WBEnt x Seoul 2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Jeon Haerin, Citizen / Female / 1991 / Done
Jeon Haerin
 Posted: Oct 24 2016, 07:06 AM
Quote
send pm // Offline
80 posts
26 years old
Samsung's IT Officer
ID: fyhaerin
not telling
Citizen

740 points
Awards: 4



Jeon Haerin
CITIZEN, Seoul 26 Desember 1991


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Rin, Haerin
tinggi/berat (cm/kg): 160 cm/50kg
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: baca buku, bermain game asah otak, mengisi tts, makan enak
Hal yang disukai: cokelat, es krim, susu, daging, makanan enak, sudoku dan rubik's cube, buku-buku fiksi, suasana yang tenang dan damai, boneka, Shin Junseo
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: rokok, asap rokok, orang yang merokok, musik yang terlalu keras, keramaian, tempat sempit dan sesak, deadline, lembur, kerja di hari libur, belanja, ja mkaret, menunggu
Deskripsi sifat karakter: Jeon Haerin adalah gadis cerdas yang memiliki riwayat antisosial. IQ-nya tinggi, kemampuan logikanya di atas rata-rata, daya tangkapnya cepat dan mampu mencerna masalah dengan mudah; akan tetapi kepandaiannya membuat dia kesulitan berkomunikasi dengan orang lain karena beranggapan apabila tidak punya kepentingan maka tidak perlu sampai harus bersosialisasi. Hubungan pertemanannya hampir semua dibangun atas dasar kebutuhan. Sesungguhnya adalah gadis yang sederhana, yang tidak membutuhkan banyak uang ataupun barang-barang mewah, asalkan dibiarkan dalam dunianya sendiri dan tidak diusik saat sedang menikmati hidup, dia akan tetap bahagia. Tidak pedulian terhadap sekitar kecuali berhubungan dengannya. Rajin dan ulet, jika diberi tanggungjawab akan segera diselesaikan (supaya bisa segera bersantai kembali). Bukan jenis orang yang kau harap akan menjadi pengajar karena bisa panjang lebar menjelaskan sesuatu dengan inti yang meleber kemana-mana.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

"Aku tidak tinggal dengan keluargaku, walaupun semua ada di Seoul. Appa masih mengajar sebagai dosen sementara Eomma bekerja sebagai guru SD. Unnie sudah menikah, sedang hamil dan sebentar lagi aku punya keponakan yang lucu. Kalau adikku masih kuliah, walau sepertinya dia ingin menyelesaikan wajib militernya terlebih dahulu. Sekarang aku tinggal dengan Junseo."

(Shin Junseo adalah tetangganya semenjak kecil. Haerin akan memanggilnya 'Junseo' jika ada orang lain, dan memanggilnya 'Jun' (atau petname lain yang menrutnya menggemaskan seperti 'yeobo'/'chagiya'/'cinta') jika hanya mereka berdua.)

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

"Menyenangkan, sepertinya. Aku tidak begitu ingat masa kecilku seperti apa, tapi tidak ada kejadian yang menyedihkan, kok. Mungkin." Jeda sebentar, "Oh. Aku tidak punya banyak teman waktu kecil, dan itu agak menyedihkan..? Tapi sekarang aku punya Junseo." (Seakan hal itu menyelesaikan segalanya.)

(Haerin tidak mengenal konsep 'sosialisasi' dan lebih sering menyendiri. Saat di sekolah ataupun di lingkungan rumahnya, dia tidak banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak seusianya. Masa kecilnya dihabiskan dengan buku-buku dan permainan satu orang, yang menyebabkannya tak memiliki banyak memori mengenai masa kecil.)

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

"Orang yang seperti Junseo," nyengir. "Kehidupan cintaku ya begitu-begitu saja, sih. Tidak ada istimewanya."

(Sebenarnya tidak pernah ada yang menanyakan 'apakah mau jadi pacar' dan tidak pernah ada pernyataan resmi apakah mereka sepasang kekasih. Tapi tidak pernah ada yang mempertanyakan keduanya karena sikap di antara Haerin dan Junseo sendiri sudah menunjukkan sayang pada satu sama lain. Setelah Haerin lulus kuliah, ketika Haerin mengalami sedikit kesulitan mencari pekerjaan di Seoul dan hampir tenggelam dalam depresi, karena ini kali pertamanya gagal dalam kehidupan, Junseo yang membuatnya tetap semangat dan tabah dan terus berjuang untuk melamar pekerjaan. Semenjak saat itu Junseo adalah tempat Haerin bersandar.)

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

"IT Officer di kantor pusat Samsung. Lumayan lah sebagai seorang yang baru bekerja selama setahun. Gajinya jauh lebih daripada yang kuperkirakan, walau bebannya ternyata juga amit-amit. Prestasi.. ya, standar."

(Setelah menganggur setahun penuh, akhirnya Haerin diterima bekerja di Samsung Engineering, yang terletak di Seoul. Statusnya baru berubah menjadi pegawai tetap beberapa bulan lalu, tak lagi hanya trainee. Segala yang ditugaskan kepadanya dikerjakan dengan secepat dan semaksimal mungkin, tapi selain apa yang menjadi tanggungjawabnya, Haerin tidak pernah menonjolkan kemampuannya. Di kalangan pegawai yang masuk bersamaan dengan dirinya dia termasuk tengah-tengah, karena walaupun kinerjanya baik, inisiatif dan tingkat kepeduliannya sangat rendah sehingga nilainya berkurang.)

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

"Hidup bahagia dan santai. Mungkin, menikah..? Punya anak? Aku suka anak kecil walau sepertinya anak kecil tidak begitu menyukaiku??"

(Bagi Haerin, apa yang dimilikinya saat ini sudah lebih dari cukup. Dia punya pekerjaan yang gajinya mampu menghidupi biaya sehari-hari, seorang laki-laki yang mencintainya, dan keluarga yang selalu memarahinya agar lebih berambisi dalam hidup.)

ROLEPLAYING SAMPLE


Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.



Sabtu pagi. Awan mendung menggantung rendah, langit berwarna kelabu, rintik air mengetuk kaca jendela. Yang turun hanyalah gerimis, tidak deras, tapi sepertinya awet. Untung saja bukan hujan badai, yang dihiasi petir dan guntur menggelegar—jenis yang dibenci oleh Jeon Haerin. Namun yang ini, Haerin menikmati ini, karena suasananya dianggap tepat untuk bermalas-malasan sepanjang hari.

Duduk di kursi malas yang diseret ke pinggir jendela, selimut menyelimuti kaki, novel tebal di pangkuan (ia sedang memulai seri baru mengenai dongeng Peter Pan yang berbeda dari buatan J. M. Barrie). Segelas susu cokelat panas yang mengepulkan uap tipis bersedia di meja kecil, di sisi kursi. Haerin tidak akan membiarkan waktunya untuk bersantai diganggu oleh apapun.

“Rin-ah,” (bayangan dari sang pemuda jatuh menimpa halaman yang sedang terbuka, menyebabkannya sedikit memicing untuk dapat melanjutkan membaca;)

Atau siapapun.

“Sayang..?” (ya, Haerin sengaja mengabaikan panggilan yang tak pernah gagal menyebabkan ujung bibirnya terangkat sedikit itu;)

Bahkan Junseo sekalipun.

“Jalan-jalan yuk.”

Tanpa kehilangan seulas senyum yang menghiasi bibir, juga tanpa mendongak dari paragraph yang sedang dibaca, gadis membuka mulut, “Hujan.” Cuaca yang sangat menyenangkan untuk dijadikan alasan bersantai dalam rumah dan menghindari sosialisasi dengan orang lain.

“Cuma gerimis.”

Terasa ada sesuatu yang mencubit pipinya, dan gestur ini berhasil mengalihkan perhatian dara dari buku di pangkuan. Dia mendongak, menatap langsung pada Shin Junseo yang memamerkan cengiran lebar. “Tak mau,” ia kembali mengutarakan penolakannya, “aku lelah.” Ingat bagaimana semalam ia baru pulang selewat tengah malam? Padahal jam sepuluh adalah batas waktu tidurnya. Na’ah, dia akan balas dendam di hari libur ini.

“Ayolah, aku bosan.”

Langsung bertatapan dengan bola mata pemuda yang besar dan berkilauan dengan penuh semangat jelas bukanlah hal yang baik. Dapat dirasakan perlahan-lahan hatinya meleleh. Haerin menghelas napas, berdecak kecil, dan menutup bukunya. “Satu jam saja,” akhirnya ia luluh.

Junseo tertawa, senang. “Baik, tuan putri.”

Memang hanya Shin Junseo yang mampu menyeret Jeon Haerin keluar dari gua persembunyiannya.


This post has been edited by Jeon Haerin: Oct 26 2016, 09:13 AM

--------------------
romeo and juliet are what true love is: dying at the end
in this world, she makes it so shakespeare doesn't exist, so she can spout lines like they are new and pretend she doesn't know the lovers die at the end. they fade away, which isn't exactly death, but they decide it's just as good. she paints allegory into stick figures and fairytales into realism. neither work. so she does what every great artist does when they simply stuck: satire. ---
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Oct 27 2016, 02:48 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


user posted image
PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.