WBEntxSeoul2.0

Latest Shouts In The Shoutbox -- View The Shoutbox · Rules Collapse  


 
Closed
New Topic
New Poll

 Kang Hansol, CITIZEN / FEMALE / 1991 / DONE
Kang Hansol
 Posted: May 22 2017, 11:00 AM
Quote
send pm // Offline
29 posts
27 years old
Guru sosiologi SMA Guro & aktivis sosial
ID: khsol9191
married
Citizen

290 points
Awards: None


KANG HANSOL
CITIZEN, Shanghai, 9 Januari 1991




BASIC PERSONALITY
Nama panggilan: Hansol
tinggi/berat (cm/kg): 167cm/48kg
Status: menikah
Nama wali: -
Hobi: Yoga, ice-skating, belajar DIY, window-shopping.
Hal yang disukai: Voluntir dalam kegiatan-kegiatan sosial, beraktivitas (Hansol akan kesal jika ia tidak memiliki sesuatu untuk dikerjakan), hewan dan tanaman, anak-anak, quality-time dengan orang-orang terdekat, hujan tanpa petir (perfect time to cuddle, exactly).
Hal yang tidak disukai/ditakuti/dibenci: Berdiam diri terlalu lama (karena merasa selalu ada yang perlu untuk dikerjakan), usaha tanpa apresiasi, rencana yang batal, jatuh sakit (siapa yang akan mengurus rumah dan suami?)
Deskripsi sifat karakter: Independent woman with strong sense of humanism and nurturance. Berjiwa pendidik, memiliki kepedulian yang besar terhadap isu-isu kemanusiaan yang ada di berbagai penjuru bumi. Tingkatan moralnya termasuk sangat tinggi, dan selalu berpikir bahwa berbagi dengan orang lain (terutama yang membutuhkan) adalah sebuah kewajiban tak tertulis yang perlu dilakukan setiap orang. Honest, but subtle, karena ia adalah seorang yang cukup pemalu dan tidak ingin terdengar arogan dalam berucap. Overachiever, memiliki standar tinggi yang sering membuatnya kecewa jika tidak tercapai. Itu menjadikannya seorang pekerja keras yang kadang lupa akan kapabilitas diri sendiri. Hampir tidak pernah mengekspresikan kemarahan maupun kekecewaan, sehingga cenderung menjadi pribadi yang selalu mengingat-ingat akan kesalahan orang lain.

BACKGROUND INTERVIEW
Pertanyaan-pertanyaan berikut dijawab secara in-character. Kondisikan karakter menjawabnya secara gamblang dan jujur, dengan semaksimal mungkin.

"Ceritakan tentang keadaan keluarga anda, tentang orang tua ataupun saudara. Dengan siapa anda tinggal saat ini?"

“Keluarga saya termasuk besar. Saya punya dua kakak, satu adik, dan tiga keponakan,” Wajahnya terlihat berseri-seri. “ada mertua dan satu adik ipar. Kalau sekarang, saya tinggal berdua saja dengan suami saya di daerah Apgujeong. Doakan saja keluarga saya akan semakin besar ya.”

KDK: Orangtua Hansol sama-sama merupakan tokoh pendidik. Ayahnya adalah seorang profesor yang masih aktif bekerja di salah satu universitas terkemuka di Korea Selatan, sedangkan ibunya adalah kepala sekolah salah satu SD di Seoul. Mereka sekeluarga aktif dalam bidang sosial dan kemanusiaan, dalam kata lain sering disebut sebagai philanthropist.

"Sekarang tentang masa kecil. Bagaimana dengan masa lalu anda? Ada yang menyenangkan atau tidak menyenangkan?"

Ada saat-saat di mana Hansol berpikir keras, kemudian membiarkan dirinya sendiri mengulum senyum sebelum menjawab. “Ini akan terdengar lucu atau mungkin sedikit memalukan. Saya lahir di Shanghai, but that’s it. Tidak lama kemudian, kami sekeluarga kembali ke Seoul dan saya tidak punya pengetahuan apa-apa soal negeri tempat saya lahir. Saya akan merasa kikuk kalau orang-orang meminta saya berbicara dengan bahasa mandarin atau apa—wajah saya bahkan tidak terlihat seperti kelahiran sana atau apa!” Ia tertawa sambil menutupi delimanya dengan telapak tangan, dan usai tawa itu berhenti, sebuah cerita lain meluncur dari sana. “Um… saya bertemu dan pacaran dengan suami saya sejak SMA. Ceritanya panjang, tetapi ada sebuah insiden yang memaksa kami untuk mengungkapkan perasaan pada orang yang kami suka saat itu. Saya tidak pernah menyangka insiden itu akan membawa saya dan dia jadi bersama sampai sekarang. Seperti mimpi, seperti dongeng. Saya bahkan tidak punya teman saat itu. Saya tidak mengikuti klub apapun, tidak tahu caranya pakai kosmetik, dan kacamata saya tebal sekali. Suami saya manusia terpopuler di sekolah. Terdengar lucu, kan? Banyak orang yang menduga cerita saya persis cerita di manhwa-manhwa terlaris di toko buku.”


"Orang seperti apa yang dapat membuat anda tertarik? Ceritakan tentang kehidupan cinta anda secara singkat."

“Saya tidak punya orang lain untuk diceritakan kecuali suami saya.” She kickers. “Sejak kecil, saya tidak pernah popular baik di kalangan laki-laki maupun perempuan, dan saya juga tidak pernah mengelak dikatakan sebagai gadis cupu kurang pergaulan. Itu memang kenyataannya. Kalau bukan karena dorongan dan obligasi saat SMA waktu itu, mungkin saya juga tidak akan dengan suami saya saat ini. Mungkin saya tidak akan pernah menikah? Siapa tahu. Keluarga saya tidak pernah memaksakan salah satu anggota untuk menikah jika tidak bertemu orang yang tepat.”

Kakinya disilangkan, lantas diayun selagi ia menggambarkan sifat Seonho di kepalanya. “Kalau ditanya apa yang membuat saya tertarik pada suami saya, jawabannya segudang. Saya sudah katakan dia adalah pemuda terpopuler saat itu, kan? Dia baik, memiliki selera humor, tidak gengsi dalam melakukan setiap hal, dan setia—yah, dia selalu punya pilihan sejak kami pacaran SMA dulu, tapi dia selalu ada. Mindset kami memiliki kemiripan di beberapa hal, dan itu membuat saya sadar kalau dia adalah orang yang tepat.”

KDK: Hansol baru menikah sekitar satu bulan lalu. Suaminya adalah pacarnya sejak SMA. Pengalamannya dalam bidang percintaan terbilang minim, karena satu-satunya cerita yang bisa ia bagi adalah soal suaminya sendiri. Ia adalah seorang nerd semasa sekolah dulu, dan nyaris tidak pernah memikirkan masalah cinta sampai ia bertemu dengan lelaki yang sekarang jadi suaminya.



"Saat ini anda bekerja sebagai apa? Bagaimana dengan prestasi anda di sekolah/tempat kerja anda?"

“Saya baru saja melamar pekerjaan di salah satu SMA di sini, menjadi guru,” Anggukannya pelan namun mantap. “banyak pilihan pekerjaan selain menjadi guru, itu benar, tetapi saya tertantang untuk melakukannya karena mendidik generasi muda saat ini akan menjadi titik tolak masa depan dunia di masa yang akan datang.”

KDK: Hansol adalah seorang bergelar sarjana sosiologi, kemudian melanjutkan Pendidikan masternya di bidang women’s studies. Keduanya ia dapatkan di Ewha Women’s University dengan prestasi yang terbilang lumayan memuaskan. Selain melamar untuk menjadi guru, Hansol juga merupakan salah satu aktivis sosial yang bergerak di bidang women-empowering dan pendidikan. Ia juga rajin mengikuti kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penggalangan dana untuk panti asuhan, jompo, dan sosial; baik dalam lingkup domestik maupun internasional jika memungkinkan.

"Apa keinginan anda yang paling dalam? Apakah memiliki cita-cita, atau kehidupan yang sekarang saja sudah cukup bagi anda? Silakan jelaskan."

“Hmm… kehidupan tidak akan pernah terasa cukup untuk manusia, tetapi harus selalu disyukuri. Saat ini saya memang sudah merasa bahagia dan cukup, tetapi itu tidak menghentikan saya untuk terus memiliki keinginan yang bisa dicapai. Mungkin hal-hal yang tidak terlalu superior; berlibur safari berdua dengan suami saya, misalnya, atau justru yang sangat superior—saya ingin punya anak, menjadi ibu.”



ROLEPLAYING SAMPLE


Seonho sudah meninggalkan rumah pukul tiga pagi tadi. Hansol tidak ingat betul detil pekerjaan yang membuat suaminya harus berangkat bahkan sebelum matahari terbit, tetapi tidak ada layangan protes ketika Seonho berucap padanya soal itu kemarin malam. Toh bukan kali pertama baginya mengetahui jam kerja pria itu—terkadang siang dan malam tidak ada bedanya, dan duapuluh empat jam adalah jumlah yang kurang untuk akumulasi waktu dalam satu hari. Maka pagi tadi Hansol bangun sebentar, sekadar mengoleskan selai di roti untuk dijadikan bekal, kemudian tidur lagi karena Seonho yang memaksanya. Tidak boleh terlambat kerja, katanya. Aku akan pulang bahkan sebelum kamu sadar, katanya lagi. Hansol bisa apa selain tertawa sambil terkantuk-kantuk?

Pagi ini, pukul delapan, ia yang baru saja selesai mengunyah potongan rotinya di meja konter dapur sudah bersiap dengan tas tangannya. Berjalan menjauhi dapur menuju pintu keluar, ia mendapati beo peliharannya dan sang suami sudah menunggu dengan paruhnya yang siap membuka. Buru-buru, wanita itu menyapa, “Good morning, Jigae-ya,” telapak tangan kanannya dilambaikan. Sambil mengecek apakah dompet dan ponsel sudah berada di dalam tas, membran timpaninya mendapatkan balasan.

Sayang, alih-alih balasan sapa yang dilayangkan terlebih dulu, yang Hansol dapatkan adalah,

“Kencan jam enam, pulang cepat, pulang cepat!”

Hansol Kang menoleh, tiga lipatan terpasang di dahi.

”Seonho keren pulang cepat, pulang cepat! Kencan, jam enam sore!”

Hansol tak kuasa membendung tawa. Seonho, oh Seonho. Sampai kapan sering-sering titip pesan semacam ini pada seekor burung beo?

Arasseo, arasseo, Jigae-ya. Kalau dia pulang duluan sebelum aku, bilang,” Jeda sepersekian sekon diisi dengan retas simpul. “Kalau Hansolie pulang malam, kencannya di rumah saja.”

Tidak berbeda jauh, bukan? Ia yang akan tanggung soal makan. Seonho akan takluk kalau dibuatkan bokkeumbap pedas.







--------------------

the universe took its time on you,

SO YOU COULD OFFER THE WORLD SOMETHING DISTINCT FROM EVERYONE ELSE


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

user posted image

© KATNISS EVERDEEN AT CAUTION 2.0 & RUPI KAUR
PM
^
♔Lee Hyejin
 Posted: May 24 2017, 12:47 PM
Quote
send pm // Offline
11 posts
35 years old
apa ya? Coba tebak
ID:
happily in love
Off Duty

110 points
Awards: None


user posted image
PM
^
0 User(s) are reading this topic (0 Guests and 0 Anonymous Users)
0 Members:

Topic Options
Closed
New Topic
New Poll


 


 

Affiliates [ View All | Link-us | Apply ]
Toshi Haku Battle Royale RPG Forum Sekolah Sihir Hogwarts Smiley Academy (SA) SAD (Shinobi Another Dimension) Indo Eyeshield 21 Bauklötze - Shingeki no Kyojin RPF Tales of Middle Earth The Black Clover Vampire Knight:re Legend of Terra Yuugen Vault 546 SoulMatch RPF 
 


skinned exclusively by ree of shine. cfs by black. modified by neng. do not reproduce.