WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Joo Yoojin, CITIZEN/FEMALE/1991/DONE
Joo Yoojin
 Posted: Nov 21 2016, 07:49 PM
Quote
send pm // Offline
56 posts
26 years old
Finance staff The Chill Out Room
ID: eugenieju - forever17
single
Citizen

560 points
Awards: 2



JOO YOOJIN/ EUGENIE JOO
CITIZEN, BUSAN, 11-11-1991


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Yoojin, Jinnie, Eugene,
Tinggi/berat (cm/kg): 162 cm/ 47 kg
Status: (belum menikah/menikah)
Nama wali: -
Hobi: merajut, menulis cerita-cerita pendek, menggambar dan melukis, merangkai bunga, mengajak anjingnya berolahraga, memutari pasar malam, hunting kudapan kecil, membaca buku, memasak, lari pagi
Hal yang disukai: hujan, minuman panas, musik, warna-warna pastel, barang-barang kecil berbulu, bebungaan, salju, bergulung dalam selimut sewaktu cuaca dingin, makanan manis, teh pahit (dan panas), sushi, daging barbekyu, layang-layang, balon udara, gula-gula kapas
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: kucing, laba-laba, kecoa, makanan dan minuman pahit dan asam, tempat yang terlalu ramai, memiliki saingan, orang yang terlalu banyak bertanya hal-hal yang tidak penting dan/ atau sepele, alkohol, rahasianya diketahui orang lain
Deskripsi sifat karakter: Tangguh dan berani. Jika ada sesuatu yang diinginkannya akan diusahakan sampai tercapai, gigih dan tekun. Agak tertutup, tidak suka disentuh orang asing atau yang belum dikenal baik. Selalu bertindak dengan rencana yang sudah matang. Keras kepala, tidak selalu mau mengakui kesalahan. Sulit memaafkan kesalahan orang lain. Meski sudah memaafkan pun, apa yang terjadi akan selalu diingat. Selalu menolong teman-teman dan keluarganya tanpa pamrih. Tidak akan pernah berjanji akan hal yang dirasanya tidak akan bisa disanggupi. Sensitif terhadap perasaan orang lain. Lebih senang menjadi pengamat kebanding pusat perhatian. Pencemburu dan obsesif, dikarenakan selalu menjadi si bungsu di keluarganya maka itu kerap mencurigai orang-orang yang dekat dengan kakak-kakaknya, tidak terkecuali. Kuat minum namun tidak begitu suka minum minuman beralkohol. Sangat-sangat-sangat sayang terhadap keluarganya.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
Ayah dan ibu saya adalah profesor, ayah menjadi pengajar di TU Darmstadt, sebuah kota di Jerman. Sementara ibu bekerja untuk pemerintah Jerman untuk tata ruang kota. Saya memiliki seorang kakak laki-laki, juga alumni TU Darmstadt, sama seperti ayah, ibu, dan saya. Kakak sekarang bekerja di Seoul di bidang teknologi informasi dan komunikasi, di sebuah perusahaan swasta gaming, semacam itulah. Saya tinggal bersama abang saya.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
Masa lalu saya menyenangkan dan selayaknya anak-anak yang normal. Meski keluarga saya lama tinggal di Jerman, semenjak tahun 1970 sekian, saya lahir di Busan sementara kakak saya lahir di Gwangju. Saya dibesarkan di Jerman setelah berumur 4 tahun, dan otomatis memiliki kewarganegaraan ganda. Namun karena hukum di Korea Selatan yang mengharuskan saya untuk memilih salah satu negara setelah berumur 18 tahun, saya memilih menjadi warga negara Korea, supaya tidak usah melewati proses naturalisasi.

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
Wah, sejujurnya saya belum pernah pacaran. Jadwal kuliah terbilang sibuk, dengan sampingan bekerja sebagai mahasiswa magang, jadi saya tidak begitu memusingkan masalah kekasih atau semacamnya. Untuk saat ini karena lebih longgar dari sebelumnya, barangkali bisa saya bilang kalau tipe saya berubah-ubah, tergantung dari apa yang saya inginkan. Sejujurnya, saya tidak begitu mahir berinteraksi dengan lawan jenis jika hubungannya melebihi batas pertemanan. Maklum, sewaktu kuliah jurusan teknik dahulu, lebih banyak kawan-kawan pria dibanding wanita.

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
Saat ini, saya, pengangguran. Sejujurnya. Saya masih mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang saya inginkan karena sebenarnya, sebenarnya, saya tidak ingin bekerja di perusahaan. Saya ingin membuka kafe atau toko hewan peliharaan, atau restoran, atau galeri seni. Tapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Saya baru lulus dari sebuah univesitas di Berlin dengan jurusan administrasi bisnis, jauh terlambat jika dibandingkan dengan muda-mudi Korea pada umumnya, memang. Dikarenakan saya hendak mencari pengalaman bekerja di toko roti dan restoran di Eropa terlebih dahulu, maka dari itu saya baru masuk kuliah pada saat saya berumur 21 tahun.

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
SAYA INGIN, uhh, saya ingin punya restoran atau kafe sendiri, yang lain dari yang lain. Atau mengelola kafe atau restoran, melanjutkan apa yang pernah saya pelajari di Eropa. Tetapi intinya, saya ingin punya kafe atau restoran milik saya sendiri.

ROLEPLAYING SAMPLE
"Yoojin."

"Hmm."

"Joo Yoojin."

"Hmmmmmhmmmm," yang diajak bicara sedang sibuk memoles kuku kaki dan tangan.

"Yoojinnie," sang kakak menghela napas pendek sambil membolak-balik halaman koran, "mau sampai kapan berdiam diri di apartemenku? Kamu cuma numpang hidup, numpang makan, numpang pakai listrik, numpang pakai air. Lulusan Jerman itu, tidak susah mencari pekerjaan di Korea Selatan. Ibu dan ayah khawatir denganmu. Aku sudah berusaha menahan mereka supaya tidak usah menjenguk ke Seoul, biar nanti kita saja yang datang berkunjung ke sana. Carilah pekerjaan, yang sesuai dengan bidangmu."

Botol polesan kukunya ditutup dengan hati-hati. Kalau kerja kerasnya selama tiga jam berakhir dengan bocelnya satu kuku, Yoojin bisa ngambek seharian. Meja makan yang tidak begitu luas sekarang kembali bersih, dengan pretelan kukunya kembali dimasukkan ke dalam kotak plastik ukuran sedang. DI hadapan Yoojin terbentang dua halaman koran harian Seoul, berita basi Jumat lalu sebenarnya, tetapi Shihyeon baru saja tiba kembali dari Tokyo kemarin tengah malam. Si bungsu menekuk atas koran kakaknya, memunculkan separuh wajahnya di hadapan Shihyeon, "tidak segampang itu mencari pekerjaan, kak."

Sayang, sayang. Jawaban Yoojin mengawali diskusi panjang, ternyata.

Koran dilipat, ditekuk rapi, "kenapa? Kamu lulusan administrasi bisnis, dengan latar belakang pekerjaan yang lumayan. Di kafe dan restoran. Kita tinggal di Seoul, kakak yakin tidak sedikit yang buka lowongan pekerjaan yang sesuai buatmu. Biarpun itu cuma kafe atau restoran kecil yang belum bernama. Jangan kamu kira kakakmu ini tidak tahu apa yang kamu pikirkan, ya."

Muka Yoojin ditekuk, bibirnya maju lima senti. Napasnya dihembuskan panjang dan lambat, tangannya diulurkan sampai ke sisi meja satunya, hingga badannya menempel dengan atas meja.

"Hmmmmmmmm."

Tidak diskusi ini lagi.

"Joo Yoojin, kalau ingin membuka kafe atau restoran baru, tidak mungkin ujug-ujug simsalabim kamu punya restoran atau kafe itu. Harus belajar dari awal, dari bawah, dari ahlinya. Kakak pikir lebih baik bekerja di perusahaan kecil atau ya, restoran atau kafe yang belum punya nama sama sekali, supaya kamu bisa belajar banyak."

"Hmmmmmm. Ya."

"Atau, kalau kamu tidak mau bekerja, bagaimana kalau kukenalkan dengan--"

"TIDAK!" badan Yoojin mendadak tegak di kursi, mukanya masih dilipat, "TIDAK ADA JODOH-JODOHAN! AKU BELUM MAU MENIKAH!"

"Ya, habisnya, daripada--"

"TIDAK MAU! Aku mau hidup dengan anjing saja! Di lembah hijau yang subur! Dengan sapi! Dengan ayam! Dengan bebek dan kambing!"

Shihyeon menghabiskan teh sorenya, kembali mengingatkan Yoojin mengenai peraturan rumahnya, "baiklah. Tapi tidak boleh ada peliharaan di apartemenku. Kotor."

"Besok aku akan ke Hongdae. Dan Myeongdong," si bungsu lelah merajuk, mengalah juga akhirnya, "tapi--"

"--tidak boleh mampir ke Chungmuro," kakaknya melanjutkan, sembari memberikan cangkir kosong ke tangan Yoojin. Selama tinggal di apartemen sang kakak, memang Yoojin bertugas menjaga dan membantu membersihkan rumah, termasuk memasak dan mengontrol pengeluaran sehari-hari, untuk makanan, listrik, dan air.



Tapi soal tidak berkunjung ke toko hewan peliharaan barang sebentar, Yoojin tidak bisa janji.

Dia sudah punya anak anjing yang ditaksirnya, kok.

This post has been edited by Joo Yoojin: Nov 23 2016, 01:45 PM

--------------------
but do I deserve this?
I don't have the strength to Resist or control you
So you say "Go, it isn't working" And I say "No, it isn't perfect" So I stay instead I'm never gonna leave this bed Take it, take it all Take all that I have I'd give it all away just to get you back And fake it, fake it all Take what I can get Knockin' so loud Can you hear me yet Try to stay awake but you can't forget

***
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Nov 24 2016, 08:18 AM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


user posted image
PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.