WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Rosemary Yeo, Citizen / Female / 1992 / Done
Rosemary Yeo
 Posted: Jan 22 2017, 06:48 AM
Quote
send pm // Offline
37 posts
25 years old
mahasiswi s2 teknik elektro
ID: rosemary / ad_astra (web magazine)
not looking
Citizen

370 points
Awards: None


ROSEMARY YEO
CITIZEN, LINCOLN, NEBRASKA; 14 DESEMBER 1992


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Rosemary, Mary
tinggi/berat (cm/kg): 178 cm/61 kg
Status: Belum menikah
Nama wali: -
Hobi: Membaca, bernyanyi, menulis artikel untuk web magazine.
Hal yang disukai: Buku, preferensi adalah novel coming of age atau young adult. Kopi. Kimchi. Mie samyang atau yang sejenis itu. Anak-anak usia berapapun. TV Shows western. Hiking.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Komentar-komentar misoginis. Drama Korea dan India—kecuali untuk genre-genre tertentu.
Deskripsi sifat karakter: A modern feminist. To the point. Tipikal yang keras kepala dan teguh pendirian, pantang menyerah untuk mencapai tujuan. Punya idealisme yang selalu dipegangnya teguh. Sekalipun suka disalahartikan sebagai dingin, ia sesungguhnya empatik.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

Senyumnya diulas, ramah, "Saya tinggal dengan Ibu dan adik saya. Ah, ya, dengan perawat pribadi Ibu juga. Keluarga saya keluarga kaya."

(KDK: Ayahnya yang seorang direktur perusahaan besar, meninggal karena serangan jantung. Ibunya yang blasteran Amerika-Cina, tidak bekerja dan sakit-sakitan. Adik angkatnya bernama Arabelle Yeo.)

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

"Saya tinggal di Lincoln dari lahir sampai umur sembilan tahun. Mendiang Ayah saya kemudian diminta untuk pindah ke Seoul demi mengambil alih perusahaan keluarga." Ketika ia berkata, ia menyembunyikan lembar-lembar kelam yang ia punya, "Saya kembali ke Amerika ketika diterima di Massachusetts Institute of Technology dan baru pulang ke Seoul ketika saya lulus. Ibu saya sakit, saya khawatir akan keadaan beliau."

(KDK: Hidupnya di Lincoln tidak bisa dibilang mulus. Sekalipun namanya diganti menjadi nama barat sebagai bentuk penyesuaian, itu tidak membuatnya bebas dari rasisme. Menjadi orang berwajah Asia Timur di lingkungan rasis Barat membuatnya kerap menjadi korban penggencetan dan vandalisme. Sekalipun keluarganya keluarga kaya dan prestasinya bagus, sikap-sikap rasis yang ia terima itu tidak berhenti. Ketika ia pindah ke Seoul, keadaannya pun tidak jauh berbeda. Bahasa Koreanya yang masih tertatih menjadi olok-olok satu sekolah. Mary bertekad untuk mengubah itu semua. Dibantu Belle, adik angkatnya, ia mempelajari Bahasa Korea sampai benar-benar lancar. Mary kembali melejitkan prestasinya di bangku SMA. Ia kala itu belajar mati-matian demi menyumpal mulut-mulut yang mencoba merendahkannya, sampai ia berhasil mendapatkan tiket menuju Massachusetts Institute of Technology.

Di Amerika, ia banyak bergaul dengan para aktivis sosial. Kala itulah, pikirannya mulai terbuka. Dari membantu teman-temannya di sana, ia memupuk keinginannya untuk mengubah hal-hal yang salah di masyarakat. Ayahnya meninggal ketika kuliahnya berada di tahun ketiga, ibunya yang sakit-sakitan membuat Mary melepas Amerika dan kembali ke Seoul. Di Korea Selatan, ia mencoba membuat perubahan.)

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

Ia berpikir sejenak ketika mendengar perkataan itu, "Orang yang saya kenal dalam dan menerima saya apa adanya." Lalu terkekeh sendiri mendengar jawabannya itu, "Kalau pacaran sih, belum pernah. Tapi yang nembak ada tiga atau empat orang. Semuanya saya tolak, soalnya semuanya tipe yang saya hanya tahu nama dan wajahnya." Ia menggelengkan kepala, "Saya mana mau pacaran dengan orang yang tidak saya kenal."

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

"Mahasiswi S2 Teknik Elektro. Tahun pertama, sih." Ia berkata dengan nada bangga. "Saya juga mengelola web magazine yang bergerak pada bidang sosial bersama teman-teman saya. Kerjanya sukarela."

(KDK: Setelah ayahnya meninggal, keluarganya sepenuhnya bergantung pada laba saham dan investasi mereka. Prestasinya selama di perkuliahan S1 cukup bagus.)

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

"Ingin Ibu cepat sehat. Itu saja dulu."

ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.

"Kau gila, Mary?"

Adalah kalimat pertama yang diucapkan Violet ketika ia berkata ia akan pindah ke Seoul. Dikatakan dengan nada heran karena, yang selama ini Violet tahu, Mary itu ambisius dan mengejar kesempatan sekolah lagi di Harvard sejak pertengahan kuliah. Kabar itu mengejutkan, jelas, tetapi jawaban yang terlontar dari mulut Mary tenang.

"Nggak kok. Aku serius."

"Tapi, membuang tiket ke Harvard demi pindah ke Seoul itu," Violet menatapnya, alis terangkat, "Apa ada sesuatu?"

Kedua pandangan mereka bertemu, lamat, sebelum ia kembali bicara.

"Ibuku sakit."

Dan itu, cukup untuk membuat Violet mengangguk mengerti. Kedua gelas kopi mereka di atas meja belum tersentuh dan mulai mendingin, kedua pemiliknya lebih ingin berbincang.

"Semoga ibumu cepat sembuh, Mary."

Mary mengangguk setelahnya, mengulas senyuman. Matanya kemudian mengerling ketika teringat akan proyek web magazine yang akan ia jalankan bersama Violet dan yang lainnya. Sesuatu yang, mereka semua sebut, sebagai langkah awal perubahan.

"Tenang. Aku tetap akan menjalankan proyek kita dari Seoul, V."

Violet balas menatapnya. Mata birunya berkilau-kilau, gabungan antara berkaca-kaca dan senang. Mary tahu, mengenal Violet sejak tahun pertamanya kuliah membuatnya mengenal gadis itu dengan baik. Violet mudah terharu dan tersentuh. Tapi yang paling penting, Violet sama seperti Mary. Hendak berjuang demi dunia yang lebih baik.

Dunia yang lebih setara, dunia yang bebas diskriminasi. Karena percayalah, berada di dalam lingkungan penuh diskriminasi semasa kecilnya membuatnya lebih peka akan masalah ini. Dan dunia, dunia di beberapa tempat sedang dilanda masalah diskriminasi.

Dan itu mengerikan.

"Aku tahu kau akan melakukannya."

Dan Mary pun tahu kalau kali ini, ia bisa percaya.

This post has been edited by Rosemary Yeo: Feb 19 2017, 06:24 PM

--------------------
how to be a heartbreaker
rule number one is you gotta have fun. but baby when yoou're done, you gotta be the first to run. rule number two, just don't get attached to somebody you could lose. rule number three, wear your heart on your cheek but never on your sleeve, unless you wanna taste defeat. rule number four, gotta be looking pure. kiss him goodbye at the door and leave him wanting more. this is to be a heartbreaker. -------------------------------------------USEONNIE - marina and the diamonds - naran
PM
^
♛Lee Hyunwoo
 Posted: Feb 23 2017, 12:54 PM
Quote
send pm // Offline
84 posts
38 years old
Chairman
ID: hyunwoolee
taken for granted
Administrator

840 points
Awards: None


user posted image
PMEmailWebsite
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.