WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Oh Sonagi, CITIZEN / FEMALE / 2000 / DONE
Oh Sonagi
 Posted: Apr 23 2017, 04:47 PM
Quote
send pm // Offline
33 posts
18 years old
pelajar kelas 3.2 SMA Guro
ID: sonaagi
in a relationship
Hiatus

420 points
Awards: None


OH SONAGI
CITIZEN, SEOUL, 2 April 2000


BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Sonagi, Nagi
Tinggi/berat (cm/kg): 155/40
Status: Belum menikah. (“Status Sonagi? Pelajar. …eh? Bukan itu, ya? Oh, belum menikah. Siapa memangnya yang mau sama Sonagi…”)
Nama wali: -
Hobi: Berkebun dan mengajak tanaman berbicara. (“Hobi? Nggak ada…”)
Hal yang disukai: (“Lihat kartu keluarga saja, semua yang disukai Sonagi ada di sana.”) Selain keluarganya—Ayah, Ibu, kakak-kakak yang bernama Oh Haebitna dan Oh Bitgaram, Sonagi juga menyukai hari yang terang dan cerah, seperti nama kakak perempuan, dan sungai yang memantulkan cahaya matahari, seperti nama kakak laki-laki. Tanaman-tanaman di halaman rumah juga dia suka. Berlari dari satu ke tempat lain membuat Sonagi senang dan puas, tapi tidak boleh sering-sering, nanti jatuh, kata Ibu. 365 hari dalam satu tahun, 4 musim, Sonagi akan menemukan hal-hal yang menarik. Musim semi baginya wangi bunga yang bermekaran, musim panas memberinya limpahan sinar matahari yang banyak, di musim gugur dia bisa mendengarkan daun kering berderak kala terinjak, dan bermain lempar-salju di musim dingin membuatnya senang.
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Tanyakan padanya, dia akan memberimu titik-titik panjang. Sonagi tidak menyukai dirinya sendiri. Dia tidak menyukai nama Sonagi. Takut dengan teman-teman sekolahnya, dan laki-laki (kecuali Kak Bitgaram). Membenci hujan, dan jalanan yang basah setelah itu—licin, Sonagi pernah tergelincir, sakit rasanya.
Deskripsi sifat karakter: Sonagi adalah anak perempuan yang selalu bersedih. Dia penakut dan cengeng. Tidak berani berhadapan dengan dunia luar, tidak berani bermimpi, pokoknya tidak berani melakukan sesuatu di luar rumah. Sebetulnya Sonagi anak yang ceria dan penuh rasa ingin tahu, namun orangtua dan kakak-kakaknya yang protektif dan terlalu memanjakan membuat Sonagi jadi takut untuk bernapas di luar pengawasan keluarga. Inilah yang membuat keceriaan dan rasa ingin tahunya sirna. Cenderung mengikuti apa saja perkataan keluarganya, karena menurut Sonagi itulah yang terbaik. Memiliki banyak potensial, terutama di bidang atletik yaitu lari, tapi sama sekali tidak percaya diri untuk mengembangkannya. In short, Sonagi adalah anak perempuan biasa yang memiliki mimpi, tapi terlalu takut mewujudkannya.


BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"
“Ng, hng,” Sonagi menggaruk pipi, gelisah. Kenapa harus ditanya-tanya seperti ini, ya? Memangnya Sonagi berbuat kesalahan, ya? Oom itu polisi? “S, Sonagi… Sonagi tinggal sama keluarga Sonagi… berlima. Orangtua Sonagi ya… Ayah dan Ibu. Baik, baik banget. Suka memberi Sonagi uang saku padahal Sonagi nggak minta. Saudara Sonagi… ada dua. Kak Haebitna dan Kak Bitgaram. Dua-duanya suka mengelus kepala Sonagi, lalu bilang Sonagi kayak kucing karena senang dielus. A, apa lagi, ya…?”

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"
(untuk karakter dengan orientasi seksual tidak umum, jelaskan juga latar belakangnya di sini.)
“M, masa kecil…?” Sonagi ‘kan masih kecil. Anak paling kecil Ayah dan Ibu, adik paling kecil Kak Haebitna dan Kak Bitgaram. “Sekarang juga ‘kan Sonagi masih kecil… ya biasa saja, senang dan ada juga nggak senangnya…”
(Sonagi kecil tidak berbeda dengan Sonagi remaja. Penakut dan tidak pintar bersosialisasi. Jika teman-teman Sonagi pergi ke taman, Sonagi ikut tapi sambil menangis karena sebetulnya dipaksa. Lalu Sonagi akan duduk saja di dekat bak pasir, meremas-remas baju sampai kusut. Kalau ada yang mengajak main, Sonagi menggeleng. Takut jatuh dari perosotan, lah, takut mata Sonagi masuk pasir, lah, takut didorong kuat-kuat sampai jatuh apabila naik ayunan, lah… Sonagi penakut, dan lemah, dan payah, jadi banyak yang tidak mau berteman dengan Sonagi. Oleh keluarga, Sonagi amat dimanja, ayah-ibu Sonagi cenderung protektif, demikian pula dengan kakak-kakak Sonagi. Ini yang kemudian membuat Sonagi semakin tidak percaya diri untuk mengeksplor dunia luar. Pikir Sonagi, dunia di luar rumahnya itu berbahaya, dan Sonagi takut menghadapinya.)

"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."
(karakter dengan orientasi seksual tidak umum, jelaskan dengan rinci di sini.)
“C, CINTA?!” Sonagi mana mengerti apa-apa! Jadi Sonagi hanya menutup wajah yang memerah dengan tangan dan menggeleng-geleng. Nggak mau ngomong.
(Sonagi suka sekali orang-orang seperti kakak-kakak Sonagi. Yang kuat, berani, percaya diri… Sonagi suka orang yang bisa bermain alat musik, seperti Kak Haebitna. Sonagi juga menyenangi orang seperti Kak Bitgaram yang jago olahraga. Kehidupan cintanya nol besar, tidak mengerti apa-apa sama sekali.)

"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"
“S, Sonagi sekolah. Jadi murid, bukan guru. Prestasi…? Uh, ng, lumayan… kayaknya…”

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."
“Ng, nggak tahu…”
(Sonagi tidak memiliki cita-cita apapun, Sonagi terlalu takut untuk bermimpi. Kalau tidak kesampaian, nanti sakit. Sonagi hanya ingin Sonagi dan keluarga selalu sehat, itu saja.)


ROLEPLAYING SAMPLE
Silakan buat contoh roleplay dengan jumlah kata minimal 200 kata. Setting tempat bebas, setting usia adalah usia karakter saat ini. Manfaatkan contoh roleplay ini sebagai sarana untuk menunjukkan sifat karakter.

Sore-sore, sekolah telah selesai. Bel pulang telah berdentang, tapi tidak banyak yang langsung kembali ke rumah. Ada yang harus mengikuti sesi belajar mandiri, ada yang bermain sepakbola di lapangan, ada yang ke ruang olahraga untuk bertanding basket…, banyak alasannya. Kalau Sonagi, karena Sonagi harus piket sore dulu. Biasanya dilakukan pagi-pagi, tapi hari ini Sonagi terlambat datang. Kesiangan. Sudah lapor ke Kak Bitgaram, jemputnya jangan cepat-cepat, Sonagi harus bersih-bersih dulu. Ditelepon lama sekali, kakaknya itu khawatir. Sudah biasa, Sonagi menjawab dengan kalem. Sekolah tempat yang aman, tidak akan ada yang bisa jahat sama Sonagi. Tenang saja.

Tapi, rupa-rupanya ada. Teman sekelas sendiri, Sonagi tidak usah sebut nama, ya. Tadi, saat Sonagi mengepel ruangan kelas yang sudah kosong, beberapa teman kembali untuk mengambil barang yang ketinggalan. Iseng, lantai yang sudah dipel, diinjak-injak dengan sepatu penuh lumpur. Jadi kotor lagi. Sonagi sedih, bibirnya tertekuk ke bawah, alis berkedut-kedut menukik rendah. Teman-temannya tertawa, sudah sering menjahili Sonagi sampai mau menangis. Tapi, kali ini tidak akan menangis, kok! Sonagi sudah biasa, jadi hanya sedih saja. Mau marah, tidak bisa. Hanya bibir bawah saja digigit, sampai teman-temannya berlalu keluar kelas. Tentunya, setelah meledek Sonagi. ‘Cengeng!’, kata mereka. Padahal, Sonagi tidak menangis!

Uh. Jadi harus mengepel ulang. Celup kain ke dalam ember berisi air, diperas, lalu gosok-gosokkan ke bagian yang kotor. Begitu terus, sampai selesai. Sonagi keringatan, wajahnya diusap dengan tisu. Istirahat sebentar, duduk di bangkunya. Menghela napas, lalu mengecek ponsel. Sonagi terkejut, ada sepuluh panggilan tak terjawab. Gawat! Lupa, kalau sudah janji beberapa menit lalu keluar dan menghampiri Kak Bitgaram di gerbang sekolah. Pasti kakaknya cemas sekali, dikira Sonagi sedang dijahati oleh teman-teman. Meski memang iya, tapi tidak seburuk itu, sebenarnya.

Ada telepon masuk lagi. Kali ini, Sonagi lekas menjawab. Kak Bitgaram di seberang sana mulai mengomel, Sonagi meminta maaf karena telah membuat khawatir. Lalu, cepat-cepat keluar dari kelas, menguncinya dan berjalan cepat menuju gerbang. Tidak boleh lari, kata Kak Bitgaram. Nanti jatuh, sakit. Jalannya saja dipercepat. Sampai di mobil, Kak Bitgaram mengomel lagi. Sonagi tidak bisa kesal, karena Ibu bilang itu artinya Kak Bitgaram sayang. Sonagi menurut saja, mendengar semua ocehan itu, lalu menahan senyum sambil mengalihkan pandang ke luar jendela.


Benar, itu tanda sayang. Sonagi bisa merasakannya.

--------------------
I'll never say that I'll never love
But I don't say a lot of things
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: Apr 27 2017, 08:12 AM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.