WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Han Seonhwa, Citizen/Female/1995/DONE
Han Seonhwa
 Posted: Sep 21 2016, 10:58 AM
Quote
send pm // Offline
78 posts
23 years old
mahasiswi sastra jerman
ID: sxxnhwaya
waiting to be taken
Citizen

880 points
Awards: 1



Han Seonhwa
CITIZEN, Paju, 12 April 1995


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Seonhwa, Seonhwa-ya
tinggi/berat (cm/kg): 167cm/49kg
Status: (belum menikah/menikah)
Nama wali: -
Hobi: membaca (dia senang dengan buku-buku novel dan komik), merawat diri (baginya itu hobi, bukan kewajiban), jalan-jalan
Hal yang disukai: cuaca hangat, diperhatikan, novel atau cerita-cerita dengan ending yang bagus
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: punya musuh (sebenarnya hanya dia tidak suka ditinggal), orang yang tidak membalas pesan penting, bekerja lebih dari waktunya
Deskripsi sifat karakter: Easy-going, dan ramah, cenderung sederhana dan jarang berpikir panjang. Seorang pengambil keputusan yang cepat. Sangat teliti dan rajin dalam merawat sesuatu. Senang bicara dan berbincang dengan orang-orang, tetapi akan diam jika sedang lelah atau memang tidak ingin bicara. Tidak disadari cenderung berusaha untuk menyenangkan orang lain daripada dirinya sendiri, karenanya dia senang sekali dengan pengkuan dan pujian. Jarang menangis, tetapi sebenarnya seseorang yang perasa, mudah tersentuh.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

"Aku tinggal sendirian sekarang, di apartemen yang pernah ditempati nenek." Gadis ini tertawa, kemudian tersenyum simpul. "Sudah tidak punya siapa-siapa lagi di Seoul, jadi...yah, begitulah."

Seonhwa tidak pernah tahu siapa ayahnya sejak kecil, dan ibunya masih terlalu muda saat melahirkannya. Konon Seonhwa ini tidak diinginkan, beberapa kali berusaha digugurkan, dan usaha tersebut berhenti ketika neneknya yang berjanji untuk merawatnya. Setelah lahir, ibunya pergi entah kemana, karena wanita itu telah memutus tali keluarga dengan keluarga besarnya yang lain. Neneknya yang membesarkan Seonhwa, lebih mirip seorang ibu sebetulnya, karena neneknya pun juga masih tergolong muda. Setelah Seonhwa sudah lebih dewasa, neneknya malah menjadi sakit-sakitan, dan dibawa pulang ke Paju untuk dirawat anggota keluarga yang lain. Sekarang tinggal sendirian di apartemen yang ditempatinya sedari dulu.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
(untuk karakter dengan orientasi seksual tidak umum, jelaskan juga latar belakangnya di sini.)

"Biasa saja, karena dari dulu aku sudah seperti ini, jadi pada dasarnya aku sudah terbiasa."

Tidak banyak yang mengetahui dia tidak pernah tahu ayah dan ibunya. Semua orang berpikir bahwa neneknya adalah ibunya--toh Seonhwa juga tidak mau bercerita. Sebelum pensiun neneknya juga punya pekerjaan tetap di kantor pos di dekat tempat tinggalnya. Tidak kekurangan, tetapi Seonhwa harus selalu berusaha jika menginginkan sesuatu.

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
(karakter dengan orientasi seksual tidak umum, jelaskan dengan rinci di sini.)

"Perempuan biasanya suka laki-laki yang seperti apa? Yang perhatian, kan?" Seonhwa menyisir rambutnya ke belakang, dan ada hening sesaat. "Hm, mungkin tipeku yang seperti itu, atau...ah, tidak tahu. Aku tertarik jika memang tertarik. Aku sudah pacaran tiga kali sih."

Seonhwa tidak menyadari, tetapi senang dia dengan seseorang yang memperhatikannya. Mantan pacarnya memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya yang membuatnya senang adalah ketika diperhatikan (ditanyai sudah makan atau belum, diajak jalan-jalan...dan semacamnya). Putus karena mungkin dia atau Seonhwa sama-sama lelah dan bosan. Tidak tahu juga, karena Seonhwa akan putus jika merasa dia harus.

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

"Mahasiswi, Sastra Jerman di Universitas Sogang. Prestasiku baik, aku mahasiswa yang biasa-biasa saja sih. Oh, aku juga kerja sambilan di tempat karaoke, banyak tagihan yang tidak bisa dibayar jika hanya mengandalkan uang kiriman dari keluarga yang ada di Paju."

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

"Ingin hidup yang biasa-biasa saja, yang normal. Seperti ini cukup, yang penting aku tidak kekurangan sesuatu."

ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.

"Seonhwa-ya, nggak apa-apa pulang sendirian? Mukamu pucat."

Yang ditanya kala itu awalnya hanya memandang ujung sepatunya yang sudah sedikit kusam. Akan tetapi, ketika mendengar kata terakhir dari kawan yang memberitahu perihal wajahnya, agaknya gadis ini mulai sedikit tergerak. Ia mengerjap cepat, kemudian menggeleng pelan, satu tangannya yang bebas digunakan untuk menepuk-nepuk pipinya sendiri. "Nggak apa-apa, mungkin aku cuma kebanyakan minum!" Dan tawa pelan menjadi penutup dari jawabannya yang terdengar umum pada pukul satu pagi, dengan sekelompok muda-mudi mabuk yang keluar dari restoran. Temannya itu hanya mengangguk pelan, ikut tertawa kecil, dan berlalu setelah salah satu tangannya ditarik oleh kenalannya malam ini. Hati-hati di jalan, itu kata bibir yang bergerak tanpa suara kepadanya.

Seonhwa hanya balas melambai, dan memperhatikan sekitarnya. Masing-masing wajah mereka sudah memerah, tidak ada yang tidak minum malam ini, dan beberapa ada yang sudah saling merangkul. Sedangkan Han Seonhwa masih berdiri pada tempatnya, satu tangan memegang tali tas selempangnya dengan erat. Wajahnya mungkin sama merahnya dengan teman-temannya yang lain, tetapi matanya redup ketika membuka ponsel dan melihat kembali pesan singkat yang masuk beberapa menit lalu.

Seonhwa-ya, kita putus saja ya.

Kalimat itu, walaupun dia tidak ingin, pada akhirnya tetap terulang-ulang di dalam benak. Seonhwa tahu, tujuh bulan cukup lama bagi sebuah hubungan yang berjalan tanpa pikir panjang, dan beberapa bulan ini tidak ada kabar, tidak ada pesan. Ingin bertanya, sebetulnya, tetapi Han Seonhwa terlalu takut. Hubungan yang dewasa adalah hubungan yang saling memahami, kata orang-orang. Dan sudah banyak yang bilang kepadanya, bahwa cara Seonhwa untuk memahami sudah kelewatan. Tujuh bulan tidak bisa disamakan dengan seminggu. Sayangnya, ketika semua diakhiri seperti yang pernah muncul pada mimpi buruknya, anak perempuan ini sama sekali tidak bisa menapak pada rasionalitas yang sebelumnya dibangun.

Dua puluh tujuh April, pukul satu dini hari. Suara teman-temannya sudah terdengar semakin menjauh, tergantikan dengan isak tangisnya sendiri, dan Seonhwa tertinggal di belakang tanpa bergerak dari tempatnya. Kakinya lemas, dan gadis ini hanya bisa menekuk lutut, membenamkan wajah di antara lengan yang terlipat. Orang yang melihat, akan berpikir bahwa dia pemudi yang kebanyakan minum, dan tidak sanggup untuk berdiri. Seonhwa tidak akan menyalahkan, karena itu benar. Dan ketika ada sebuah sapaan 'hei, apa kamu baik-baik saja' yang terdengar, Seonhwa tidak mau mengangkat wajahnya, dan tetap menangis. Mungkin hanya orang lewat, atau hanya sekadar kasihan, pikirnya, dan ketika Seonhwa memutuskan tidak menanggapi, mereka bisa saja langsung berlalu.

Namun, Seonhwa tahu betul, orang yang lewat, atau hanya sekadar kasihan tidak akan memberikan pertanyaan yang sama berulang-ulang. Seseorang yang asing juga tidak akan memberikan rangkulan, kemudian berkata pelan memanggil namanya seperti, 'Seonhwa-ssi, apa kamu baik-baik saja'. Dan Seonhwa tahu betul, seorang asing tidak mungkin akan langsung membuatnya ingat mengenai satu nama yang belum lama diketahui hanya dari aroma parfum familiar yang menggelitik hidungnya.

"Siapa?"

Pertanyaannya sederhana, disuarakan takut-takut dengan suaranya yang serak.



--------------------
clearest blue
Just another time that I go down, but you are keeping up Holding to a hope you'll undermine, never to be reversed Just another time I'm caught inside every open eye Holding on tightly to the sides, never quite learning why Whenever I feel it coming on, you can be well aware If ever I try to push away, you can just keep me, tell me
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Sep 22 2016, 01:20 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


user posted image
PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.