WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Ahn Sooyeon, Citizen / Female / 1996 / Done
Ahn Sooyeon
 Posted: Jan 22 2017, 06:04 AM
Quote
send pm // Offline
46 posts
22 years old
mahasiswa teknik lingkungan & ekologi, KU
ID: indiansummer
too free to be taken
Citizen

460 points
Awards: None


Ahn Sooyeon
CITIZEN, Seogwipo-si, Jeju-do, 29 Februari 1996




BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Sooyeon
tinggi/berat (cm/kg): 161cm/44kg
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: Bercerita, bersepeda, nonton film, berselancar di internet.
Hal yang disukai: Junk food (pizza, hamburger, dll.), bernyanyi, menata rambut, berteman dengan orang baru.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Bad hair day, mendengarkan orang menggerutu dan mengeluh terlalu sering (karena merusak mood), debu dan asap, berdebat.
Deskripsi sifat karakter: Seorang dengan prinsip hidup “bahagia itu sederhana”. Ceria, penuh energi, dan mudah senyum serta tertawa. Pembawaannya kasual dan sangat ramah pada orang baru. Sangat peduli pada lingkungan dan menyukai alam. Sewaktu-waktu bisa menjadi orang yang tidak peka, dan sangat menghindari masalah. Ia akan memilih untuk melarikan diri dan menjauh daripada harus berdebat dan marah-marah. Seorang pelupa.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

“Aku lahir di Seogwipo,” Sooyeon bercerita dengan penuh semangat. Ia bangga sekali memperkenalkan asal-usulnya. “di sana ada Eomma, Appa, dan Dongsaengdeul. Aku kemari dengan Oppa, tinggal bersama Nenek.”

KDK: Ahn Shinwoo, ayah Sooyeon, memiliki toko suvenir di Seogwipo, Jeju. Ibunya, Jo Danji, adalah seorang ibu rumah tangga yang sewaktu-waktu membantu suaminya menjaga toko. Sooyeon memiliki satu kakak lelaki, bernama Ahn Gunho, yang telah bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta dan tinggal di Seoul dengannya. Memiliki adik kembar tiga; Ahn Soojung, Ahn Sooah, dan Ahn Soomin—ketiganya perempuan dan masih merupakan siswi SMA di Seogwipo. Tinggal dengan sang nenek sejak masuk SMA, kehidupannya terhitung cukup.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

“Tidak ada orang yang tidak bahagia kalau hidup di Seogwipo,” Sooyeon menyatakan tanpa ragu, senyum terkembang di bibir. “air terjun di sana bagus-bagus, kalian mungkin pernah dengar Air Terjun Cheonjiyeon? Aku sering sekali ke sana. Atau Museum Boneka Teddy—atau Eodeolgae! Aku bahagia sekali di sana, hampir tidak ada yang tidak menyenangkan, tampaknya—ah! Dulu aku pernah sakit bronchitis, tapi sudah sembuh.”

KDK: Dari kecil senang berpetualang. Tinggal di kota yang dipenuhi objek wisata alam membuat Sooyeon tumbuh menjadi gadis yang mencintai keindahan alam. Orangtuanya selalu mengajarkannya untuk menjaga lingkungan, sampai sekarang. Pernah beberapa kali mengalami kecelakaan kecil, seperti tenggelam saat berenang, disengat serangga, atau tergelincir saat mendaki bukit, tetapi itu dianggap Sooyeon sebagai cerita masa lalu yang menyenangkan. Menderita bronchitis saat SMP, tetapi telah ditangani sampai sembuh. Tidak menyukai rokok dan perokok juga salah satunya karena itu.

(penyakit bronchitis)


"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

“Hmmm,” Bertopang dagu. “aku tidak punya tipe. Tapi kalau bisa… jangan yang merokok. Aku tidak suka dan tidak kuat menghirup asapnya.”

KDK: Pernah berpacaran beberapa kali saat SMA. Tidak menganggap hal itu perlu diungkit, maka tidak ia bicarakan. Sebenarnya merupakan pribadi yang santai; jika memang merasa cocok dan saling-suka, ia tidak akan menolak untuk berpacaran.

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

“Mahasiswi Teknik Lingkungan dan Ekologi, Universitas Korea. Tingkat tiga.”

KDK: Sangat, sangat menyukai bidang yang ia geluti. Sejak SMP, Sooyeon telah bercita-cita masuk ke jurusan ini dan akhirnya tercapai lewat perjuangan yang besar. Terhitung eksis di kampusnya; sebab Sooyeon rajin mengikuti lomba dan aktivitas non-akademis untuk memperluas pengetahuannya akan ekologi dan lingkungan. Dulunya pernah menjadi trainee di WBEnt selama satu tahun, tapi kemudian memutuskan untuk keluar demi mengejar impiannya masuk Universitas Korea.

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

“Aku ingin keliling Korea Selatan, mengunjungi objek-objek wisata yang ada. Kalau di Seogwipo dan Jeju, sudah aku kunjungi semua. Belakangan, aku juga ingin berkebun di rumah, tapi belum ada waktu, takutnya tidak terurus.” Sooyeon tertawa. “Oh, iya! Aku juga ingin belajar menyetir, targetku tahun ini, bisa menyetir.” Kegiatannya sudah tidak terhitung sedikit dan selalu dekat dari rumah, tidak mungkin setiap waktu Sooyeon pergi dengan sepedanya—ia juga tahu batasan.



ROLEPLAYING SAMPLE


Minggu pagi di musim dingin, Ahn Sooyeon menghabiskan waktu senggangnya dengan merebahkan diri di atas sofa depan televisi, satu tangan dengan lihat memainkan ponsel pintar. Ia sudah membuka banyak sekali situs; mulai dari informasi jadwal lomba yang akan diikutinya awal tahun nanti, sampai media sosial tempatnya biasa mencari hiburan. Televisi dinyalakan, Halmeoni sedang memotong-motong sayuran yang kadang baru dimasaknya keesokan hari. Suhu penghangat ruangan telah mencapai angka yang tepat, sebab Sooyeon kini mulai merasakan kantuk alih-alih mengeluh kedinginan. Tepat ketika kedua kelopak matanya hampir menutup sempurna, ding dong! bel pintu depan berbunyi. Nyaring, meredam volume televisi yang memang dinyalakan rendah.

Sooyeon mengembuskan dengus, kemudian berdeham beberapa kali sebelum mengeluarkan tenaga yang ia punya lewat sebuah panggilan. “Oppa! Tamu!” Yang sering mampir akhir pekan begini kalau bukan teman kerja Ahn Gunho, sudah pasti teman semasa SMA atau kuliahnya. Biar Sooyeon terlihat supel dan memiliki banyak kawan, semua orang perlu tahu kalau Ahn Gunho adalah social butterfly di rumah ini. Ia bukan hanya menyebarkan nomor ponselnya ke mana-mana, tetapi juga alamat rumahnya—dan ini, dinilai Sooyeon, menyebalkan.

”Bukan tamu Oppa! Tamumu mungkin, Sooyeon-ah!” Gunho balas berteriak, Sooyeon menduga asalnya dari kamar belakang. Beginilah mereka di akhir pekan, malas-malasan. Jangankan keluar rumah, berjalan mengitari ruang-ruang di dalamnya saja enggan—akan tetapi, masalahnya sekarang bukan itu. Sooyeon terbangun, kini posisinya duduk di atas sofa. Berpikir, keras. Lantas siapa? Minggu pagi, menjemput ke rumah…?

Eommaya,” Perhatikan dari dekat, kedua mata gadis membulat sempurna. Penuh keterkejutan, jelas, tapi yang lebih penting lagi karena kesal sebab ia melupakan hal penting… lagi. Pandangnya kini diarahkan ke arah sang nenek, walau yang ia temui hanya tampilan belakangnya saja. “Halmeoni, sekarang minggu kedua Desember?” Tanya Sooyeon, padahal ia sudah tahu jawabannya positif benar. Apa-apaan. Kapasitas memori di kepalanya sudah habis atau apa?

Lemah sekali, tapi Halmeoni menjawab, “Benar.” Yang langsung membuat Sooyeon terlonjak dari sofa, berjalan tergesa ke arah dalam, tapi kemudian berbalik menuju pintu depan. “Neo jukeotda, Ahn Sooyeon, jukeotda.” Disisirnya surai panjangnya dengan jemari, kaus oblongnya diusap-usap agar terlihat sedikit tidak lusuh. Sesampainya di lorong depan, ia tidak langsung membuka pintu, melainkan terdiam dulu—berpikir sambil menggigit kuku ibu jari. Buka, jangan, buka, jangan.

Buka. “Annyeonghaseyo…”

Tahu? Sooyeon melupakan janji sogaeting hari ini. Bodohnya, Sujin yang merencanakan semua ini meminta pasangannya untuk menjemput ke rumah alih-alih bertemu di suatu tempat saja. Lihat sekarang, impresi pertama Sooyeon sudah pasti tidak terlihat baik di hadapan pasangan kencan butanya. Gadis pelupa, ingatannya seperti hanya numpang lewat telinga saja.

Pantas saja vitamin otak yang ada di nakas ruang tengah masih saja penuh, tidak berkurang. Gunho bukan membelikannya untuk sang nenek… ia membelikannya untuk adiknya sendiri.



*) neo jukeotda: you’re a dead meat! (Korean slang)

--------------------
us under the open sky, not a care in the world
Our hearts fell before we knew, Remember things we, we used to do? Tell me it's the same for you. I'll remember, remember you. I see us under the open sky, Not a care in the world, you and I. Wish that we could go back to that time. I see us under the open sky Not a care in the world, you and I. .
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Jan 24 2017, 12:23 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


user posted image
PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.