WBEnt x Seoul 2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Jin Eunkyung, CITIZEN/FEMALE/2001/DONE
Jin Eunkyung
 Posted: Jan 22 2017, 06:06 AM
Quote
send pm // Offline
20 posts
17 years old
pelajar
ID: eunkyj | silverflower
too young to understand love
New Citizen

200 points
Awards: None


Jin Eunkyung
CITIZEN, Amsterdam, 3 Februari 2001


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Eunkyung, Kyungie
tinggi/berat (cm/kg): 166/46
Status: belum menikah
Nama wali: -
Hobi: travelling, fotografi, mengunjungi cat cafe, shopping
Hal yang disukai: pretty things; aksesori-aksesori lucu, buket bunga mawar, frilly dresses. Kucing, hewan-hewan menggemaskan. Kamera dan pemandangan bagus—cuaca cerah, hamparan bunga yang mekar, pantai dengan pasir putih. Baru-baru ini mulai menyukai make up dan semacamnya. Termasuk perawatan wajah dan tubuh, seperti spa.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: patah hati—as cheesy as it sounds, heartbreak is hurt, right? Tentu saja selayaknya seorang puteri tunggal konglomerat, tidak bisa berada di tempat berdebu, panas, dan bau. Terutama tempat dengan matahari menyengat karena kulit terbakar adalah hal merepotkan. Selebihnya, tidak suka kalau disuruh menunggu dan mengalah.
Deskripsi sifat karakter: what do you expect from a princess? Pembawaan tenang dan lemah lembut. Ramah pada semua orang serta murah senyum. Sayangnya ini hanya penampilan luar, karena tuan puteri biasa mendapatkan semua hal dan selalu jadi pusat perhatian, tumbuhlah kecenderungan egois dan sangat kompetitif. Keras kepala, diam-diam senang mendapat pujian—tidakkah menyenangkan, dipuji itu? Tidak seburuk stereotip puteri konglomerat, ia tidak akan pilih-pilih teman, dan jika sudah jadi temannya jangan ragu untuk meminta bantuan—terutama urusan materi karena ia sangat royal. Sedikit posesif pada orang-orang yang dekat dengannya, clingy, bukan secara fisik.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
“Mmm, ya. Halo, pertama-tama? Aku puteri satu-satunya. Ayahku seorang pengusaha, ibuku—anak pengusaha. Ah, maksudnya ibuku tidak bekerja tetapi tak bisa juga dibilang ibu rumah tangga,” Eunkyung berasal dari keluarga chaebol, ayahnya CEO perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan alat berat dan konstruksi. Ibunya anak bungsu dari keluarga chaebol lainnya—sekarang sibuk menemani ayah Eunkyung yang kerap bepergian ke luar negeri, sehingga menurut puterinya itu ibunya bukanlah ibu rumah tangga. “Harusnya aku masih tinggal bersama ayah dan ibu, tetapi mereka sibuk dan jarang ada di rumah. Technically, aku tinggal bersama kucingku, dan asisten-asisten orangtuaku di rumah.”


"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
“Ingatanku tentang masa kecil terlalu random,” Eunkyung terkekeh lembut sambil menyelipkan helai-helai rambutnya ke belakang telinga. “Waktu kecil aku sering berpindah-pindah, di Seoul, Busan, ke luar negeri—ah, bahkan aku tidak tahu kenapa aku lahir di Amsterdam. Tidak ingat pernah tinggal di sana.” Orangtuanya sangat sering bepergian karena urusan bisnis. Menetap di suatu kota, paling lama satu atau dua tahun. Itulah mengapa Eunkyung tak ingat pernah tinggal di Amsterdam, karena ia dan orangtuanya hanya tinggal beberapa bulan di sana sebelum pindah ke negara lain. Eunkyung sempat ikut terus berpindah-pindah, tetapi saat usianya delapan tahun orangtua Eunkyung akhirnya memutuskan untuk menetap di Seoul. “Tapi, aku senang, karena melihat banyak tempat menarik di berbagai negara. Apa ya...tidak menyenangkannya, karena sering pindah-pindah aku jadi tidak punya teman masa kecil...”


"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
“Maksudnya tipe ideal? Bicara tipe ideal, aku tidak menetapkan seperti apa laki-laki yang cocok untukku. Dulu, pernah dua kali mencoba menjalin hubungan, sifat kedua mantan pacarku juga sangat bertolak belakang.” Tentunya dalam dua kali berpacaran itu, Eunkyung adalah pihak yang mengakhiri hubungan. Ia terlalu takut patah hati sehingga lebih baik menyudahi sebelum sungguhan jatuh cinta. “Sepertinya aku suka laki-laki yang bisa membuatku tertawa dan merasa nyaman, sesederhana itu saja.” Tetapi, ia memang belum pernah benar-benar menyukai seseorang. Bisa dibilang selama ini sebatas crush.


"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
“Oh, aku siswa kelas satu di Yongsan International School. Mm—prestasiku? Secara akademik aku masih peringkat tiga besar di sekolah. Kegiatan organisasi juga cukup bagus, aku ikut beberapa kepanitiaan acara sekolah atau organisasi luar sekolah.” Eunkyung senang mengikuti aneka kegiatan, bertemu dengan banyak teman baru. “Rencananya libur nanti aku juga mau ikut program studi budaya ke Eropa.”


"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
“Sebenarnya aku bingung jika sudah membicarakan cita-cita. Aku ingin jadi diplomat, sepertinya? Atau fotografer? Ah, terlalu banyak.” Sekali lagi, terkekeh. “Kehidupanku sudah cukup nyaman. Mungkin hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan orangtuaku.” Sebenarnya Eunkyung punya banyak ambisi, yang tidak bisa dijabarkan satu per satu. Di antaranya ingin selalu mendapat peringkat satu di sekolah, ingin mendapat nilai ujian terbaik nanti menjelang ujian masuk universitas, semacam itu. Sementara urusan keinginan atas barang-barang tertentu, tak perlu dirisaukan. Cepat atau lambat Eunkyung pasti mendapatkan apa yang diinginkannya.


ROLEPLAYING SAMPLE

Sudah biasa jika ayah atau ibunya batal menemani acara jalan-jalannya. Puteri Jin tidaklah perlu bermuram durja. Tatkala asisten ayahnya menghampiri puteri tunggal Jin Kyujong tersebut, sudah tertebak jika kabar di ujung lidah pria paruh baya itu adalah berita kurang menyenangkan untuk Eunkyung. Kopernya sudah tersusun rapi dengan aneka tas. Pengemudi keluarga Jin sudah menunggu, siap mengangkat koper dan tas ke bagasi mobil. Eunkyung duduk di kursi putih, kayu berpelitur senada warna lantai dan pilar-pilar di teras rumah. Rosie, kucing tabby kesayangannya mendengkur di pangkuan. Suasana pagi itu damai. Mengabaikan kedatangan asisten ayahnya, Eunkyung menoleh. Matanya dimanjakan pemandangan semak bunga yang mulai berkuncup. Musim semi sebentar lagi. Mengingat sudah berapa pekan rencana jalan-jalan ini tertunda, sejak sebelum musim dingin.

Eunkyung mendengus, pelan. Ia tak perlu mendengar keterangan panjang lebar dari asisten ayahnya. Jelas kalau Jin Kyujong hari ini pun harus melakukan perjalanan bisnis bersama istrinya. Janji untuk menemani puteri tunggal mereka ke Paris lagi-lagi batal.

“Sampaikan pada Abeoji, tidak apa-apa.” Sebab apa lagi yang harus dijawabnya? Toh dengan marah-marah perjalanan bisnis ayahnya tak akan batal. Pernah sekali Eunkyung coba merajuk dan marah, justru dirinya kena omel balik. Itulah pelajaran. Tak akan lagi Eunkyung membuang tenaga jika sudah melibatkan masalah bisnis ayahnya. “Tolong koper-kopernya kembalikan ke kamarku, kalau begitu.”

Kata siapa puteri Jin tidak marah? Rosie bahkan sadar suasana hati majikannya memburuk, sampai terbangun dan melompat turun. Eunkyung awalnya melempar senyum pada asisten ayahnya, dan pengemudi kepercayaan keluarganya yang sudah menunggu satu jam lamanya. Kemudian ia berbalik. Wajahnya pun ditekuk. Bibirnya mencebik, sebal. Kedua tangannya mengepal di sisi tubuh. Menggenggam erat rok satin bercorak bunga-bunga yang dikenakan. Kaki yang dibalut oxford shoes warna salem, melangkah dengan hentakkan lebih keras dari sewajarnya. Hingga menggema. Eunkyung kesal. Sudah sampai puncaknya, ia ingin sekali melemparkan sesuatu. Merenggut, dan merobek entah apa. Permintaannya selalu diwujudkan, tapi kali ini, hanya menginginkan waktu liburan sejenak ia harus menunggu, menunggu, dan menunggu.

Akan tetapi marah-marah itu tak baik untuk kesehatan, apalagi untuk wajah. Sekesal apapun, Eunkyung tidak ingin punya keriput usia dini. Aduh, mengerikan! Tarik napas dalam-dalam, tenangkan kepala, usahakan jangan sampai menimbulkan kerut di wajah. Huh, kalau begitu, olahraga pagi saja setelah ini. Atau spa? Bukankah itu ide bagus?

This post has been edited by Jin Eunkyung: Jan 22 2017, 02:46 PM

--------------------
Bloom like the flowers
I’m still just a shy girl I’m nervous too Our voices, so full of excitement With all our hearts Let’s start fresh, you and me The love I envy, please don’t let me down I’m going to show you how I’ve been feeling I won’t wait any longer I’ve been waiting for this moment And I’m with you who’ve always kept by my side_________________________xx
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Jan 24 2017, 12:26 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


user posted image
PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.