WBEnt x Seoul 2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Moon Jinsil, Citizen/Female/1996/done
Moon Jinsil
 Posted: Apr 23 2017, 06:31 AM
Quote
send pm // Offline
90 posts
22 years old
pengangguran
ID: __moonjin
..... I'm not talking about it
Citizen

900 points
Awards: None


Adelaide Estelle Moon / Moon Jinsil
CITIZEN, San Francisco, 29 Februari 1996


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Jinsil, Estelle, Moon (Adelaide is her baptism name while Estelle is her English name. Karena Jinsil sudah dibaptis secara Katolik sedari bayi maka nama baptisnya turut dituliskan pada akte kelahirannya.)
tinggi/berat (cm/kg): 170 / 61
Status: Belum menikah
Nama wali: -
Hobi: Menggambar, biasanya dengan metode croquis, berkesperimen dengan make-up, main game online atau nonton video YouTube sampai subuh, travelling bareng Seulhee, jalan-jalan ke IKEA, jalan-jalan dengan skuter elektriknya, nge-dab.
Hal yang disukai: Daddy dan Eomma. Kain-kain yang halus dan bahan kapas yang fluffy. Warna pink. Buku cerita fiksi, terutama terbitan Disney. Barang-barang yang berkilau. Segala jenis buffet. Binatang-binatang berdarah dingin, terutama ular, sekarang pelihara satu di kamar, namanya Kkungie. Nge-dab.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Alergi laktosa. Semakin banyak susu yang dikonsumsi maka ruam yang muncul akan semakin banyak dan gatal. Burung dan kecoak. Film horror. Orang-orang tukang bully. Adik tirinya, hidih. Orang yang bilang dab itu overrated. Orang-orang yang gangguin Seulhee atau Jinae.
Deskripsi sifat karakter: Aslinya baik kok. Menyapa balik kalau disapa duluan dan tersenyum balik kalau disenyumin duluan. Nggak pernah membatasi orang untuk dekat dengannya walaupun Jinsil nggak selalu membalas setara dengan takaran yang diberikan. Emosinya mudah disulut tapi juga mudah untuk diredakan. Orangnya nggak sabaran, jadi selalu berusaha untuk memburu-buru pekerjaan supaya cepat selesai. Di luar itu, Jinsil merupakan orang yang cukup keras kepala. Tapi biasanya bakal melembek jika sudah berhubungan dengan orang-orang yang diperdulikan. Jarang banget peka terhadap perasaan orang lain dan cenderung selalu mendahulukan dirinya sendiri kecuali jika berhubungan dengan orang-orang yang benar-benar disayanginya.

BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

"Keluargaku baik tuh. Aku tinggal dengan ayah dan ibuku di daerah Gangnam. Walaupun bukan ibu kandung, tapi Eomma nggak seperti antagonis di drama picisan televisi. Beliau baik dan juga perhatian. Makanya aku suka ibuku yang sekarang."

((Jinsil merupakan keturunan Korea-Amerika. Ayahnya, Moon Jinhwan (Archibald Moon) adalah seorang mantan model terkenal yang kini bekerja sebagai salah seorang editor majalah fashion yang memiliki nama besar di Seoul. Ibu kandungnya, Ethel Casella meninggal sewaktu melahirkan Jinsil dulu. Ayahnya berjumpa dengan ibu tiri Jinsil karena pekerjaannya dan memutuskan untuk menikahinya awal tahun lalu. Mereka kini tinggal bersama di sebuah unit apartemen yang terhitung mewah di daerah Gangnam.

Jinsil sebetulnya memiliki seorang adik laki-laki tiri yang masih berada di tingkat SMA. Namun adiknya tersebut jarang pulang ke rumah.))

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

"Oke-oke aja sih? Aku lahir dan tinggal di Amerika sampai umur sembilan tahun sebelum Daddy memutuskan pindah ke Seoul untuk menempuh pendidikan strata kedua dan akhirnya menetap disini setelah tamat. Lumayan sedih sih, soalnya harus berpisah dengan kakek dan nenekku juga."

"Ibu kandungku meninggal waktu melahirkanku, makanya ulang tahunku nggak pernah dirayakan sampai--dua tahun yang lalu? Itu juga karena gagasan Eomma. Udah kubilang ibu tiriku baik kan?"

((Jinsil kecil merupakan seorang gadis yang selalu bermimpi menjadi seorang Putri Raja. Pun keinginan tersebut perlahan menyusut karena lingkungan sekitarnya yang terbilang keras.

Karena keturunan campuran dan bahasa Koreanya yang tidak lancar, Jinsil kerap menerima perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sekolahnya saat baru pindah ke Seoul. Awalnya Jinsil cukup kaget, namun lama-kelamaan ia mulai terbiasa dengan perlakuan tersebut dan malah berani melawan sejak kelas enam SD. Jinsil hampir mematahkan tangan salah satu rekan seangkatannya sewaktu SMP dulu karena membasahi buku-buku pelajarannya dan sejak itu jarang ada yang berani mengganggu Jinsil.))

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

"Aku nggak punya tipe laki-laki idaman sih. Asal cocok kayaknya udah oke. Malahan belakangan aku mikir buat nggak nikah sekalian karena nggak pernah ketemu yang benar-benar cocok."

"Oh, tapi sekarang aku lagi punya pacar kok. Baru jadian sekitar seminggu, kayaknya? Anaknya baik sih. Tapi ya, lihat aja nanti."

((Jinsil pertama kali berpacaran di bangku SMP kelas dua. Kebanyakan laki-laki tertarik mendekati Jinsil karena keturunan campurannya dan ia tidak pernah sekalipun menolak ajakan untuk berpacaran kecuali jika saat itu Jinsil sedang memiliki pacar.

Biarpun selalu menerima tawaran yang diberikan, biasanya Jinsil juga selalu menjadi pihak yang terlebih dulu mengakhiri hubungan karena alasan bosan. Jinsil selalu berpikir bahwa nggak ada salahnya mencoba dan karena itu pergi di saat hubungan dirasanya tidak berhasil merupakan sebuah tindakan yang wajar.

Sebenarnya ada satu orang yang selalu dipandang Jinsil sebagai sosok Pangeran hingga sekarang, namun ia merasa dirinya tidak cukup baik bagi laki-laki itu dan pada akhirnya memutuskan untuk menjadi pengamat dari jauh alih-alih pemeran utama perempuan dalam kehidupan pemuda itu.))

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

"Aku masih kuliah kok. Tahun ketiga jurusan fashion design di Ewha. Aku bekerja sampingan menjadi seorang coordi juga kalau sedang ada panggilan. Itu loh! Orang yang kerjanya pilihin baju sama touch up make up idol kalo lagi manggung. Sering kasih minum dan bantu lap keringat juga kalau memang keadaan lagi ribet banget. Kerjaanku lumayan menarik sih. Bukan cuma sekali aku dijambak sama fans gara-gara ketahuan pengan-pegang muka oppanya. Ngakak."

((Jinsil telat masuk sekolah satu tahun karena bahasa Koreanya belum fasih sewaktu baru pindah ke Seoul. Kerap menjadi bahan olok-olok sebelum pada akhirnya Jinsil merasa gerah sendiri dan menghajar balik anak-anak yang mengganggunya dengan taekwondo yang sudah dipelajarinya sedari kecil. Sudah memegang sabuk hitam dari kelas tiga SMP sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti mengikuti les saat kelas dua SMA.

Dikenal sebagai anak yang bermasalah waktu sekolah karena sering terlibat perkelahian dan pernah ketahuan merokok waktu SMA kelas satu. Tapi biarpun begitu absennya jarang bolong dan nilainya mulai meningkat di kelas dua SMA karena Jinsil ingin mengejar universitas yang sama dengan sahabatnya.

Pekerjaan paruh waktu yang sekarang pun didapat karena Jinsil dikenalkan oleh salah satu teman ayahnya. Tapi belakangan ini dia jarang menerima panggilan kerja karena grup yang biasa diurusinya sudah lama tidak comeback.))

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

"Wah, nanyanya berat banget nih. Apaan ya? Kayaknya kok nggak ada. Aku udah cukup senang dengan hidup yang sekarang sih. Asal orang-orang di sekitarku bahagia, aku juga pasti bakalan bahagia kok. Sesimpel itu."

ROLEPLAYING SAMPLE

(Ayahnya pernah berkata kalau seorang Tuan Putri tidak harus melulu memakai gaun dan juga mahkota.)

Sebuah jeritan bernada sopran meluncur dari ujung bibir si anak dara sebelum makian dalam bahasa Inggris meluncur dari bibirnya. Moon Jinsil membanting mouse sebelum kemudian mengelus-elusnya dan melanjutkan kembali permainan yang barusan ditinggalnya karena mati tertembak. Hari itu adalah hari Minggu. Arah jarum pada penunjuk waktu di dinding telah menunjukan pukul setengah dua belas siang namun tubuhnya masih dibalut oleh piyama two piece berwarna merah muda.

Ah, toh Jinsil masih memiliki empat puluh menit sebelum jemputannya datang.

"I SAID GO TO THE LEFT, YOU STUPID BITCH!"

(Seorang Tuan Putri juga tidak melulu bertutur kata baik, namun juga berani mengkritisi saat dibutuhkan.)

Untuk kedua kalinya, karakter yang dimainkannya menunggu waktu untuk bisa kembali menyerang. Kalau bisa, saat ini Jinsil ingin masuk ke dalam layar komputer dan mencekik pemilik user hyeonie12 supaya sosok yang bersangkutan bisa menyadari kesalahan-kesalahan bodoh yang diperbuat. Mana tuh orang jenius yang mengatakan kalau pemain-pemain di Korea Selatan, utamanya di Seoul merupakan salah satu yang paling handal di dunia? Nyatanya di level setinggi ini masih ada orang-orang bodoh yang berkeliaran dan kebetulan masuk ke dalam timnya.

(Namun, seorang Tuan Putri selalu memiliki sesosok pangeran--)

"Ne, oppa?"

Jemarinya menekan tombol loudspeaker dengan manik yang masih terfokus penuh pada layar laptop sementara bariton yang familiar terdengar menggema di dalam ruangan itu. Pertanyaan basa-basi dijawabnya dengan "Ne," singkat sementara tangannya masih sibuk bergerak menembakki sosok lawan dan merebut markas mereka.

"Mwo? So, you won't come today?"

(--yang selalu ada di sisinya saat Tuan Putri membutuhkan bantuan.)

Untuk ketiga kalinya, blossomvixen dinyatakan tewas dalam permainan.

"A-ah, gwaenchana. Iya, bawel. Aku juga tadinya juga kepikiran mau pergi kesana sama pacarku aja kok."

Kali ini, Jinsil lah yang menjadi pihak yang menerima caci maki dari pemain lain. Namun tangannya malah menekan tombol leave game dan menatapi lantai kayu dengan ekspresi yang sulit untuk dibaca. Bariton di ujung sana masih berbicara, tapi pikiran nona muda Moon sudah berlarian kemana-mana. Jinsil kembali menjawab dengan nada bicara yang sebisa mungkin dibuat ceria untuk menyembunyikan kekecewaannya sebelum memutus hubungan telepon dan menarik kursi yang diduduki menuju kasur miliknya dan tergelung disana.

(Mungkin, Moon Jinsil memang tidak pernah ditakdirkan untuk menjadi seorang Tuan Putri.)

This post has been edited by Moon Jinsil: Apr 23 2017, 04:17 PM

--------------------
I need even small love
Please light the fuse that's fading away
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Apr 27 2017, 07:34 AM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.