baik, hanya saja caranya yang kurang baik.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

Nggak spesial, nggak ada yang kuingat secara spesifik. Yang kuingat, Ayah pernah bilang sudah mendesainkan sebuah rumah untukku di Seoul, jadi sepertinya beliau memang menginginkanku berkarier di sini. Ibu..., Ibu punya tendensi yang kuat untuk membuatku menjadi feminin. Mungkin karena beliau desainer pakaian perempuan, aku bisa jadi bahan eksperimennya. Dulu aku dituntut punya peran gender yang kental sebagai perempuan—pakai rok, warna merah jambu, rambut panjang—sekarang sudah nggak lagi. Syukurlah, aku bisa menjadi diriku apa adanya. Aku pernah menjadi target bully waktu SMP, tapi nggak lama. Setelahnya aku lebih bisa memposisikan diri secara sosial.

Aku gagal masuk jurusan arsitektur waktu daftar kuliah dan sempat tertekan beberapa saat sebelum akhirnya mendaftarkan diri ke jurusan yang sekarang. Aku sedih karena nggak bisa meneruskan jejak Ayah, kupikir pekerjaannya adalah pekerjaan hebat dan bernilai seni tinggi. Tapi nggak apa, aku merasa bersyukur bisa di tempat yang sekarang karena aku bisa jauh lebih bahagia dan menolong diriku sendiri kalau kenapa-kenapa. Hehehe.

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

Hmmm. Aku agak bingung menjelaskannya, tetapi aku suka sekali dengan orang yang cerdas dan punya pikiran terbuka. Aku punya masalah dengan orang-orang yang judgemental dan suka asal tuduh, jadi kupikir hal yang paling menarik dari seseorang adalah caranya berpikir. Selain itu, aku juga menyukai orang yang gaya bicaranya tidak terdengar tinggi dan terlalu ke-aku-an. Mungkin karena kedengarannya terlalu egois dan aku jadi susah menempatkan diriku di antara mereka jika bergaul. Untuk laki-laki sendiri... (terkekeh) biasanya aku tertarik pada laki-laki cerdas yang punya kharisma kalau berbicara. Orang-orang berpikir seleraku muluk dan aku terlalu pemilih, tapi itulah adanya.

Aku belum pernah berpacaran satu kali pun selama ini (tertawa). Percaya, nggak? Aku punya kebiasaan menghindar setiap kali ada laki-laki yang kelihatan mulai mendekati. Entah aku malu, nggak suka, atau justru takut ekspektasi mereka padaku terlalu tinggi. Pada akhirnya, aku nggak punya pengalaman sama sekali dalam masalah percintaan. Bukan berarti aku menutup diri, tapi. Aku sadar di umurku yang segini aku sudah mulai butuh seseorang untuk bersandar. Mungkin belum menemukan yang tepat saja.

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

Aku sekarang mahasiswa jurusan psikologi di Seoul National University (SNU). Aku tidak terlalu menonjol semasa kuliah, tetapi aku sangat menikmati masa-masa kuliahku. Psikologi adalah ilmu yang sangat mudah diaplikasikan, kau tahu. Aku bisa mengobservasi orang-orang dan tahu masalah mereka namun tidak berpikir macam-macam akan masalah itu. Aku sudah bilang sebelumnya, kan, kalau psikologi sebenarnya merupakan bantuan untukku agar aku bisa membahagiakan diri sendiri? Hehehe. Awalnya aku merasa agak menyesal karena nggak lulus Arsitektur, tetapi mungkin inilah tempatku. Kedua orang tuaku pun sepenuhnya mendukung.

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

Kalau aku bilang “aku ingin bahagia”, kira-kira apakah cukup?

Maksudku, salah satu faktor yang membuatmu bisa bertahan untuk hidup selama ini adalah karena kau bisa merasakan indahnya hidup, kan? Kebahagiaan akan membuatku merasa termotivasi dan lebih santai dalam menjalani hidup. Aku ingin menjadi bahagia secara independen. Maksudku, aku nggak ingin terpaku akan usiaku, pasanganku atau apapun. Aku ingin suatu hari nanti aku berdiri di puncak dengan bahagia, cerdas, dan mandiri. Oh! Satu lagi, aku juga ingin terus bisa bermanfaat dan menolong orang-orang lain yang bermasalah dengan hidup mereka. Selama aku belum lulus dan resmi menjadi psikolog, nampaknya semua orang boleh bercerita padaku tanpa kupungut biaya. Hehehe.

ROLEPLAYING SAMPLE

Lima menit menjelang alarm ponsel berbunyi nyaring, Gyeon Bongcha sudah membuka mata dan bangkit dari lekukan selimut. Ia paling sering terheran-heran sendiri, ketika orang-orang masih saja tidur tatkala alarm berbunyi, ia terbangun duluan hanya karena memikirkan nada alarmnya yang menjengkelkan di pagi hari. Gadis itu mematikan program alarm di ponselnya sambil menyeret langkah ke dapur, mengisi gelas dengan air mineral dan meminumnya sampai habis, lalu ke toilet untuk buang air kecil. Selalu begini. Kau mungkin merasa heran ataupun aneh, tetapi rutinitasnya sehari-hari selalu punya pola yang sama. Usai keluar dari toilet, gadis itu melangkah ke ruang tengah, menyalakan televisi, lalu meraih handuk dan mengalungkannya di leher sebelum pergi ke kloset dan memilah pakaian apa yang akan ia kenakan hari ini.

Ia akan jadi manusia auditori selama itu. Ia akan mendengarkan secara seksama penyiar berita membacakan prakiraan cuaca, rangkuman berita kriminal di Seoul 24 jam terakhir, sampai makanan apa saja yang menarik untuk dicoba sepulangnya kuliah nanti. Gadis itu akan berjalan dengan pakaian pilihannya tersampir di pundak, kembali masuk toilet dan mandi selama dua puluh menit. Ia akan keluar ketika pembaca berita sampai pada segmen pengulangan berita utama, kemudian setelah berpakaian dan menata diri di depan kaca, Bongcha akan pergi ke dapur dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Sarapan pagi berarti beberapa opsi sederhana: telur mata sapi, sosis bakar, atau roti lapis nutella. Pilihannya pagi ini adalah sosis bakar.

Perut terisi akan membawa Gyeon Bongcha masuk ke kamarnya, mengambil tas dan memasukkan hal-hal esensial untuk kuliahnya, kemudian menyampirkannya di bahu sebelum ia membereskan kembali ranjang yang semula acak-acakan. Ia kemudian akan mematikan televisi sebelum sampai pada ritual pagi hari terakhirnya: membuka tirai yang menampakkan Seoul Sibuk di Pagi Hari.

Tak akan berselang lama, orang tuanya akan menelepon. Bongcha sudah hafal mati pola percakapannya.

”Bong-ie, sudah bangun?”

“Sudah, Bu. Lima menit lagi aku berangkat.”

”Sudah sarapan?”

“Sudah. Aku buat sosis bakar pagi ini.”

”Jangan lupa kunci pintu apartemenmu. Lihat kanan-kiri jika menyeberang, Seoul itu ramai lho!”

Arasseo.

”Oh, sekali-kali ganti lah padu-padan pakaianmu. Kau pakai hitam-hitam lagi hari ini?”

Bongcha menarik napas dalam-dalam. “Lima menit lagi aku berangkat, Bu. Besok lagi ya.”

Tapi tentu saja besok Gyeon Bongcha akan terlihat hitam-hitam lagi. Sembilan puluh persen isi lemarinya hitam—ia bisa apa?

--------------------
Tried to keep you close to me, But life got in between. Tried to square not being in there, But think that I should've been. Hold back the river, let me look in your eyes. Hold back the river, so I Can stop for a minute and see where you hide. Once upon a different life, We rode our bikes into the sky. But now we're caught against the tide, Those distant days all flashing by. lonely water, won't you let us wander, Let us hold each othe. Hold back the river, so I Can stop for a minute and be by your side.
PM
^
Oh Sarang
 Posted: Sep 23 2015, 01:32 PM
Quote
send pm // Offline
71 posts
30 years old
-
ID: OhSarang
engaged
Citizen

710 points
Awards: 1



Approved!

Selamat! Lembar karakter ini sudah DONE dan tidak ada lagi yang perlu dikritisi, maka tidak kami persilakan untuk diedit kembali. Karakter akan kami terima pada tanggal 26 September 2015.

Silakan kembali untuk melakukan klaim visualisasi. Klaim visualisasi dilakukan mulai 27 September 2015 pukul 06.00 sampai 30 September 2015 pukul 20:59. Sembari menunggu waktu klaim visualisasi, silakan bermain di Free Zone Roleplay untuk pemanasan karakter biggrin.gif
PMGTalkYIM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Sep 26 2015, 09:17 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


ACCEPTED

Terima kasih sudah bergabung dengan WBEnt X Seoul. Dalam waktu tiga hari, silakan melakukan klaim visualisasi di sini.

Karakter yang tidak melakukan klaim visualisasi tidak diizinkan memasang avatar dan signature, namun diizinkan bergerak. Karakter yang sudah memasang avatar/signature lebih dulu akan langsung dihapus avatar dan signaturenya tanpa persetujuan lebih dahulu. Untuk yang sudah terlewatkan waktu klaim visualisasi, diizinkan melakukan klaim visualisasi di periode berikutnya. Lewat periode tersebut, karakter akan diarsipkan.

Setelah itu kamu bisa mulai roleplaying, bisa dengan membuat open topic dan mempromosikannya di sini. Kami juga membuka media roleplaying via twitter yang dapat membantumu mencari relasi dan berkenalan dengan karakter lain. Silakan follow @WoSeoul untuk jelasnya. Kamu juga dapat membuat jurnal, buku harian, atau blog untuk karaktermu. Untuk info global, silakan follow @wbentrpg.

Untuk mempermudah karakter lain dalam melihat data lengkap karaktermu, kamu dapat mengedit profile info dengan data lebih rinci tentang karaktermu, juga link menuju aplikasi data dan halaman character development di sini.

selamat bermain!
regards, staff.

PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.